Rapat Kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024

Ketua STAKat Negeri Pontianak menghadiri kegiatan Rapat kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024 pada 26 sampai 28 Februari 2024 lalu. Dalam kegiatan ini, Ditjen Bimas Katolik mendorong agar seluruh mitra kerja untuk dapat lebih bekerja cerdas untuk menyukseskan komitmen kerja. Rapat kerja tahun 2024 ini menekankan pada transformasi bidang Pendidikan Katolik dan Urusan Agama Katolik.

Rapat koordinasi bidang Pendidikan yaitu mengenai transformasi Pendidikan dengan melakukan percepatan perubahan STAKat Negeri Pontianak menjadi Institut, Percepatan status SMAK Negeri Ende menjadi SMAK unggul. Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. selalui Ketua STAKat Negeri Pontianak mengatakan bahwa kampus saat ini telah menyelesaikan tahapan pembentukan 3 prodi baru diantaranya Konseling Pastoral, Pastoral dan Teologi sebagai syarat Sekolah Tinggi menjadi Institut. “Mudah-mudahan percepatan transformasi STAKat Negeri Pontianak dapat berjalan di tahun ini”, tutur Ketua STAKat Negeri Pontianak.

Dalam kegiatan ini pula, Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. mengundang secara khusus mahasiswa UKM Seni Tari dan Musik Tradisional Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Sanggar Widya Pratama Tarigas untuk turut mensuskseskan acara dengan mempersembahkan tari dan musik Dayak kepada para tamu yang menghadiri kegiatan. Hal ini menjadi kebanggan tak hanya bagi UKM Seni dan Tari tapi juga kampus STAKat Negeri Pontianak karena memiliki anak-anak muda yang kreatif dan melestarikan budaya. “Kami sangat berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada anak-anak UKM Seni Tari dan Musik untuk dapat tampil di kegiatan Rapat Kerja. Semoga semua orang yang hadir dapat menikmati tarian dan musik Dayak khas Kalimantan Barat yang kami bawakan”, ujar Florentina, M.Th. selaku Pembina UKM Seni Tari dan Musik.

Penulis: Angel M.

Similar Posts

  • STAKat Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bersama Tim ZI Biro Ortala dan Tim Bimas Katolik

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam rangka reformasi birokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng dalam sambutan pembukaan Focused Group Discussion Strategi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK bersama Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI dan tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik pada Kamis (06/12/22) hingga Jumat (07/12/22) di Ruang Rapat Utama STAKatN Pontianak.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kartika Damawanti, S.Kom, MM. Selaku Kabag Fasilitasi Reformasi Birokrasi dan Pelaporan Biro Ortala Kemenag RI, Ermina Suyanti, S.Sos, M.Si. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Subbagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Sekretariat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, para wakil ketua, dosen dan staff STAKatN Pontianak.

    Dalam materinya, Kartika mengatakan tujuan membangun Zona Integritas adalah memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam menuju WBK dan WBBM, serta bagaimana satker bisa memberikan pelayanan seefisien mungkin kepada masyarakat, yang mana tujuan akhirnya untuk lebih meningkatkan pelayanan dan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Kartika juga menyampaikan mengenai penilaian reformasi birokrasi pada Kemenag dilaksanakan melalui PMPRB dan PMPZI demi meningkatkan kualitas tata kelola Kemenag.

    “jadi pada intinya sasaran ZI WBK WBBM itu sendiri mengacu pada permenpan RB Nomor 25 tahun 2020 dengan indikator birokrasi yang bersih, birokrasi yang kapabel, serta pelayanan publik yang prima yang semua pada intinya untuk dapat menghasilkan pemerintahan yang baik,tegas Kartika.

    Ketua STAKatN Pontianak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. juga menambahkan bahwa STAKatN Pontianak terus berusaha memberikan yang terbaik dalam upaya memperoleh predikat Zona Integritas WBK, “Kami mencoba mengembangkan inovasi-inovasi yang berdampak. Selain inovasi yang berdampak, inovasi yang berskala kecil pun akan tetap kami perhatikan. Semua lapisan sivitas akademik STAKatN Pontianak harus paham apa itu Zona Integritas, sehingga pekerjaan ini tidak hanya dipahami dimaknai oleh pimpinan saja, tetapi seluruh warga STAKatN Pontianak, mulai dari dosen, staf sampai tenaga keamanan dan kebersihan. Semoga dengan begitu, tujuan kami untuk menjadi satker dengan Zona Integritas WBK dapat terwujud.”

     

    Penulis: Tetty Simbolon

  • Minimalisir resiko kanker serviks dan kanker payudara, DWP Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak Dukung Tes IVA dan SADANIS Serentak

    Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi resiko kanker serviks dan kanker payudara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak ikut serta dalam pelaksanaan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis (Periksa Payudara Klinis) secara gratis di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Baratpada Rabu 10Agustus 2022.Tes IVA dan Sadinis, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh DWP Kemenag RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-77. Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat besar,untuk seluruh Indonesia ada 16.335 peserta yang sudah mendaftar, sementara untuk Kalimantan Barat ada sekitar 300 orang peserta yang mendaftar.

    Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan DWP di 34 Kanwil Kemenag Provinsi, sejumlah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Di Pontianak, DWP Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, DWP Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dan DWP STAKatNegeri Pontianak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, melaksanakan kegiatan di Aula Kanwil Kemenag Kalbar. Pembukaan kegiatan dilaksanakan melalui Zoom oleh DWP Kemenag RI yang disaksikan bersama-sama oleh DWP di seluruh daerah. Setelah upacara pembukaan, kegiatan tes IVA danSadanis dilaksanakan di Mess Kanwil Kemenag Kalbar. Patut disyukuri bahwa dari hasil pemeriksaan para peserta dinyatakan sehat dari kanker serviks dan kanker payudara.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Hary Agung Tjahyadi,sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan tes IVA dan Sadanis tersebut.“Diharapkan Tes IVA dan Sadanis ini rutin dilakukan paling tidak 6 bulan sekali atau satu tahun sekali,semoga lain kali bisa dilakukan terus,” ucap Bapak Hary Agung Tjahya didalam sambutannya.

    Hal yang senada juga disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Bapak Syahrul Yadi, yang menegaskan pentingnya tes IVA dan Sadanis untuk medeteksi secara dini kanker serviks dan kanker payudara, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi resiko yang diakibatkannya. Selain itu, beliau mengapresiasi kerja sama yang baik antara DWP Kanwil Kemenag Kalbar, DWP IAIN Pontianak, dan DWP STAKat Negeri Pontianak, dan berpesan agar kerja sama tersebut ditingkatkan di masa yang akan datang.

    Pada kesempatan yang sama, Ibu Ahaiyati Sunarso selaku Ketua DWP STAKat Negeri Pontianak yang baru saja terbentuk, menyatakan bahwa kegiatan Tes IVA dan Sadanis merupakan kegiatan yang perlu diapresiasi karena merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kaum wanita. Melalui kegiatan tes IVA dan Sadanis, gejala kanker serviks dan kanker payudara dapat dideteksi pada tahap awal sehingga dapat dilakukan tindakan penyembuhan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, dan diharapkan dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut. 

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

  • Cegah perilaku korupsi sejak dini, DWP Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Gelar Pembinaan dan Sosialisasi

    Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Kusemai Nilai Bagi Pengurus dan Anggota DWP yang digelar di Gedung Santa Maria Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak pada Jumat, 24/11/2023.

    Kusemai Nilai, Kutanam Sembilan Nilai yang meliputi Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Disiplin, Adil, Peduli dan Kerja Keras, merupakan salah satu program Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini.

    Pada kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Kusemai Nilai ini dihadiri oleh Ketua STAKatN Pontianak, Dr. Sunarso S.T.,M.Eng., Ketua DWP Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak, Ibu Ahaiyati Sunarso, Wakil Ketua DWP, ibu Florensia Sumarsih, seluruh anggota DWP STAKatN Pontianak serta mahasiswa/i STAKatN Pontianak.

    Ketua DWP STAKatN Pontianak, Ibu Ahaiyati Sunarso menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk terbangunnya ekosistem budaya integritas melalui pemahaman nilai-nilai dasar Kemenag yaitu “Ber-AKHLAK” serta nilai anti korupsi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan perempuan dan istri sebagai titik awal pendidikan nilai anti korupsi.

    “Peran istri sebagai pendamping suami diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan pertama dalam pencegahan korupsi. Kita mulai dari keluarga yang terus meluas ke jejaringan sosial masing-masing,” tegas Ibu Ahaiyati.

    Di kesempatan yang sama, Ketua STAKatN Pontianak, Dr. Sunarso S.T., M.Eng., menambahkan bahwa pada akhir tahun 2022 STAKatN Pontianak sudah mencanangkan pembangunan Zona Intergritas (ZI) menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. Komitmen integritas seluruh civitas akademika STAKatN Pontianak menjadi sangat penting dan pastinya usaha ini perlu mendapat dukungan dari keluarga.

    “Kegiatan sosialisasi kusemai nilai ini diharapkan dapat menjadi wadah kita belajar bersama untuk memahami pentingnya menjaga nilai integritas tersebut. Saya berharap kegiatan ini dapat terus memperkuat tali persaudaraan dan keakraban diantara keluarga besar STAKatN Pontianak,” tambah Bapak Sunarso dalam akhir kata sambutannya.

     

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

    Image: TNS

  • Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak 2022

    https://www.stakatnpontianak.ac.id/- Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak (STAKatN Pontianak) menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2022 mulai tanggal 05 – 08 April 2022 yang berlangsung di Hotel Orchard, Gajahmada, Pontianak.

    Ketua STAKat Negeri Pontianak, Bapak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. dalam sambutannya menyampaikan bahwa raker ini adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk menyusun rencana pelaksanaan kegiatan di STAKatN Pontianak.  Kegiatan raker ini dihadiri oleh seluruh pengelola STAKatN Pontianak dengan jumlah total peserta 25 orang. Raker kali ini ditujukan khusus untuk penyempurnaan rencana strategis, penyusunan rencana operasional, dan rencana persiapan revisi anggaran. Penyempurnaan rencana strategis diharapkan berfokus pada rencana peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan tata kelola dan SDM agar STAKatN Pontianak bisa meningkatkan statusnya menjadi institut dalam 4 atau 5 tahun kedepan. Raker ini diharapkan dapat menjadi fondasi STAKatN Pontianak agar dapat memberikan akses pendidikan kepada masyarakat luas terutama bagi masyarakat Katolik.

