Dies Natalis Ke-8 STAKat Negeri Pontianak: Membangun Sinergi untuk Transformasi Berkelanjutan

Menyambut Acara Puncak

Dies Natalis Ke-8 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dimeriahkan dengan pelbagai rangkaian acara selama satu minggu sebelum acara puncak. Kegiatan yang di ketuai oleh Suko, M.Pd. ini melibatkan seluruh civitas akademika agar semuanya dapat merasakan suka cita dies natalis ini. Diawali dengan berbagai lomba selama dua hari seperti estafet getah, estafet air, kereta bola, memasukan bola dalam gelas, dilanjutkan juga dengan kegiatan kerja bakti dan jalan santai pada 15 Januari 2025. Tidak lupa juga salah satu wujud syukur, kampus mengadakan aksi kemanusiaan berupa donor darah, anjangsana, hingga kunjungan ke panti asuhan St. Hieronimus, MSA Pontianak. Dalam kunjungan ke panti asuhan, dana maupun barang-barang keperluan panti dikumpulkan bersama mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.

Orasi Ilmiah

            Tak hanya itu, untuk memajukan keilmuan mahasiswa/i jSekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak maupun peserta yang hadir tentu saja kampus mengadakan orasi ilmiah. Kegiatan ini turut mengundang Romo Albertus Bagus Laksana, SJ yang merupakan Rektor Universitas Sanata Dharma. Dalam kesehariannya beliau mengajar beberapa matakuliah seperti, Teologi Agama-Agama dan Komparatif, Yesus Kristus, Tritunggal dan Keselamatan, serta beberapa mata kuliah keagamaan lainnya. “Sinergi dan Transformasi Pendidikan Tinggi Katolik di Indonesia: Arah, Peluang, dan Tantangan” menjadi materi yang dibawakan oleh Romo Bagus. Materi ini membuka wawasan peserta akan kebijakan Pendidikan Tinggi, bagaimana arah Perguruan Tinggi zaman ini, bagaimana melahirkan lulusan yang unggul, dan pemaparan akan situasi Pendidikan Tinggi Indonesia yang sebenarnya hal ini tidak hanya membuka pandangan peserta saja melainkan juga STAKat sebagai Perguruan Tinggi untuk lebih bersemangat membangun lulusan yang mampu bersaing di era global melalui dukungan moril dan keterbukaan terhadap pengembangan skill atau kemampuan kerja lainnya terutama dalam digitalisasi. Dalam beberapa kesempatan, Ketua STAKat Negeri Pontianak selalu mengutarakan bahwa lembaga selalu mendukung mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademis tetapi juga non akademis demi mengasah kemampuan peserta didik.

            Selain Romo Bagus, Orasi Ilmiah juga mengundang Prof. Eusabinus Bunau, S.Pd., M.Si., Ph.D. yang merupakan dosen FKIP UNTAN. Beliau memilih judul materi “Isu-Isu Pendidikan Nasional dan Sinergitas Antara STAKATN Pontianak, Gereja, dan Pemerintah Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” yang menurut beliau ‘pas’ dengan tema dies natalis kali ini yaitu “Membangun Sinergi Menuju Transformasi Berkelanjutan”.

Acara Puncak dengan Misa Syukur dan Ramah Tamah

            Acara puncak dies natalis ke-8 dengan agenda Misa syukur diselenggarakan pada 17 Januari 2025 di Gedung Praktik Liturgi. Misa dipersembahkan oleh Mgr. Agustinus Agus bersama konselebran RP. Athanasius Nandung, OFMCap. selaku Romo rekan Paroki St Sesilia Keuskupan Agung Pontianak dimana STAKat Negeri Pontiak masuk wilayah paroki tersebut, serta beberapa romo yang berkarya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak RP. Gregorius Kukuh Nugroho, CM., RP Mayong Andreas Acin, OFMCap., RP Laurentius Prasetyo, CDD, RP Mikael Dou Lodo, CP., dan RP Dilan, CP. Selain itu, beberapa tamu undangan turut hadir seperti Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, M.Si., Pembimas Katolik Provinsi Kalimantan Barat Yosef Somen, S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekkaryani, Komunitas Susteran SFD, alumni serta stakeholder lainnya.

