Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di wilayah STAKat Negeri Pontianak

 

Kubu Raya, 28 Desember 2022 – Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak siap melaksanakan reformasi birokrasi yang merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional, sesuai dengan prinsip – prinsip Good Governance. Reformasi Birokrasi secara resmi diterbitkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional 2010 – 2025 mengenai pedoman pelaksanaan program reformasi birokrasi Nasional. Di dalam peraturan tersebut terangkum tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

Sebagai langkah awal mendukung upaya tersebut, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di STAKat Negeri Pontianak. Acara pencanangan pembangunan ZI di wilayah STAKat Negeri Pontianak yang merupakan sebuah pilot project dilaksanakan di Aula Gedung Santo Agustinus pada Rabu, 28 Desember 2022.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, ST.,M.Eng menyampaikan “Pelaksanaan ZI ini menyangkut banyak unsur. Tidak hanya tentang pelayanan akademik, tapi juga menyangkut administrasi, keuangan, sarana dan prasana, dan lain sebagainya”, tutur beliau.

Juga dalam sambutannya, ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapan kepada seluruh pimpinan untuk dapat mengimplementasikan ZI pada unit kerja masing-masing. Semua unit kerja diminta memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Meskipun pencanangan ZI ini masih dalam bentuk pilot project, sejatinya seluruh unit kerja di lingkungan STAKat Negeri Pontianak harus berusaha mengimplementasikannya dengan target akhir STAKat Negeri Pontianak memperoleh predikat WBK/WBBM”, tegas beliau.

Dalam acara pencanangan tersebut juga turut hadir Reflen Nainggolan, S.H, selaku Kasat Binmas Polres Kubu Raya, AKP, Martinus Sudamo, S.H. selaku Anggota DPRD Prov. KalBar, TH.C. Leydianto, S.I.P.,M.Si., selaku Kaban Kesbangpol KKR, dan Drs. Yosep selaku Pembimas Katolik Kanwil Kemenag KalBar.

 

Penulis: Tetty Simbolon

 

Similar Posts

  • STAKat Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bersama Tim ZI Biro Ortala dan Tim Bimas Katolik

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam rangka reformasi birokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng dalam sambutan pembukaan Focused Group Discussion Strategi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK bersama Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI dan tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik pada Kamis (06/12/22) hingga Jumat (07/12/22) di Ruang Rapat Utama STAKatN Pontianak.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kartika Damawanti, S.Kom, MM. Selaku Kabag Fasilitasi Reformasi Birokrasi dan Pelaporan Biro Ortala Kemenag RI, Ermina Suyanti, S.Sos, M.Si. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Subbagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Sekretariat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, para wakil ketua, dosen dan staff STAKatN Pontianak.

    Dalam materinya, Kartika mengatakan tujuan membangun Zona Integritas adalah memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam menuju WBK dan WBBM, serta bagaimana satker bisa memberikan pelayanan seefisien mungkin kepada masyarakat, yang mana tujuan akhirnya untuk lebih meningkatkan pelayanan dan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Kartika juga menyampaikan mengenai penilaian reformasi birokrasi pada Kemenag dilaksanakan melalui PMPRB dan PMPZI demi meningkatkan kualitas tata kelola Kemenag.

    “jadi pada intinya sasaran ZI WBK WBBM itu sendiri mengacu pada permenpan RB Nomor 25 tahun 2020 dengan indikator birokrasi yang bersih, birokrasi yang kapabel, serta pelayanan publik yang prima yang semua pada intinya untuk dapat menghasilkan pemerintahan yang baik,tegas Kartika.

    Ketua STAKatN Pontianak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. juga menambahkan bahwa STAKatN Pontianak terus berusaha memberikan yang terbaik dalam upaya memperoleh predikat Zona Integritas WBK, “Kami mencoba mengembangkan inovasi-inovasi yang berdampak. Selain inovasi yang berdampak, inovasi yang berskala kecil pun akan tetap kami perhatikan. Semua lapisan sivitas akademik STAKatN Pontianak harus paham apa itu Zona Integritas, sehingga pekerjaan ini tidak hanya dipahami dimaknai oleh pimpinan saja, tetapi seluruh warga STAKatN Pontianak, mulai dari dosen, staf sampai tenaga keamanan dan kebersihan. Semoga dengan begitu, tujuan kami untuk menjadi satker dengan Zona Integritas WBK dapat terwujud.”

     

    Penulis: Tetty Simbolon

  • Perayaan Ekaristi Missio Canonica Dan Wisuda Ke-2 Program Sarjana Dan Magister Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar wisuda 120 wisudawan di Aula Gardenia Resort, Jumat (16/12/2022).