    Dalam sambutannya, Ketua STAKatN Pontianak juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini STAKatN Pontianak memberikan perhatian secara khusus pada persiapan dokumen pengajuan zona integritas yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam rapat koordinasi pejabat bimas katolik pusat dan daerah di Jakarta 2022.

    Rapat kerja yang dilaksanakan di selama empat hari ini juga dihadiri oleh (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Bapak Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum, Mgr. Agustinus Agus, selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si. selaku Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Bapak Yuvensius Sepur, S. Fil. selaku Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Direktorat Pendidikan Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama.

    Bapak Dirjen dalam sambutannya menekankan dua hal penting yaitu mengenai kebiasaan business as usual dan kebaruan.

    “Tidak ada lagi business as usual, tidak ada lagi sistem copas kegiatan. Kita harus terus melakukan terobosan dan inovasi.” ungkap beliau

    Tidak hanya mengikuti raker, dalam kunjungannya ke Pontianak,  Bapak Dirjen juga menyempatkan untuk melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar di STAKatN Pontianak. Dalam kunjungannya kali ini Bapak Dirjen mengingatkan pentingnya berbagai macam kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan kreasi baru yang tetap dapat mempertahankan kekhasan kekatolikan. STAKatN Pontianak diharapkan menjadi semakin unggul dan semakin cepat untuk menjadi institut dalam empat atau lima tahun kedepan sehingga STAKatN Pontianak bisa menjadi role model untuk sekolah tinggi lainnya di seluruh Indonesia. 

    Mengakhiri kata sambutannya, tak lupa Bapak Dirjen juga menyampaikan harapannya agar raker ini dapat menjadi awal bangkitnya STAKatN Pontianak untuk mengambil tempat dalam percaturan dunia pendidikan tinggi yang dinamis demi masa depan yang penuh keberhasilan dan tentunya berkelanjutan.

     

     

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon

  • Capacity Building: Maju dan Tumbuh Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama. Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak” di Rumah retret St. John Paul II Anjongan, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf serta 7 orang mahasiswa ini berlangsung selama 27 – 29 Mei 2024. Digelar selama 3 hari, pantia ice breaking yang merupakan pegawai STAKat Negeri Pontianak bersama dengan narasumber, Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM memberikan begitu banyak permainan dan materi yang menarik.

    Capacity building ini diketuai oleh Joko Dwitanto, S.T., M.M. dalam sambutannya Joko menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia melalui penguatan institusi. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak yang turut hadir memberikan pengarahan serta membuka kegiatan. “Momen ini diharapkan dapat merilekskan sejenak pikiran serta merenungkan seberapa jauh kebersamaan dan menghidupinya di kampus STAKat.”

    Ketua, Dr. Sunarso, S.T. M.Eng. mengatakan kerjasama dan support antara dosen-karyawan-mahasiswa sangat diperlukan. Contoh paling nyata kerjsama nya adalah dalam hal akreditasi. “Kita semua harus saling support, sebab mahasiswa-dosen-karyawan memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal akreditasi, jika akreditasi baik sekali maka mahasiswa akan lebih berpeluang untuk mengikuti CPNS. Begitu juga pegawai, kaitannya dengan jumlah mahasiwa yang tertarik ke STAKat”, tutur Ketua.

    Sebagai Perguruan Tinggi Katolik yang menjunjung nilai-nilai kekatolikan, hari pertama kegiatan diadakan Misa yang dibawakan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kotbah nya, Mgr. Agus mendukung penuh Kerjasama antara gereja dan STAKat Negeri Pontianak terutama perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut serta menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

    Penulis: Angel M.

  • PPID STAKAT DALAM SELF ASSESMENT QUESTIONARE

    Sekretariat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia dalam kegiatan Self Assesment Questionare di UIN Alaudin Makassar pada 6-7 Agustus 2025. Ini bertujuan untuk membantu Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama dalam pengisian SAQ e-monev KIP pada bulan September 2025 mendatang.

    Rektor UIN Alaudin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejatinya informasi itu telah dilaksanakan hanya saja banyak yang tidak terdokumentasi dengan baik. Saat ini, terdata masih banyak Perguruan Tinggi Keagamaan yang masih belum informatif. Itulah mengapa, STAKat Negeri Pontianak juga berusaha untuk memenuhi keterbukaan informasi publik berdasarkan Perki Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Standar Layanan Informasi Publik, Informasi publik mengingat keterbukaan informasi publik ini menjadi hal yang penting sebagai bagian dari transparansi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

    Reno selaku Staf Ahli Keterbukaan Informasi Publik RI menerangkan bahwa, Perguruan Tinggi wajib mengumumkan hal-hal yang berkaitan dengan mahasiswa sebagai core dari layanan pendidikan.