            Dalam homilinya. Mgr. Agus menyambut hari ulang tahun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dengan pesan kepada seluruh civitas akademika agar mampu bekerjasama membawa umat dalam perjumpaan dengan Yesus seperti dalam bacaan Injil Markus 2: 1-4 teman-teman orang lumpuh yang membawa temannya kepada Yesus agar dapat sembuh.

“Hal yang diambil dalam bacaan ini adalah kebersamaan dan yang luar biasa adalah iman pada Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan. Iman orang sakit inilah yang menjadi modal dasar untuk sembuh, tidak ada kata putus asa. Iman harus diwujudnyatakan melalui perbuatan dan perjuangan. Maka ketika kalian (mahasiswa/i) ingin lulus cepat maka jangan belajar dengan santai, belajarlah dengan giat serta andalkan Tuhan Yesus, sebab tidak ada artinya jika tidak dekat dengan Tuhan”, ucap Mgr. Agus. Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di area lingkungan kampus.

Penulis

Angel M.

Similar Posts

  • Evaluasi dan Rencana Kinerja Sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Kubu Raya- Jumat, 26 Desember 2023 pegawai fungsional yang membidangi pengadministrasian atau sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan evaluasi Kinerja 2023 dan rencana kerja 2024.

    Beberapa hal disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan, Andreas Alsandriata, S.Ag., M.Si. dalam rapat yakni pembagian kinerja tim keuangan, rencana pembentukan tim arsiparis, dan pembentukan tim humas serta pembagian tugas bagi CPPPK TA 2023. Selain itu, dalam upaya mendukung peningkatan kompetensi pegawai sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak demi terwujudnya kinerja yang efektif dan efisien kedepannya pegawai akan didukung untuk mengikuti pelatihan-pelatihan penunjang kinerja, terutama pelatihan IT, pengembangan web dan pelatihan penggunaan aplikasi untuk Perguruan Tinggi.

    “Lembaga mendukung teman-teman sekretariat dalam peningkatan kompetensi maupun kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak”, tutur Andreas.

     

    Penulis       : Angel Melinda

  • STAKat Negeri Pontianak Tingkatkan Transparansi dengan WBS

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kampus. Salah satu langkah yang ambil adalah dengan mengimplementasikan sistem pelaporan pelanggaran atau yang dikenal dengan istilah Whistleblowing System (WBS).

    WBS ini memungkinkan seluruh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan, untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau penyimpangan yang terjadi di lingkungan kampus. Laporan dapat berupa tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, diskriminasi, atau bentuk pelanggaran lainnya yang melanggar kode etik dan peraturan yang berlaku di STAKatN Pontianak.

    Implementasi WBS ini merupakan komitmen kampus untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berintegritas. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak ingin semua anggota komunitas kampus merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan aspirasi mereka, termasuk jika mereka melihat atau mengetahui adanya tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita junjung tinggi.

    Lebih lanjut, WBS ini akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak  akan melindungi identitas pelapor dan memastikan bahwa mereka tidak akan mengalami tindakan balas dendam atau intimidasi karena telah menyampaikan laporan.

    Semua laporan yang masuk melalui WBS akan ditindaklanjuti oleh tim independen yang dibentuk khusus untuk menangani kasus-kasus pelanggaran. Tim ini akan melakukan investigasi secara profesional dan objektif untuk mengungkap kebenaran dari setiap laporan.

    Dengan adanya WBS ini, STAKatN Pontianak berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan in

     

    Penulis
    Remon Hans W

  • Apel Peringatan Hari Amal Bhakti Ke – 78 Kementerian Agama RI Kubu Raya,Rabu 3 Januari 2024

     

    STAKat Negeri Pontianak turut memperingati Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama yang diawali dengan kegiatan apel pada Rabu, 03 Januari 2023. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan kompak menggunakan seragam apel berwarna merah putih. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh mahasiswa/i STAKat Negeri Pontianak.

