Penandatangan MoU dan MoA: Kerjasama Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dan Institut Agama Kristen Negeri Palangkaraya Menguatkan Sinergi Perguruan Tinggi

Dalam rangka menguatkan sinergi perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, Ketua STAKat Negeri Pontianak berserta jajaran melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA bersama dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangkaraya pada Rabu, 24 Januari 2024 di ruang rapat STAKat Negeri Pontianak.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. berharap dengan adanya Mou dan MoA pada lingkungan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dapat menciptakan berbagai bentuk kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing.  

“Yang penting kita bisa bersilaturahmi disini, dimulai dengan penandatanganan MOU dan dilanjutkan dengan diskusi aksi kedepannya seperti adanya kerjasama dalam pertukaran mahasiswa atau kegiatan seminar, penelitian bersama atau pelatihan bersama.”ungkapnya dalam sambutan.

Rektor IAKN Palangkaraya, Telhalia, M.Th.,D.Th. menyampaikan bahwasanya kesempatan hari ini adalah salah satu kegiatan yang menjadi prioritas terutama dalam hal kemitraan dan kerjasama yang menyangkut Dharma Perguruan Tinggi.

Semoga kedepannya STAKat Negeri Pontianak dan IAKN Palangkaraya dapat “Tumbuh Bersama. Maju Bersama,” tutur Telhalia dalam menutup sambutannya.

 

 

Penulis: Angel Melinda

Editor: Tetty Novitasari Simbolon

 

 

Similar Posts

  • Dies Natalis Ke-8 STAKat Negeri Pontianak: Membangun Sinergi untuk Transformasi Berkelanjutan

    Menyambut Acara Puncak

    Dies Natalis Ke-8 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dimeriahkan dengan pelbagai rangkaian acara selama satu minggu sebelum acara puncak. Kegiatan yang di ketuai oleh Suko, M.Pd. ini melibatkan seluruh civitas akademika agar semuanya dapat merasakan suka cita dies natalis ini. Diawali dengan berbagai lomba selama dua hari seperti estafet getah, estafet air, kereta bola, memasukan bola dalam gelas, dilanjutkan juga dengan kegiatan kerja bakti dan jalan santai pada 15 Januari 2025. Tidak lupa juga salah satu wujud syukur, kampus mengadakan aksi kemanusiaan berupa donor darah, anjangsana, hingga kunjungan ke panti asuhan St. Hieronimus, MSA Pontianak. Dalam kunjungan ke panti asuhan, dana maupun barang-barang keperluan panti dikumpulkan bersama mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.

    Orasi Ilmiah

                Tak hanya itu, untuk memajukan keilmuan mahasiswa/i jSekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak maupun peserta yang hadir tentu saja kampus mengadakan orasi ilmiah. Kegiatan ini turut mengundang Romo Albertus Bagus Laksana, SJ yang merupakan Rektor Universitas Sanata Dharma. Dalam kesehariannya beliau mengajar beberapa matakuliah seperti, Teologi Agama-Agama dan Komparatif, Yesus Kristus, Tritunggal dan Keselamatan, serta beberapa mata kuliah keagamaan lainnya. “Sinergi dan Transformasi Pendidikan Tinggi Katolik di Indonesia: Arah, Peluang, dan Tantangan” menjadi materi yang dibawakan oleh Romo Bagus. Materi ini membuka wawasan peserta akan kebijakan Pendidikan Tinggi, bagaimana arah Perguruan Tinggi zaman ini, bagaimana melahirkan lulusan yang unggul, dan pemaparan akan situasi Pendidikan Tinggi Indonesia yang sebenarnya hal ini tidak hanya membuka pandangan peserta saja melainkan juga STAKat sebagai Perguruan Tinggi untuk lebih bersemangat membangun lulusan yang mampu bersaing di era global melalui dukungan moril dan keterbukaan terhadap pengembangan skill atau kemampuan kerja lainnya terutama dalam digitalisasi. Dalam beberapa kesempatan, Ketua STAKat Negeri Pontianak selalu mengutarakan bahwa lembaga selalu mendukung mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademis tetapi juga non akademis demi mengasah kemampuan peserta didik.