    Ketua STAKatN Pontianak, Dr Sunarso ST M Eng berharap 120 wisudawan yang diwisuda mereka bisa menjadi ini duta STAKatN Pontianak di tengah masyarakat.

    “Tentu dengan melaksanakan tugas sebagai katekis, bisa meletakkan kabar bahagia di tengah-tengah masyarakat dan menghantarkan kedamaian. Apalagi sekarang di Kementerian Agama sedang digalakkan tahun toleransi dan moderasi beragama. Kita berharap bahwa mereka yang sudah kita berikan bekal di STAKAtN Pontianak bisa menjadi agen untuk bisa membawa perdamaian,” ujar Sunarso.

    Sunarso mengatakan katekis diharapkan bisa memberikan contoh bagaimana hidup saling menghargai, saling berdampingan dan menghargai satu sama lain.

    STAKatN Pontianak ujarnya, memang merupakan perguruan tinggi Katolik negeri satu-satunya dan baru pertama di Indonesia.

    Sebelum dilaksanakan acara wisuda, STAKatN Pontianak menggelar Missio Canonica yang dilaksanakan di gereja Katedral Pontianak, Kamis 15 Desember 2022.

    Misio Canonica dipimpin oleh Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Acara Missio Canonica ini merupakan sebuah peristiwa penting karena pada acara ini terdapat proses pemberian kuasa mengajar mengenai Gereja berdasarkan wewenang Uskup kepada kaum awam.

    Dalam Misio Canonica ini ke 120 wisudawan/wati dilantik dan diutus untuk mengemban tugas sebagai katekis.

    Para calon katekis kemudian mendaraskan doa penyerahan dan mengakui bahwa mereka sungguh percaya kepada semua ajaran resmi Gereja, berjanji setia dan taat kepada pimpinan resmi Gereja dan bersedia melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada mereka, di hadapan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

    Kemudian Uskup menyerahkan kitab suci dan salib dan mengutus mereka, “Saya atas nama Gereja Mengutus kamu ke tengah umat Allah dan dunia.”

    STAKatN Pontianak terletak di Jalan Parit Haji Mukhsin II Km 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

    Awalnya bernama Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, dan beralamat di Jalan Adisucipto Km 9 Sungai Raya, Kubu Raya.

    Dalam sejarahnya Sekolah Tinggi ini didirikan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak tanggal 26 Mei 2006 dan bernaung di bawah Departemen Agama RI dengan izin operasional Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor: DJ/HK.00.5/99/2006 tanggal 12 Juli 2006.

    Kehadiran STAKatN Pontianak membuat generasi tersebut kata Sunarso memperoleh kesempatan untuk belajar.

    “Disampingnya itu, kita tentunya dengan dukungan pemerintah berusaha membangun kampus yang tidak hanya nanti dari sisi sarana prasarana baik dan layanan teknologi informasi terintegrasi yang memudahkan pelayanan, tapi juga dengan kehidupan kampus yang benar-benar seperti visi STAKatN untuk membentuk komunitas yang berilmu dan beriman katolik,” ujarnya.

    STAKatN Pontianak senantiasa menanamkan kepada mahasiswa selain harus menguasai ilmu dan teknologi tetapi juga harus didasarkan pada iman Katolik yang secara universal mengajarkan sebagai umat Allah, makhluk Tuhan, untuk saling mencintai tambahnya.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Agustinus mengatakan inti dari agama adalah agar orang takut dengan Tuhan.

    Namun pada kenyataannya sekarang orang takut tidak punya uang dan takut tidak punya jabatan.

    Tugas guru agama kata dia membuat orang takut akan Tuhan.

    Jika seseorang takut kepada Tuhan, beliau mengatakan Tuhan akan mencintai kita dan Tuhan akan memberikan kesejahteraan.

    Dominikus Bobi, S.Pd dengan IPK 3,89 menjadi lulusan terbaik dalam wisuda Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Jumat (16/12).

    Ia bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan keluarga serta orang-orang terdekat yang selalu men-support-nya selama menyelesaikan studi.

    Baginya gelar lulusan terbaik bukan apa-apa karena semua wisudawan sama-sama berperan sebagai utusan-utusan gereja melakukan tugas yang sama dan memajukan gereja dan bangsa

    Domi pun memberikan tips, bagaimana ia memperoleh IPK nyaris sempurna.

    Ia berpesan kepada adik-adik tingkat untuk banyak membaca buku.

