RAPAT EVALUASI INTERNAL TIPD

Rapat evaluasi Internal Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) yang selalu dilakukan setiap awal bulan untuk mengetahui capaian target program kerja yang telah dibuat dan kendala yang terjadi sehingga program kerja selanjutnya bisa tercapa lebih baik dan evisien.

Similar Posts

  • Dies Natalis STAKat Negeri Pontianak ke – 4

    Halo Sahabat STAKat Negeri Pontianak! Menyambut hari jadinya yang ke-4, STAKat Negeri Pontianak menyelenggarakan lomba dan kegiatan yang menarik, namun juga kental dengan ilmu pengetahuan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi dua lomba (online); Vlog Competition dan Paduan Suara Online. Puncak acara Dies Natalis STAKat Negeri Pontianak ke – 4 akan dilaksanakan pada Selasa, 19 Januari 2021…

  • Rapat Koordinasi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di Lingkungan STAKatN Pontianak

    Dalam rangka memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak menyelenggarakan rapat koordinasi pada hari Senin tanggal 29 Desember 2025 bertempat di ruang Microteaching 1. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan satuan kerja, para pejabat struktural, koordinator kelompok kerja,…

  • Semangat #ekoteologi di Hari Kebangkitan Nasional 2025

    Hari Kebangkitan Nasional ke-117 dihiasi dengan kegiatan upacara Bendera dan penanaman pohon. Sekitar pukul 08.00 WIB seluruh pegawai dan mahasiswa/i STAkat Negeri Pontianak telah merapatkan barisan di lapangan upacara. Memaknai Naskah Pidato Hari Kebangkitan Nasional 2025 yang dibacakan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. “seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama”. Kita dapat melihat bagaimana seharusnya semangat kita yang berkobar untuk kemanusiaan dan lingkungan sekitar.

    Seluruh civitas akademika menjalani hari kebangkitan nasional kali ini dengan penuh penghayatan, secara khusus untuk calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) yang akan dilantik minggu depan. Mereka datang kekampus untuk juga turut ambil andil dalam program prioritas Kementerian Agama. Tahun ini, Penguatan Ekoteologi telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama periode 2025–2029, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025. Keputusan Menteri Agama ini menegaskan bahwa Penguatan Ekoteologi telah menjadi sebuah kebijakan penting, sehingga semua ASN wajib mengimplementasikan dalam bentuk program kerja maupun setiap tindakan dan perilaku sehari-hari. Hal ini lah yang akhirnya mendorong kampus melalui calon PPPK untuk mendukung program pemerintah.

    Ini juga selaras dengan seruan Gereja Katolik melalui Ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si’ yang terbit pada Tahun 2015 silam. Ensiklik tersebut mengatakan bahwa

    “Ketika berbicara tentang “lingkungan”, kita menunjuk secara

    khusus pada suatu relasi, yaitu antara alam dan masyarakat

    yang menghuninya. Hal itu mencegah kita untuk memahami

    alam sebagai sesuatu yang terpisah dari kita atau hanya

    sebagai kerangka kehidupan kita. Kita adalah bagian dari

    alam, termasuk di dalamnya, dan terjalin dengannya.”

    Penanaman pohon sebagai salah satu program #ekoteologi Kementerian Agama diharapkan memberi dampak yang positif. Melalui #ekoteologi, keluarga STAKat Negeri Pontianak memiliki relasi yang baik dengan lingkungan. Ada pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka ini juga bisa terjadi pada kehidupan manusia dengan pohon yang ditanam. Kegiatan ini bukan sekedar program yang harus dijalankan atau kegiatan yang dilakukan tanpa refleksi, melainkan lebih dari itu. Sebab kita semua adalah makhluk alam. Sudah sepantasnya kita memiliki ikatan dengan alam. Pada momen kebangkitan nasional ini kita dapat menyelaraskan diri dengan semangat Kebangkitan Nasional untuk terus bekerja dan membuahkan hasil, seperti yang dikatakan Sunarso dalam video Hari Kebangkitan Nasional 2025.