                Selain Romo Bagus, Orasi Ilmiah juga mengundang Prof. Eusabinus Bunau, S.Pd., M.Si., Ph.D. yang merupakan dosen FKIP UNTAN. Beliau memilih judul materi “Isu-Isu Pendidikan Nasional dan Sinergitas Antara STAKATN Pontianak, Gereja, dan Pemerintah Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” yang menurut beliau ‘pas’ dengan tema dies natalis kali ini yaitu “Membangun Sinergi Menuju Transformasi Berkelanjutan”.

    Acara Puncak dengan Misa Syukur dan Ramah Tamah

                Acara puncak dies natalis ke-8 dengan agenda Misa syukur diselenggarakan pada 17 Januari 2025 di Gedung Praktik Liturgi. Misa dipersembahkan oleh Mgr. Agustinus Agus bersama konselebran RP. Athanasius Nandung, OFMCap. selaku Romo rekan Paroki St Sesilia Keuskupan Agung Pontianak dimana STAKat Negeri Pontiak masuk wilayah paroki tersebut, serta beberapa romo yang berkarya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak RP. Gregorius Kukuh Nugroho, CM., RP Mayong Andreas Acin, OFMCap., RP Laurentius Prasetyo, CDD, RP Mikael Dou Lodo, CP., dan RP Dilan, CP. Selain itu, beberapa tamu undangan turut hadir seperti Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, M.Si., Pembimas Katolik Provinsi Kalimantan Barat Yosef Somen, S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekkaryani, Komunitas Susteran SFD, alumni serta stakeholder lainnya.

                Dalam homilinya. Mgr. Agus menyambut hari ulang tahun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dengan pesan kepada seluruh civitas akademika agar mampu bekerjasama membawa umat dalam perjumpaan dengan Yesus seperti dalam bacaan Injil Markus 2: 1-4 teman-teman orang lumpuh yang membawa temannya kepada Yesus agar dapat sembuh.

    “Hal yang diambil dalam bacaan ini adalah kebersamaan dan yang luar biasa adalah iman pada Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan. Iman orang sakit inilah yang menjadi modal dasar untuk sembuh, tidak ada kata putus asa. Iman harus diwujudnyatakan melalui perbuatan dan perjuangan. Maka ketika kalian (mahasiswa/i) ingin lulus cepat maka jangan belajar dengan santai, belajarlah dengan giat serta andalkan Tuhan Yesus, sebab tidak ada artinya jika tidak dekat dengan Tuhan”, ucap Mgr. Agus. Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di area lingkungan kampus.

    Penulis

    Angel M.

  • Rakor Transformasi STAKat: Penguatan Perencanaan Anggaran STAKat Negeri Pontianak menuju Institut Katolik Negeri

    Pembukaan Kegiatan

    Selasa, 16 Juli 2024 STAKat Negeri Pontianak dan Dirjen Bimas Katolik melakukan rapat koordinasi transformasi STAKat Negeri Pontianak di Hotel Golden Tulip Pontianak. Sebanyak 53 peserta yang tergabung antara STAKat Negeri Pontianak dan tim transformasi Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD). FGD diketuai oleh Wakil Ketua 1 STAKat Negeri Pontianak, Dr. F. Sutami. Dalam laporannya, Sutami mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini mendasarkan diri pada pandangan modern dengan titik berat kepada tiga aspek yaitu, kemandirian (autonomy), akuntabilitas (accountability), dan jaminan kualitas (quality assurance). Uuntuk mencapai tujuan mulia tersebut, STAKat Negeri Pontianak akan menyiapakan sumber daya manusia yang unggul serta memiliki daya saing secara nasional bahkan internasional dan tidak dapat dipungkiri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang handal.

    Secara khusus FGD ini bertemakan Penguatan Perencanaan Anggaran STAKat Negeri Pontianak menuju Institut dan Universitas Katolik Negeri. Untuk itu, STAKat turut mengundang Kementerian PPN/Bappenas dan Biro Perencanaan Kementerian Agama untuk memberikan paparan mengenai dukungan anggaran pada Perguruan Tinggi.