    Dalam apel, Ketua STAKat Negeri Pontianak yang diwakili oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan meneruskan pesan Menteri Agama Yaqult Cholil Qoumas. Dalam sambutan, disampaikan bahwa sebagai institusi yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan Pendidikan keagamaan, Kementerian Agama  bertugas untuk menjaga kerukunan nasional dan memberikan pelayanan yang adil, transparan, akuntabel untuk seluruh umat serta membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama yang moderat.

    STAKat Negeri Pontianak menerima dengan positif sambutan Menteri Agama dalam peningkatan spirit layanan Umat Beragama khususnya pelayanan kepada mahasiswa/i kampus. Kegiatan perayaan HAB dilanjutkan dengan kerja bakti oleh seluruh mahasiswa/i dan warga STAKat Negeri Pontianak.

     

     

    Penulis       : Angel M

    Penyunting : K. Asih

  • Rakor Transformasi STAKat: Penguatan Perencanaan Anggaran STAKat Negeri Pontianak menuju Institut Katolik Negeri

    Pembukaan Kegiatan

    Selasa, 16 Juli 2024 STAKat Negeri Pontianak dan Dirjen Bimas Katolik melakukan rapat koordinasi transformasi STAKat Negeri Pontianak di Hotel Golden Tulip Pontianak. Sebanyak 53 peserta yang tergabung antara STAKat Negeri Pontianak dan tim transformasi Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD). FGD diketuai oleh Wakil Ketua 1 STAKat Negeri Pontianak, Dr. F. Sutami. Dalam laporannya, Sutami mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini mendasarkan diri pada pandangan modern dengan titik berat kepada tiga aspek yaitu, kemandirian (autonomy), akuntabilitas (accountability), dan jaminan kualitas (quality assurance). Uuntuk mencapai tujuan mulia tersebut, STAKat Negeri Pontianak akan menyiapakan sumber daya manusia yang unggul serta memiliki daya saing secara nasional bahkan internasional dan tidak dapat dipungkiri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang handal.

    Secara khusus FGD ini bertemakan Penguatan Perencanaan Anggaran STAKat Negeri Pontianak menuju Institut dan Universitas Katolik Negeri. Untuk itu, STAKat turut mengundang Kementerian PPN/Bappenas dan Biro Perencanaan Kementerian Agama untuk memberikan paparan mengenai dukungan anggaran pada Perguruan Tinggi.

    Fokus Pembangunan Tahun 2025

              Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. yang membuka secara resmi kegiatan ini mengingatkan kembali tentang penyelesaian pakta integritas Dirjen Bimas Katolik dengan Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas yang salah satunya adalah program transformasi STAKat menjadi Institut yang ditargetkan selesai sebelum Oktober 2024. Tahun 2025, Dirjen Bimas Katolik akan memotong anggaran untuk pertemuan-pertemuan dan fokus pada pembangunan infrastruktur STAKat dan SMAK, terutama untuk wilayah 3T. “Para pejabat eselon 1 dan 2 telah diingatkan kembali oleh Menteri mengenai pakta integritas terkait bantuan masyarakat yang telah di serahkan, begitupula untuk perubahan bentuk STAKat ini. Pak Menteri menyampaikan agar kita bersama mengawal marwah dari Kementerian Agama dengan anggaran yang telah ditetapkan supaya dirasakan seluruh masyarakat.”, ujar Suparman.

