Capacity Building: Maju dan Tumbuh Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak

Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama. Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak” di Rumah retret St. John Paul II Anjongan, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf serta 7 orang mahasiswa ini berlangsung selama 27 – 29 Mei 2024. Digelar selama 3 hari, pantia ice breaking yang merupakan pegawai STAKat Negeri Pontianak bersama dengan narasumber, Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM memberikan begitu banyak permainan dan materi yang menarik.

Capacity building ini diketuai oleh Joko Dwitanto, S.T., M.M. dalam sambutannya Joko menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia melalui penguatan institusi. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak yang turut hadir memberikan pengarahan serta membuka kegiatan. “Momen ini diharapkan dapat merilekskan sejenak pikiran serta merenungkan seberapa jauh kebersamaan dan menghidupinya di kampus STAKat.”

Ketua, Dr. Sunarso, S.T. M.Eng. mengatakan kerjasama dan support antara dosen-karyawan-mahasiswa sangat diperlukan. Contoh paling nyata kerjsama nya adalah dalam hal akreditasi. “Kita semua harus saling support, sebab mahasiswa-dosen-karyawan memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal akreditasi, jika akreditasi baik sekali maka mahasiswa akan lebih berpeluang untuk mengikuti CPNS. Begitu juga pegawai, kaitannya dengan jumlah mahasiwa yang tertarik ke STAKat”, tutur Ketua.

Sebagai Perguruan Tinggi Katolik yang menjunjung nilai-nilai kekatolikan, hari pertama kegiatan diadakan Misa yang dibawakan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kotbah nya, Mgr. Agus mendukung penuh Kerjasama antara gereja dan STAKat Negeri Pontianak terutama perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut serta menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

Penulis: Angel M.

Similar Posts

  • Peranan Sarjana Katolik dalam Merajut Kebhinekaan

    “Seorang Sarjana Katolik harus memiliki dasar yang kuat dalam nilai-nilai Katolik saat terjun dalam masyarakat” demikian ungkap Maria Goretty di temu Alumni STAKatN Pontianak, 12-14 November 2021. Tokoh Perempuan Katolik yang saat ini menjabat sebagai DPD-RI Kalbar untuk ke empat kalinya, diundang untuk memberikan penguatan akademik bagi para alumnus.

    Alumni STAKatN Pontianak pada umumnya menjadi katekis di berbagai daerah. Menurut Maria, katekis itu selalu dipandang oleh umat sebagai tokoh lokal. Mereka identik dengan pengetahuan keagamaan yang mendalam dan teladan dalam beriman. Akan tetapi, ketokohan ini harus dipahami sebagai panggilan yang diterima oleh katekis yaitu panggilan untuk melayani. Artinya, mereka yang terpilih menjadi katekis mememilik tanggung jawab untuk menghadirkan diri secara untuk melanani umat, melayani masyarakat.

    Panggilan yang diterima oleh alumni ini menjadi semakin penting dalam konteks persoalan nasional yang sedang kita hadapi. Mengutip perkataan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Maria menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan. Ada banyak piihak yang mencoba menggerogoti nilai-nilai Pancasila: keyakinan pada Tuhan, kemanusian, persatuan dalam keragaman, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Para alumnus harus siap untuk terjun meresponnya baik secara komunal maupun individual.

    Agar alumni siap, Maria memberikan point penting. Point pertama, alumni harus kuat dalam kekatolikan. Kuat dalam kekatolikan artinya menghidupi nilai-nilai kekatolikan secara kuat. Nilai ini harus menjadi semangat dasar bagi alumni dalam tindakan dan laku mereka. Kedua, alumni harus siap masuk dalam isu-isu nasional. Sikap diam dan cuek terhadap persoalan di masyarakat bukanlah ciri khas seorang sarjana Katolik, melainkan aktif memberikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Ketiga, memaknai kebinekaan sebagai anugerah. Keragaman adalah Identitas otentik negara Indonesia. Alumni dipanggil untuk senantiasa merefleksikan fakta ini. Keempat, membangun generasi katolik sejati yang jujur, berjiwa kerja dan selalu siap melayani. Kelima, siap dibenci demi nilai-nilai ajaran katolik.

     

     

    Penulis: Subandri Simbolon

  • Salah satu Dosen STAKat Negeri Pontianak terpilih sebagai pelatih dalam program English Language Teacher Trainer (ELTT) 2024

    Salah satu dosen Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Tetty Novitasari Simbolon, M.A terpilih sebagai salah satu pelatih dalam program English Language Teacher Trainer (ELTT) 2024. Program yang didanai oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan World Learning bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas guru bahasa Inggris dan pendidik guru di Indonesia.

    Dalam program ELTT yang ketiga ini, World Learning menyeleksi dosen bahasa Inggris dari 10 kota di seluruh Indonesia. Dari banyak pendaftar, terpilih 40 dosen terbaik yang akan melatih 480 guru bahasa Inggris di Indonesia.

    Dalam pembukaan kegiatan Training for Trainers yang juga bertepatan dengan hari ulangtahun ke 75 kerjasama Indonesia-Amerika, Direktur Regional English Language Officer (RELO) Jakarta, Dr. Ruth Goode, menyatakan program ini mendukung penguatan Kemitraan Strategis AS-Indonesia dengan meningkatkan kapasitas melalui pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.