    Fokus Pembangunan Tahun 2025

              Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. yang membuka secara resmi kegiatan ini mengingatkan kembali tentang penyelesaian pakta integritas Dirjen Bimas Katolik dengan Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas yang salah satunya adalah program transformasi STAKat menjadi Institut yang ditargetkan selesai sebelum Oktober 2024. Tahun 2025, Dirjen Bimas Katolik akan memotong anggaran untuk pertemuan-pertemuan dan fokus pada pembangunan infrastruktur STAKat dan SMAK, terutama untuk wilayah 3T. “Para pejabat eselon 1 dan 2 telah diingatkan kembali oleh Menteri mengenai pakta integritas terkait bantuan masyarakat yang telah di serahkan, begitupula untuk perubahan bentuk STAKat ini. Pak Menteri menyampaikan agar kita bersama mengawal marwah dari Kementerian Agama dengan anggaran yang telah ditetapkan supaya dirasakan seluruh masyarakat.”, ujar Suparman.

              Sebelum acara pembukaan berakhir, Romo Laurentius Prasetyo, CDD memimpin seluruh peserta dalam doa. Kemudian, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. memulai FGD dengan pemaparan desain pengembangan STAKat Negeri Pontianak. Ketua memaparkan bahwa perlu adanya perluasan akses Pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau bagi umat Katolik. Maka dari itu, STAKat hadir untuk membantu Pendidikan Katolik di Indonesia dan baik pula apabila STAKat dapat berkontribusi bagi peningkatan IPM Kalimantan Barat. “STAKat ingin berkontribusi terhadap pembangunan IPM di Kalimantan Barat. Caranya adalah melalui pengembangan kampus ini menjadi Institut bahkan Universitas. Regulasi juga menuntut semua Perguruan Tinggi harus menjadi badan layanan umum”, sambung Ketua. Ketua mengatakan setidaknya ada 11 ruangan yang urgent untuk dibangun mengingat ada 3 tambahan prodi baru untuk program sarjana. Total kebutuhan ada 30 sarana prasarana.

    Namun, hal ini mendapat tanggapan dari Direktur Kemen PPN/Bappenas, Andri N.R. Mardiah, Ph.D. Beliau mengatakan bahwa akan lebih baik jika STAKat mencari hibahan tanah dari Pemda Kubu Raya dan menitikberatkan pembangunan sarana prasarana yang lebih esensial seperti gedung kelas bukan gedung pertemuan kecuali gedung auditorium tersebut memiliki Lab untuk kegiatan belajar mahasiswa. Beliau menambahkan bahwa pengadaan rusunawa yang STAKat rencanakan dalan desain pengembangan sebaiknya bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama yang diwakili oleh Kepala Tim Perencanaan Rijal Roihan, mendukung penganggaran sesuai yang diharapkan oleh STAKat Negeri Pontianak apabila diusulkan dengan baik.

     

              Hal lainnya yang menyangkut dasain pengembangan, terkait persyaratan Lektor Kepala untuk perubahan bentuk ini, masih bergantung pada revisi PMA 81 Tahun 2022. Jika menggunakan syarat revisi maka sudah terpenuhi 1 orang yaitu Ketua STAKat sendiri yang masih dalam proses mutasi ke Kementerian Agama dari Kemendikbud serta 1 orang dosen lainnya. Kedepannya, STAKat akan melakukan pengembangan besar-besaran secara bertahap baik itu SDM hingga sarana prasarana dengan anggaran yang sudah ditetapkan. 

     

    Penulis : Angel M.

    Editor :  Yusi Kurniati., M.Pd

  • Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di wilayah STAKat Negeri Pontianak

     

    Kubu Raya, 28 Desember 2022 – Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak siap melaksanakan reformasi birokrasi yang merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional, sesuai dengan prinsip – prinsip Good Governance. Reformasi Birokrasi secara resmi diterbitkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional 2010 – 2025 mengenai pedoman pelaksanaan program reformasi birokrasi Nasional. Di dalam peraturan tersebut terangkum tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

    Sebagai langkah awal mendukung upaya tersebut, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di STAKat Negeri Pontianak. Acara pencanangan pembangunan ZI di wilayah STAKat Negeri Pontianak yang merupakan sebuah pilot project dilaksanakan di Aula Gedung Santo Agustinus pada Rabu, 28 Desember 2022.

    Dalam sambutan pembukaannya, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, ST.,M.Eng menyampaikan “Pelaksanaan ZI ini menyangkut banyak unsur. Tidak hanya tentang pelayanan akademik, tapi juga menyangkut administrasi, keuangan, sarana dan prasana, dan lain sebagainya”, tutur beliau.

