Pelaksanaan seminar dan workshop bertajuk “Bangga menjadi Katolik” di Gedung Praktik Liturgi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DARI KAMPUS UNTUK DUNIA

“Generasi Muda sebagai Cahaya Harapan Gereja dan Bangsa”

Penulis: EUGENIO AGUNG BIMANDARU_Prodi SarjanaTeologi STAKat Negeri Pontianak

Pontianak, 7 Desember 2024 – Dengan semangat menciptakan kader muda Katolik yang militan, kreatif dan berintegritas, Gedung Praktik Liturgi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menjadi saksi pelaksanaan seminar dan workshop bertajuk “Bangga menjadi Katolik.” Acara yang berlangsung dari pukul 08.20 WIB hingga 17.40 WIB ini, diinisiasi sebagai kolaborasi antara STAKat Negeri Pontianak dan Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak. Melalui berbagai sesi inspiratif yang diadakan secara daring dan luring, kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus dialog untuk menjawab tantangan dan peluang zaman.

Diawali dengan laporan penanggung jawaban dari wakil ketua III Bapak Lukas Ahen, S.Ag.,M.Pd., yang menggarisbawahi pentingnya keterlibatan generasi muda Katolik menjadi agen perubahan di tengah tantangan zaman kompleks. Acara ini pula guna generasi muda Katolik menjadi lebih tangguh dan berdaya guna dalam membangun Bangsa dan Gereja. “Keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan pemacu semangat. Kita hadir di sini bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk belajar dan berkomitmen menjadi generasi yang membawa perubahan,” sambutan sekaligus membuka rangkaian acara oleh Ketua Bapak Dr. Sunarso, S.T., M.Eng., ujarnya.

Seminar ini menghadirkan beberapa tokoh inspiratif, termasuk Dr. Lidya Natalia Sartono, S.PD.,M.Pd (Anggota DPRD Prov KalBar), RP. Gregorius Kukuh Nugroho CM (Pastor Moderator Pastoral Mahasiswa KAP), Geralda Jennifer Odelia (Pemazmur/Konten Kreator), dan Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto., M.Si. (Kepala BNN Prov. KalBar).

Pada sesi pertama bersama Bu Lidya dengan tema Bangga menjadi Katolik Berperan bagi Politik Masyarakat, beliau berbagi perjalanan hidupnya yang penuh tantangan hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu figur di dunia poltik. Ia mengutip filsafat Thomas Aquinas, bahwa politik sejatinya bertujuan mewujudkan bonum commune yang artinya kebaikan bersama yang berkelanjutan. Selain itu, Bu Lidya mengatakan ada tiga peran utama mahasiswa yaitu sebagai agen intelektual, agen sosial dan agen perubahan. “Jangan takut bermimpi besar, namun imbangi dengan usaha konsisten. Semua bermula dari iman dan doa, usaha dan proses yang panjang. Percayalah Tuhan merancang jalan hidupmu yang terbaik” pesannya kepada para mahasiswa.

            Romo Greg CM, sebagai moderator Pastoral Mahasiswa menekankan pentingnya fondasi iman yang kokoh sebagai jangkar dalam menjalani hidup. Beliau juga membagikan perikop kitab suci yang menekankan peranan kasih, iman dan harapan serta harus memiliki tujuan hidup sebagai bagian fundamental untuk menghadapi kekhawatiran duniawi, Matius 6:33-34, Markus 11:24-26. Bangga tidak hanya di KTP tetapi bangga juga harus dicerminkan dalam aktualisasi  bagi diri sendiri, Tuhan dan sesama. “Hati nurani dan iman adalah dasar yang mempersatukan dan membimbing kita untuk mencapai tujuan hidup yang lebih besar,” pesannya dalam sesi kedua dengan tema Bangga menjadi Katolik.