    Dalam perannya sebagai trainer, Tetty berharap pelatihan yang ia terima nantinya dapat juga bermanfaat bagi guru-guru bahasa Inggris di Taman Seminari maupun Sekolah Menengah Agama Katolik.

     

    Penulis : Tetty

  • Pemilove : Upaya Pemantik Kesadaran dalam Menciptakan Pemilu Damai

    Kubu Raya – Senin, 12 Februari 2024 segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengikuti kegiatan Doa Bersama secara Online/Daring untuk Pemilu Damai. Kegiatan Doa Bersama ini diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada pukul 14.00 WIB. Adapun Doa Lintas Agama ini di doakan oleh perwakilan Bimas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Puspimdik Kong Hu Chu.

    Dalam kegiatan Dirjen Bimas Islam menyampaikan sambutannya, “Kegiatan doa bersama diikuti oleh 300 peserta para remaja dan santri pemilih pemula. Kepemudaaan lintas iman, tokoh masyarakat dan organisasi dari 6 agama di Indonesia.” Dirjen Bimas Islam juga menilai betapa pentingnya keterlibatan mereka dalam pemilu 2024 dan berharap pemilu berjalan dengan lancar, damai dan penuh cinta.

    Selanjutnya sambutan dari Bapak Wakil Menteri Kementerian Agama Republik Indonesia, “Kita memohon kekuatan, ridho dan perkenan dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar Pemilu berjalan dengan damai dan baik. Dalam rangka menuju Indonesia Indonesia emas 2040, bonus demografi dapat menjadi hal yg baik namun juga buruk jika kita tidak mengenalkan komintmen kebangsaan kepada anak muda. Maka kita adakan acara Pemilove untuk pemantik kesadaran pada para pemuda/I untuk menyampaikan hak pilihnya pada 14 Februari 2024. Diharapkan juga melalui doa lintas agama ini semoga kita dapat memiliki pemimpin baru yang akan membawa perahu besar nusantara di tahun 2040”.

    Kegiatan Pemilove ini juga turut dimeriahkan oleh penyanyi Olivia Pardede, Finalis Indonesian Idol Musim X dan bintang tamu lainnya yakni Habib Ja’far dan Onadio Leonardo

     

    Penulis: Angel Melinda

     

     

  • Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak dalam Dies Natalis Ke 7

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak  menggelar dies natalies ke-7 bertempat di Gedung Praktik Liturgi, Rabu, 17 Januari 2024 dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak”. 

    Serangkaian acara dilaksanakan dalam memperingati Dies Natalies STAKat Negeri Pontianak yang ke-7. Kegiatan bakti sosial seperti donor darah, kunjugan ke panti serta beberapa acara lomba dilaksanakan mulai tanggal 8 s.d 14 Januari 2024 dan ditutup dengan acara puncak pada 17 Januari 2024. Serangkaian acara lomba yang dilaksanakan meliputi lomba volley campur, tenis meja, vocal group, menghias tumpeng, katekese audiovisual hingga membuat poster Dies Natalis. Tidak hanya itu, kegiatan jalan santai untuk memperat tali persaudaraan seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak juga dilaksakan pada 15 Januari 2024 dan dilanjutkan dengan kegiatan orasi ilmiah yang dipimpin oleh Pastor Prof. Dr. William Chang, OFM Cap yang berlangsung pada tanggal 16 Januari 2024.

    Puncak perayaan acara Dies Natalis Ke 7 dilaksanakan tepat pada hari ulang tahun STAKat Negeri Pontianak yaitu pada tanggal 17 Januari. Acara puncak Dies Natalis dimulai dengan acara Misa Dan Pembinaan Rohani yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

    Acara puncak perayaan Dies Natalis ke-7 ini terasa special karena dihadiri oleh Dirjen Bimas Katolik RI, Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si, Direktur Pendidikan Bimas Katolik RI, Bapak Dr. Salman Habeahan, S.Ag.,M.M., beserta tim Bimas Katolik dalam upaya tumbuh bersama Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi institut.  

    “Saya berharap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi keagamaan Katolik negeri pertama dapat menjadi role model dan dapat berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia.” Ungkap Dirjen Bimas Katolik dalam sambutannya.

    Lebih lanjut Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si  menekankan pentingnya terobosan pengembangan cyber di lingkungan STAKat Negeri Pontianak.  

    “Saya berharap pendidikan jarak jauh dapat dikelola dengan baik sehingga mahasiswa/i STAKat Negeri Pontianak dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Kami juga terus bekerja sama dengan gereja sehingga terbentuklah pendidikan yang berbasis gereja dimana tercipta kualitas mahasiswa Katolik yang memiliki pengetahuan yang tinggi yang juga didukung oleh moralitas yang baik.”

    Senada dengan harapan Bapak Dirjen, Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Gereja Katolik dan pemerintah dalam membentuk pendidikan Katolik di Indonesia.

