Wisuda ke-V STAKat Negeri Pontianak

STAKat Negeri Pontianak telah melepas 200 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik dan Magister Teologi. Wisuda dimulai dengan Misa Missio Cannonica (Misa perutusan) berlokasi di Gereja Santo Agustinus Sungai Raya. Misa ini dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai selebran utama dan sejumlah imam yang berkarya di STAKat Negeri Pontianak sebagai konselebran. Dalam misa kali ini, wisudawan dibekali Alkitab dan salib sebagai simbol bahwa lulusan kiranya dapat menjadi rasul pewarta kabar suka cita kepada banyak orang. “Saya harapkan selain berbicara dengan mulut mereka juga berbicara melalui contoh kesaksian hidup mereka sendiri”, ucap Mgr. Agustinus Agus dalam wawancara.
Sehari setelah Misio Canonica, pada 28 November 2025 Romo Mayong Andreas Acin, OFMCap sebagai ketua senat membuka Sidang Senat Terbuka di Hotel Qubu Resort. Ketua STAKat Negeri Pontianak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi nya kepada mahasiswa/i dan orang tua yang telah mendukung anak-anak nya untuk menempuh pendidikan di STAKat Negeri Pontianak. “Semoga apa yang mereka peroleh di STAKat Negeri Pontianak dapat mereka gunakan untuk membangun masyarakat yang maju, damai dan penuh sukacita. Para wisudawan selain menjadi guru agama Katolik, merek ajuga merupakan katekis dan bagian dari gereja dan awam yang akan melaksanakan kegiatan bersama gereja. Kami berharap mahasiswa ini benar-benar 100% Katolik dan 100% Indonesia sehingga tidak hanya berperan dalam gereja melainkan juga untuk pembangunan bangsa Indonesia”, tutup Dr. Sunarso, S.T., M.Eng.
Dalam Sidang Senat terbuka ini pula, Drs. Suparman, M.Si. selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik turut menyampaikan apresiasinya, “saya merasa syukur dan bangga hari ini STAKat dapat meluluskan 200 wisudawan. Seperti kita lihat, nilai indeks prestasi mahasiwa ini semakin tinggi, kemudian dihasilkan iman Katolik kemudian integritas moral sebagai ciri khas pendidikan keagamaan Katolik. Jadi wisudawan tidak hanya menghadilkan mesin-mesin yang pintar secara akal tapi menghasilkan orang-orang yang berintegritas moral”, ucap Suparman.