            Sesi Ketiga menghadirkan nuansa interaktif dengan kuis dan aktivitas yang melibatkan para mahasiswa/i secara aktif. Kak Jennifer, fasilitator sesi ini, berhasil mengaitkan isu-isu terkini dengan nilai-nilai Katolik, menciptakan suasana yang menarik dan relevan bagi generasi muda. Ia menuturkan bahwa ketergantungan pada dopamin media digital melemahkan fungsi prefrontal cortex, bagian otak yang bertanggung jawab untuk fokus dan mengambil keputusan. Di lain hal,  Mat 28:19-20 menjadi titik emas bagi kak Jennifer untuk menyoroti peluang besar media sosial sebagai ladang misi. “Semua dibutuhkan proses dan jangan pernah mencari like-nya tetapi berilah sesuatu yang adalah kemampuan sendiri sebab konten adalah bentuk pelayanan bukan mengejar popularitas semata” pesannya di penutup sesi.

Sesi terakhir dengan topik “Generasi Emas Gereja” menyoroti pentingnya membangun kaum muda yang sehat, bebas narkoba, dan unggul demi Indonesia bersinar. Pak Sumirat mengingatkan bahwa menjadi Katolik tidak cukup hanya dalam identitas, tetapi harus terlihat dalam tindakan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kita adalah agen perubahan.  Menjadi pemimpin yang memberi warna bukan hanya pengikut yang hilang dalam arus. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan hanya menjadi penonton. Banggalah menjadi 100% Katolik sekaligus 100% Indonesia” seru Pak Sumirat diakhir sesi, mengutip semboyan Mgr. Soegijapranata.

Kegiatan seminar dan workshop ini telah menanamkan benih perubahan dalam hati generasi muda. Melalui wadah yang disediakan oleh STAKat Negeri Pontianak, dengan dukungan para panitia, setiap sesi dirancang untuk memfasilitasi refleksi mendalam, diskusi kritis, dan inspirasi spiritual. Hal ini mengingatkan bahwa generasi muda sebagai tulang punggung masa depan Gereja dan Bangsa. Sebagaimana Yesus mengajarkan dalam Injil Matius 5:13-16, “Kamu adalah garam dunia…kamu adalah terang dunia,” generasi muda Katolik dipanggil untuk menjadi cahaya harapan di tengah kegelapan dunia. Kaum Muda diharapkan mampu menjaga stabilitas moral dan memancarkan nilai-nilai Kristiani.

Tongkat estafet yang diwariskan oleh generasi sebelumnya kini diharapkan dapat diterima dengan penuh tanggung jawab oleh generasi muda. Generasi muda diundang bukan untuk menjadi penonton, tetapi sebagai pelaku aktif dalam menciptakan dunia yang bersih, kreatif dan berintegritas. Kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi dan Adorasi. Dalam Perayaan Ekaristi ini terdapat pemberkatan pengurus baru KMK dari Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak.

Similar Posts

  • Wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1 Prodi Keagamaan Katolik

    Kubu Raya – Terdata sejak penutupan PMB gelombang pertama pada 31 Mei 2024 lalu, ada 306 orang yang mendaftarkan diri di STAKat Negeri Pontianak. Setelah seleksi berkas, sekitar 258 orang dipilih untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

    Sejak pukul 8 pagi, sejumlah dosen melaksanakan seleksi berupa wawancara secara online yang dilaksanakan selama 3 hari, yakni 05 s.d. 07 Juni 2024 di Gedung St. Hieronimus dan St. Agustinus.

    Sebelumnya, pihak panitia telah memberikan beberapa hal untuk dipersiapkan calon mahasiswa baru dalam tes wawancara ini. Materi wawancara diantaranya tentang konsep diri, motivasi diri, bagaimana kehidupan menggereja calon mahasiswa, serta wawasan kebangsaan.

    Saat ini, penerimaan mahasiswa baru hanya untuk Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Magister Teologi Katolik, namun beriringan dengan transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi Institut maka kedepannya akan dilakukan seleksi terhadap calon mahasiswa 3 Prodi baru yakni Pastoral Konseling, Teologi dan Pastoral untuk program sarjana.

    Penulis : Angel M.

  • Perayaan Natal Bersama, Pastur Mikael Dou Lodo: “Natal artinya lahir baru.”