    Lalu, belajar jangan hanya terpaku pada satu media atau satu sumber. Karena mahasiswa boleh memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini seperti YouTube dan sebagainya.

    “Ke depan pasti kami harus menjadi pelayan terbaik untuk masyarakat, kami memberikan teladan yang baik, sikap yang baik bagi orang-orang disekitarnya sebagai lulusan STAKAtN Pontianak,” tutupnya.

     

    Humas: Tetty Simbolon

  • Penandatangan MoU dan MoA: Kerjasama Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dan Institut Agama Kristen Negeri Palangkaraya Menguatkan Sinergi Perguruan Tinggi

    Dalam rangka menguatkan sinergi perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, Ketua STAKat Negeri Pontianak berserta jajaran melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA bersama dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangkaraya pada Rabu, 24 Januari 2024 di ruang rapat STAKat Negeri Pontianak.

    Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. berharap dengan adanya Mou dan MoA pada lingkungan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dapat menciptakan berbagai bentuk kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing.  

    “Yang penting kita bisa bersilaturahmi disini, dimulai dengan penandatanganan MOU dan dilanjutkan dengan diskusi aksi kedepannya seperti adanya kerjasama dalam pertukaran mahasiswa atau kegiatan seminar, penelitian bersama atau pelatihan bersama.”ungkapnya dalam sambutan.

    Rektor IAKN Palangkaraya, Telhalia, M.Th.,D.Th. menyampaikan bahwasanya kesempatan hari ini adalah salah satu kegiatan yang menjadi prioritas terutama dalam hal kemitraan dan kerjasama yang menyangkut Dharma Perguruan Tinggi.

    Semoga kedepannya STAKat Negeri Pontianak dan IAKN Palangkaraya dapat “Tumbuh Bersama. Maju Bersama,” tutur Telhalia dalam menutup sambutannya.

     

     

    Penulis: Angel Melinda

    Editor: Tetty Novitasari Simbolon

     

     

  • Workshop Pengembangan Prodi Baru

              Dalam rangka mendukung percepatan transformasi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menjadi Institut. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan Workshop Pengembangan Prodi Baru yang berlangsung selama 3 hari pada 20 sampai dengan 22 Februari 2024. Workshop ini bertujuan untuk mereview dan mengevaluasi 3 proposal prodi baru sarjana yang akan dibentuk yakni: Prodi Pastoral, Prodi Konseling Pastoral dan Prodi Teologi.

    Kegiatan ini turut mengundang Romo William Chang, OFM.Cap dan Romo Antonius Denny Firmanto Pr. sebagai narasumber dengan tema “Mengembangkan Karya Pastoral Dalam Prodi-Prodi Keagaman Katolik” dan “Mengembangkan Karya Pelayanan Gereja Katolik”. Dalam workshop, Romo Willam Chang mengatakan bahwa setiap prodi harus memiliki kekhasan nya masing-masing.

    “Sarjana harus siap bersaing dengan sekolah lain. Maka kita harus berikan bekal supaya mereka bisa memiliki kualitas dan keterampilan yang praksisnya bisa digunakan di masyarakat. Prodi yang akan kita buka harus terpancar, tidak hanya di dalam Pontianak tapi juga sampai IKN dan Nusantara serta memperhatikan objek forma dan materi yang ada di dalamnya”, tutur Romo William Chang.

     

    Penulis : Angel M.

  • Perayaan Natal Bersama, Pastur Mikael Dou Lodo: “Natal artinya lahir baru.”

    Jumat, 05 Januari 2024 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merayakan Natal Bersama Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 sekaligus Jumat Pertama Bulan.

    Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gedung Praktik Liturgi secara daring dan luring yang dipimpin oleh Pastur Mikael Dou Lodo, CP bersama Pastur Mayong Andreas Acin, OFMCap., Pastur Laurentius Prasetyo, CDD dan Pastur Gregorius Kukuh Nugroho, CM.

    “Natal bukan hanya sekedar kumpul keluarga tetapi harus mengalami Natal, artinya lahir baru. Tidak ada dendam, tidak ada iri hati. Kehidupan baru dari kelahiran”, ujar Pastur Mikael dalam homili. Pastur juga mengingatkan akan perendahan diri Allah, yang berkenan lahir di tempat yang bukan untuk manusia, maka sebagai manusia kita juga perlu mencontoh teladan Yesus Kristus agar selalu dengan total memberikan sukacita, kedamaian dan harapan bagi sesama serta turut berdoa untuk saudara-saudara di Betlehem yang tidak bisa merayakan Natal karena perang, namun semoga mereka bisa merayakan dalam hati masing-masing.

    Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.