              Sebelum acara pembukaan berakhir, Romo Laurentius Prasetyo, CDD memimpin seluruh peserta dalam doa. Kemudian, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. memulai FGD dengan pemaparan desain pengembangan STAKat Negeri Pontianak. Ketua memaparkan bahwa perlu adanya perluasan akses Pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau bagi umat Katolik. Maka dari itu, STAKat hadir untuk membantu Pendidikan Katolik di Indonesia dan baik pula apabila STAKat dapat berkontribusi bagi peningkatan IPM Kalimantan Barat. “STAKat ingin berkontribusi terhadap pembangunan IPM di Kalimantan Barat. Caranya adalah melalui pengembangan kampus ini menjadi Institut bahkan Universitas. Regulasi juga menuntut semua Perguruan Tinggi harus menjadi badan layanan umum”, sambung Ketua. Ketua mengatakan setidaknya ada 11 ruangan yang urgent untuk dibangun mengingat ada 3 tambahan prodi baru untuk program sarjana. Total kebutuhan ada 30 sarana prasarana.

    Namun, hal ini mendapat tanggapan dari Direktur Kemen PPN/Bappenas, Andri N.R. Mardiah, Ph.D. Beliau mengatakan bahwa akan lebih baik jika STAKat mencari hibahan tanah dari Pemda Kubu Raya dan menitikberatkan pembangunan sarana prasarana yang lebih esensial seperti gedung kelas bukan gedung pertemuan kecuali gedung auditorium tersebut memiliki Lab untuk kegiatan belajar mahasiswa. Beliau menambahkan bahwa pengadaan rusunawa yang STAKat rencanakan dalan desain pengembangan sebaiknya bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama yang diwakili oleh Kepala Tim Perencanaan Rijal Roihan, mendukung penganggaran sesuai yang diharapkan oleh STAKat Negeri Pontianak apabila diusulkan dengan baik.

     

              Hal lainnya yang menyangkut dasain pengembangan, terkait persyaratan Lektor Kepala untuk perubahan bentuk ini, masih bergantung pada revisi PMA 81 Tahun 2022. Jika menggunakan syarat revisi maka sudah terpenuhi 1 orang yaitu Ketua STAKat sendiri yang masih dalam proses mutasi ke Kementerian Agama dari Kemendikbud serta 1 orang dosen lainnya. Kedepannya, STAKat akan melakukan pengembangan besar-besaran secara bertahap baik itu SDM hingga sarana prasarana dengan anggaran yang sudah ditetapkan. 

     

    Penulis : Angel M.

    Editor :  Yusi Kurniati., M.Pd

  • Apri Kurniawan, Dosen Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merupakan salah satu asesor BAN PDM Provinsi Kalimantan Barat.

    Apri Kurniawan, Dosen Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merupakan salah satu asesor BAN PDM Provinsi Kalimantan Barat. Apri ditugaskan untuk melakukan akreditasi di KB Saran Bunda, KB PAUD Imanuel, PAUD Pelita Harapan, dan KB PAUD Umbung Buih pada 10-14 Juni 2024 di Melawi.

    Kegiatan dimulai pukul 7 pagi di ruang kelas dengan mengamati proses pembelajaran melalui observasi, dokumen, maupun wawancara dengan guru, maupun orang tua siswa. Visitasi yang dilakukan 2 asesor ini, Apri bersama Dra. Ersih menggunakan Teknik penggalian triangulasi data. Asesor mengumpulkan data, memberikan catatan butir dan melampirkan bukti lengkap agar siapapun yang membaca informasi tersebut mengambil kesimpulan yang sama sekalipun yang bersangkutan tidak melihat secara langsung. Proses penilaian saat visitasi dilakukan dengan observasi proses pembelajaran di kelas, dokumentasi, maupun wawancara dengan guru maupun orang tua siswa sesuai Instrumen Pedoman Visitasi (IPV) PAUD.

    Apri berharap adanya akreditasi PAUD ini dapat meningkatkan kualitas sekolah kedepannya. “Harapan untuk sekolah yang diakreditasi adalah supaya terjadi perbaikan kedepannya, akreditasi bukan untuk mencari kesalahan sekolah namun untuk menjadi tolak ukur bagaimana pembelajaran yang sudah dilakukan selama ini sehingga setelah selesai diakreditasi diharapkan terjadi perbaikan sesuai saran-saran yang diberikan.”, imbuh Apri.

     

    Penulis : Angel M.