    “Saya sangat setuju bahwa harus tercipta kerjasama antara pemerintah dan gereja Katolik. Saya harap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi agama Katolik pertama dan satu-satunya di Indonesia dapat menjadi role model dimana Gereja Katolik tidak perlu ragu lagi untuk bekerja sama dengan pemerintah.” Ungkap Mgr. Agustinus Agus.

    Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng selaku Ketua STAKat Negeri Pontianak secara khusus menyampaikan kesan dan harapannya akan STAKat Negeri Pontianak dalam ulangtahunnya yang ke -7.

    “Dies ke 7 kali ini adalah momen kesempatan unik bagi STAKat Negeri Pontianak untuk bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut. Meski kami paham tentunya masih banyak yang harus kami benahi.”

    Menanggapi terobosan dalam teknologi dan informasi digital, Ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan bahwa peningkatan kualitas akademik serta teknologi dan informasi digital menjadi poin penting untuk diterapkan dan ditingkatkan.

    “Kami sudah menerapkan penggunaan teknologi dan informasi digital dari tahun lalu dan terus kami tingkatkan setiap tahunnya.”

    Tidak lupa dalam kata penutupnya, Sunarso mengajak seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak untuk terus berusaha yang terbaik memperbaiki dan meningkatkan kualitas.

    “STAKat Negeri Pontianak adalah rumah dan kita harus terus berjuang dalam meningkatkan kualitas sehingga dalam waktu tidak lama lagi kita dapat bertransformasi menjadi institut.”

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

     

  • Tes SKD CPNS Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 Digelar Selama 3 Hari Berjalan Lancar Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

    PONTIANAK- Institut Agama Islam Negeri Pontianak menjadi titik lokasi (tilok) berlangsungnya tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2021 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan Senin, 25 Oktober 2021 hingga Rabu, 27 Oktober 2021.

    Anton Kusbiyantoro selaku  koordinator tim pelaksana SKD CAT BKN memaparkan, total ada 428 peserta yang terdaftar dan mengikuti SKD di tilok IAIN Pontianak. Para peserta ini berasal dari IAIN Pontianak, STAKatN Pontianak dan juga Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Barat.  Dari total peserta tersebut dibagi menjadi 40 peserta setiap sesinya dimana total ada 4 sesi perhari dan acara tes SKD dilaksanakan dalam 3 hari berturut-turut.

    “Total semua formasi itu ada 428 peserta yang kemudian dibagi menjadi 4 sesi perharinya. Kami laksanakan seperti ini karena prokes (protokol kesehatan) jadi harus dibatasi” imbuhnya.

    Kegiatan SKD ini dibuka dengan kata sambutan dari pimpinan satker masing-masing. Dalam sambutannya, Dr Sunarso, S.T., M.Eng selaku ketua STAKatN Pontianak menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang telah lulus sampai pada tahap ini karena begitu kuatnya persaingan yang ada. Tidak lupa juga beliau mengingatkan semua peserta untuk memberikan yang terbaik karena hanya tinggal beberapa langkah lagi yang peserta perlu lalui untuk menjadi seorang CPNS.

    Khusus untuk di STAKatN Pontianak terdapat 55 peserta yang bersaing merebutkan 4 formasi. Formasi tersebut adalah Analis data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan, Pengelola bahan akademik dan pengajaran, Dosen Bahasa Indonesia serta Dosen Pastoral.

    Mengingat penyebaran covid 19 yang masih aktif hingga saat ini, tim panitia secara menyeluruh aktif memantau jalannya prosedur kegiatan. Setiap peserta yang hadir wajib mengikuti ketentuan yang sudah diumumkan sebelumnya. Beberapa proses yang harus dilalui peserta sebelum akhirnya memasuki ruangan ujian antara lain memakai masker, mencuci tangan dan mengecek suhu badan. Tim panitia juga memastikan setiap ruangan bersih dan aman dengan melalukan sterilisasi ruangan sebelum dan sesudah ruangan ujian dipakai. Dari awal kegiatan hingga hari ketiga pelaksanaan SKD ini, semua proses berjalan lancar, aman dan sesuai prokes yang berlaku.

     

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon 

  • Evaluasi dan Rencana Kinerja Sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Kubu Raya- Jumat, 26 Desember 2023 pegawai fungsional yang membidangi pengadministrasian atau sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan evaluasi Kinerja 2023 dan rencana kerja 2024.

    Beberapa hal disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan, Andreas Alsandriata, S.Ag., M.Si. dalam rapat yakni pembagian kinerja tim keuangan, rencana pembentukan tim arsiparis, dan pembentukan tim humas serta pembagian tugas bagi CPPPK TA 2023. Selain itu, dalam upaya mendukung peningkatan kompetensi pegawai sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak demi terwujudnya kinerja yang efektif dan efisien kedepannya pegawai akan didukung untuk mengikuti pelatihan-pelatihan penunjang kinerja, terutama pelatihan IT, pengembangan web dan pelatihan penggunaan aplikasi untuk Perguruan Tinggi.

    “Lembaga mendukung teman-teman sekretariat dalam peningkatan kompetensi maupun kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak”, tutur Andreas.

     

    Penulis       : Angel Melinda