    Juga dalam sambutannya, ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapan kepada seluruh pimpinan untuk dapat mengimplementasikan ZI pada unit kerja masing-masing. Semua unit kerja diminta memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan.

    “Meskipun pencanangan ZI ini masih dalam bentuk pilot project, sejatinya seluruh unit kerja di lingkungan STAKat Negeri Pontianak harus berusaha mengimplementasikannya dengan target akhir STAKat Negeri Pontianak memperoleh predikat WBK/WBBM”, tegas beliau.

    Dalam acara pencanangan tersebut juga turut hadir Reflen Nainggolan, S.H, selaku Kasat Binmas Polres Kubu Raya, AKP, Martinus Sudamo, S.H. selaku Anggota DPRD Prov. KalBar, TH.C. Leydianto, S.I.P.,M.Si., selaku Kaban Kesbangpol KKR, dan Drs. Yosep selaku Pembimas Katolik Kanwil Kemenag KalBar.

     

    Penulis: Tetty Simbolon

     

  • Rapat Kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024

    Ketua STAKat Negeri Pontianak menghadiri kegiatan Rapat kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024 pada 26 sampai 28 Februari 2024 lalu. Dalam kegiatan ini, Ditjen Bimas Katolik mendorong agar seluruh mitra kerja untuk dapat lebih bekerja cerdas untuk menyukseskan komitmen kerja. Rapat kerja tahun 2024 ini menekankan pada transformasi bidang Pendidikan Katolik dan Urusan Agama Katolik.

    Rapat koordinasi bidang Pendidikan yaitu mengenai transformasi Pendidikan dengan melakukan percepatan perubahan STAKat Negeri Pontianak menjadi Institut, Percepatan status SMAK Negeri Ende menjadi SMAK unggul. Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. selalui Ketua STAKat Negeri Pontianak mengatakan bahwa kampus saat ini telah menyelesaikan tahapan pembentukan 3 prodi baru diantaranya Konseling Pastoral, Pastoral dan Teologi sebagai syarat Sekolah Tinggi menjadi Institut. “Mudah-mudahan percepatan transformasi STAKat Negeri Pontianak dapat berjalan di tahun ini”, tutur Ketua STAKat Negeri Pontianak.

    Dalam kegiatan ini pula, Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. mengundang secara khusus mahasiswa UKM Seni Tari dan Musik Tradisional Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Sanggar Widya Pratama Tarigas untuk turut mensuskseskan acara dengan mempersembahkan tari dan musik Dayak kepada para tamu yang menghadiri kegiatan. Hal ini menjadi kebanggan tak hanya bagi UKM Seni dan Tari tapi juga kampus STAKat Negeri Pontianak karena memiliki anak-anak muda yang kreatif dan melestarikan budaya. “Kami sangat berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada anak-anak UKM Seni Tari dan Musik untuk dapat tampil di kegiatan Rapat Kerja. Semoga semua orang yang hadir dapat menikmati tarian dan musik Dayak khas Kalimantan Barat yang kami bawakan”, ujar Florentina, M.Th. selaku Pembina UKM Seni Tari dan Musik.

    Penulis: Angel M.

  • Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak dalam Dies Natalis Ke 7

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak  menggelar dies natalies ke-7 bertempat di Gedung Praktik Liturgi, Rabu, 17 Januari 2024 dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak”. 

    Serangkaian acara dilaksanakan dalam memperingati Dies Natalies STAKat Negeri Pontianak yang ke-7. Kegiatan bakti sosial seperti donor darah, kunjugan ke panti serta beberapa acara lomba dilaksanakan mulai tanggal 8 s.d 14 Januari 2024 dan ditutup dengan acara puncak pada 17 Januari 2024. Serangkaian acara lomba yang dilaksanakan meliputi lomba volley campur, tenis meja, vocal group, menghias tumpeng, katekese audiovisual hingga membuat poster Dies Natalis. Tidak hanya itu, kegiatan jalan santai untuk memperat tali persaudaraan seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak juga dilaksakan pada 15 Januari 2024 dan dilanjutkan dengan kegiatan orasi ilmiah yang dipimpin oleh Pastor Prof. Dr. William Chang, OFM Cap yang berlangsung pada tanggal 16 Januari 2024.