    Jumat, 05 Januari 2024 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merayakan Natal Bersama Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 sekaligus Jumat Pertama Bulan.

    Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gedung Praktik Liturgi secara daring dan luring yang dipimpin oleh Pastur Mikael Dou Lodo, CP bersama Pastur Mayong Andreas Acin, OFMCap., Pastur Laurentius Prasetyo, CDD dan Pastur Gregorius Kukuh Nugroho, CM.

    “Natal bukan hanya sekedar kumpul keluarga tetapi harus mengalami Natal, artinya lahir baru. Tidak ada dendam, tidak ada iri hati. Kehidupan baru dari kelahiran”, ujar Pastur Mikael dalam homili. Pastur juga mengingatkan akan perendahan diri Allah, yang berkenan lahir di tempat yang bukan untuk manusia, maka sebagai manusia kita juga perlu mencontoh teladan Yesus Kristus agar selalu dengan total memberikan sukacita, kedamaian dan harapan bagi sesama serta turut berdoa untuk saudara-saudara di Betlehem yang tidak bisa merayakan Natal karena perang, namun semoga mereka bisa merayakan dalam hati masing-masing.

    Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.

  • Apri Kurniawan, Dosen Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merupakan salah satu asesor BAN PDM Provinsi Kalimantan Barat.

    Apri Kurniawan, Dosen Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merupakan salah satu asesor BAN PDM Provinsi Kalimantan Barat. Apri ditugaskan untuk melakukan akreditasi di KB Saran Bunda, KB PAUD Imanuel, PAUD Pelita Harapan, dan KB PAUD Umbung Buih pada 10-14 Juni 2024 di Melawi.

    Kegiatan dimulai pukul 7 pagi di ruang kelas dengan mengamati proses pembelajaran melalui observasi, dokumen, maupun wawancara dengan guru, maupun orang tua siswa. Visitasi yang dilakukan 2 asesor ini, Apri bersama Dra. Ersih menggunakan Teknik penggalian triangulasi data. Asesor mengumpulkan data, memberikan catatan butir dan melampirkan bukti lengkap agar siapapun yang membaca informasi tersebut mengambil kesimpulan yang sama sekalipun yang bersangkutan tidak melihat secara langsung. Proses penilaian saat visitasi dilakukan dengan observasi proses pembelajaran di kelas, dokumentasi, maupun wawancara dengan guru maupun orang tua siswa sesuai Instrumen Pedoman Visitasi (IPV) PAUD.

    Apri berharap adanya akreditasi PAUD ini dapat meningkatkan kualitas sekolah kedepannya. “Harapan untuk sekolah yang diakreditasi adalah supaya terjadi perbaikan kedepannya, akreditasi bukan untuk mencari kesalahan sekolah namun untuk menjadi tolak ukur bagaimana pembelajaran yang sudah dilakukan selama ini sehingga setelah selesai diakreditasi diharapkan terjadi perbaikan sesuai saran-saran yang diberikan.”, imbuh Apri.

     

    Penulis : Angel M.

  • Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK WBBM

    Kubu Raya-Sebagai tindaklanjut dari monitoring dan evaluasi rapat pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu, 24 Januari 2024 bersama Ditjen Bimas Katolik, perlu diadakan rapat terkait perbaikan evidence penilaian mandiri Zona Integritas Tahun 2023 yang dipimpin oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan selaku Ketua Tim Zona Integritas.

    Tahun 2023, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dinyatakan lolos ke tahap penilaian selanjutnya. Maka dari itu dalam rapat, Ketua Tim Zona Integritas menyampaikan beberapa evidence yang harus dipenuhi oleh masing-masing area. Adapun pemenuhan evidence dijadwalkan selesai pada akhir bulan Januari 2024.

    “Semoga tahun 2024, penilaian mandiri Zona Integritas Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak lebih baik dari tahun sebelumnya dan tanggungjawab pelayanan publik bukan hanya milik tim area tertentu saja tapi untuk kita semua”, tutup Ketua Tim Zona Integritas.