    Puncak perayaan acara Dies Natalis Ke 7 dilaksanakan tepat pada hari ulang tahun STAKat Negeri Pontianak yaitu pada tanggal 17 Januari. Acara puncak Dies Natalis dimulai dengan acara Misa Dan Pembinaan Rohani yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

    Acara puncak perayaan Dies Natalis ke-7 ini terasa special karena dihadiri oleh Dirjen Bimas Katolik RI, Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si, Direktur Pendidikan Bimas Katolik RI, Bapak Dr. Salman Habeahan, S.Ag.,M.M., beserta tim Bimas Katolik dalam upaya tumbuh bersama Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi institut.  

    “Saya berharap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi keagamaan Katolik negeri pertama dapat menjadi role model dan dapat berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia.” Ungkap Dirjen Bimas Katolik dalam sambutannya.

    Lebih lanjut Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si  menekankan pentingnya terobosan pengembangan cyber di lingkungan STAKat Negeri Pontianak.  

    “Saya berharap pendidikan jarak jauh dapat dikelola dengan baik sehingga mahasiswa/i STAKat Negeri Pontianak dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Kami juga terus bekerja sama dengan gereja sehingga terbentuklah pendidikan yang berbasis gereja dimana tercipta kualitas mahasiswa Katolik yang memiliki pengetahuan yang tinggi yang juga didukung oleh moralitas yang baik.”

    Senada dengan harapan Bapak Dirjen, Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Gereja Katolik dan pemerintah dalam membentuk pendidikan Katolik di Indonesia.

    “Saya sangat setuju bahwa harus tercipta kerjasama antara pemerintah dan gereja Katolik. Saya harap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi agama Katolik pertama dan satu-satunya di Indonesia dapat menjadi role model dimana Gereja Katolik tidak perlu ragu lagi untuk bekerja sama dengan pemerintah.” Ungkap Mgr. Agustinus Agus.

    Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng selaku Ketua STAKat Negeri Pontianak secara khusus menyampaikan kesan dan harapannya akan STAKat Negeri Pontianak dalam ulangtahunnya yang ke -7.

    “Dies ke 7 kali ini adalah momen kesempatan unik bagi STAKat Negeri Pontianak untuk bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut. Meski kami paham tentunya masih banyak yang harus kami benahi.”

    Menanggapi terobosan dalam teknologi dan informasi digital, Ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan bahwa peningkatan kualitas akademik serta teknologi dan informasi digital menjadi poin penting untuk diterapkan dan ditingkatkan.

    “Kami sudah menerapkan penggunaan teknologi dan informasi digital dari tahun lalu dan terus kami tingkatkan setiap tahunnya.”

    Tidak lupa dalam kata penutupnya, Sunarso mengajak seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak untuk terus berusaha yang terbaik memperbaiki dan meningkatkan kualitas.

    “STAKat Negeri Pontianak adalah rumah dan kita harus terus berjuang dalam meningkatkan kualitas sehingga dalam waktu tidak lama lagi kita dapat bertransformasi menjadi institut.”

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

     

  • Evaluasi dan Rencana Kinerja Sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Kubu Raya- Jumat, 26 Desember 2023 pegawai fungsional yang membidangi pengadministrasian atau sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan evaluasi Kinerja 2023 dan rencana kerja 2024.

    Beberapa hal disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan, Andreas Alsandriata, S.Ag., M.Si. dalam rapat yakni pembagian kinerja tim keuangan, rencana pembentukan tim arsiparis, dan pembentukan tim humas serta pembagian tugas bagi CPPPK TA 2023. Selain itu, dalam upaya mendukung peningkatan kompetensi pegawai sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak demi terwujudnya kinerja yang efektif dan efisien kedepannya pegawai akan didukung untuk mengikuti pelatihan-pelatihan penunjang kinerja, terutama pelatihan IT, pengembangan web dan pelatihan penggunaan aplikasi untuk Perguruan Tinggi.

    “Lembaga mendukung teman-teman sekretariat dalam peningkatan kompetensi maupun kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak”, tutur Andreas.

     

    Penulis       : Angel Melinda