Penyesuaian Jadwal Penerimaan CPNS Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Tahun 2021
Pembukaan Kegiatan
Selasa, 16 Juli 2024 STAKat Negeri Pontianak dan Dirjen Bimas Katolik melakukan rapat koordinasi transformasi STAKat Negeri Pontianak di Hotel Golden Tulip Pontianak. Sebanyak 53 peserta yang tergabung antara STAKat Negeri Pontianak dan tim transformasi Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD). FGD diketuai oleh Wakil Ketua 1 STAKat Negeri Pontianak, Dr. F. Sutami. Dalam laporannya, Sutami mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini mendasarkan diri pada pandangan modern dengan titik berat kepada tiga aspek yaitu, kemandirian (autonomy), akuntabilitas (accountability), dan jaminan kualitas (quality assurance). Uuntuk mencapai tujuan mulia tersebut, STAKat Negeri Pontianak akan menyiapakan sumber daya manusia yang unggul serta memiliki daya saing secara nasional bahkan internasional dan tidak dapat dipungkiri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang handal.
Secara khusus FGD ini bertemakan Penguatan Perencanaan Anggaran STAKat Negeri Pontianak menuju Institut dan Universitas Katolik Negeri. Untuk itu, STAKat turut mengundang Kementerian PPN/Bappenas dan Biro Perencanaan Kementerian Agama untuk memberikan paparan mengenai dukungan anggaran pada Perguruan Tinggi.
Fokus Pembangunan Tahun 2025
Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. yang membuka secara resmi kegiatan ini mengingatkan kembali tentang penyelesaian pakta integritas Dirjen Bimas Katolik dengan Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas yang salah satunya adalah program transformasi STAKat menjadi Institut yang ditargetkan selesai sebelum Oktober 2024. Tahun 2025, Dirjen Bimas Katolik akan memotong anggaran untuk pertemuan-pertemuan dan fokus pada pembangunan infrastruktur STAKat dan SMAK, terutama untuk wilayah 3T. “Para pejabat eselon 1 dan 2 telah diingatkan kembali oleh Menteri mengenai pakta integritas terkait bantuan masyarakat yang telah di serahkan, begitupula untuk perubahan bentuk STAKat ini. Pak Menteri menyampaikan agar kita bersama mengawal marwah dari Kementerian Agama dengan anggaran yang telah ditetapkan supaya dirasakan seluruh masyarakat.”, ujar Suparman.
Sebelum acara pembukaan berakhir, Romo Laurentius Prasetyo, CDD memimpin seluruh peserta dalam doa. Kemudian, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. memulai FGD dengan pemaparan desain pengembangan STAKat Negeri Pontianak. Ketua memaparkan bahwa perlu adanya perluasan akses Pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau bagi umat Katolik. Maka dari itu, STAKat hadir untuk membantu Pendidikan Katolik di Indonesia dan baik pula apabila STAKat dapat berkontribusi bagi peningkatan IPM Kalimantan Barat. “STAKat ingin berkontribusi terhadap pembangunan IPM di Kalimantan Barat. Caranya adalah melalui pengembangan kampus ini menjadi Institut bahkan Universitas. Regulasi juga menuntut semua Perguruan Tinggi harus menjadi badan layanan umum”, sambung Ketua. Ketua mengatakan setidaknya ada 11 ruangan yang urgent untuk dibangun mengingat ada 3 tambahan prodi baru untuk program sarjana. Total kebutuhan ada 30 sarana prasarana.
Namun, hal ini mendapat tanggapan dari Direktur Kemen PPN/Bappenas, Andri N.R. Mardiah, Ph.D. Beliau mengatakan bahwa akan lebih baik jika STAKat mencari hibahan tanah dari Pemda Kubu Raya dan menitikberatkan pembangunan sarana prasarana yang lebih esensial seperti gedung kelas bukan gedung pertemuan kecuali gedung auditorium tersebut memiliki Lab untuk kegiatan belajar mahasiswa. Beliau menambahkan bahwa pengadaan rusunawa yang STAKat rencanakan dalan desain pengembangan sebaiknya bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama yang diwakili oleh Kepala Tim Perencanaan Rijal Roihan, mendukung penganggaran sesuai yang diharapkan oleh STAKat Negeri Pontianak apabila diusulkan dengan baik.
Hal lainnya yang menyangkut dasain pengembangan, terkait persyaratan Lektor Kepala untuk perubahan bentuk ini, masih bergantung pada revisi PMA 81 Tahun 2022. Jika menggunakan syarat revisi maka sudah terpenuhi 1 orang yaitu Ketua STAKat sendiri yang masih dalam proses mutasi ke Kementerian Agama dari Kemendikbud serta 1 orang dosen lainnya. Kedepannya, STAKat akan melakukan pengembangan besar-besaran secara bertahap baik itu SDM hingga sarana prasarana dengan anggaran yang sudah ditetapkan.
Penulis : Angel M.
Editor : Yusi Kurniati., M.Pd
Kubu Raya-Sebagai tindaklanjut dari monitoring dan evaluasi rapat pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu, 24 Januari 2024 bersama Ditjen Bimas Katolik, perlu diadakan rapat terkait perbaikan evidence penilaian mandiri Zona Integritas Tahun 2023 yang dipimpin oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan selaku Ketua Tim Zona Integritas.
Tahun 2023, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dinyatakan lolos ke tahap penilaian selanjutnya. Maka dari itu dalam rapat, Ketua Tim Zona Integritas menyampaikan beberapa evidence yang harus dipenuhi oleh masing-masing area. Adapun pemenuhan evidence dijadwalkan selesai pada akhir bulan Januari 2024.
“Semoga tahun 2024, penilaian mandiri Zona Integritas Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak lebih baik dari tahun sebelumnya dan tanggungjawab pelayanan publik bukan hanya milik tim area tertentu saja tapi untuk kita semua”, tutup Ketua Tim Zona Integritas.
Pada tanggal 12-13 Mei 2023 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, dilaksanakan kunjungan Tim Asesor BAN-PT dalam rangka melakukan klarifikasi dan penilaian ulang terhadap hasil penilaian Laporan Akreditasi Perguruan Tinggi yang telah dikirim sebelumnya.
Beberapa hal yang masuk dalam penilaian akreditasi meliputi: kurikulum dari setiap program pendidikan, jumlah tenaga pendidik, keadaan mahasiswa, koordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana, kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan sistem informasi dari perguruan tinggi.
Kedatangan TIM Asesor BAN-PT disambut langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr Sunarso, S.T.,M.Eng, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Unit Kerja, beserta seluruh civitas akademik kampus.
Dalam kegiatan asesmen lapangan di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak kali ini delegasi Tim Asesor BAN-PT terdiri dari Dr Elka Anakotta, M.Si. dari IAKN Ambon, Dr. Daniel Ronda, M.Th. dari STT Jaffray Makassar didampingi oleh staf BAN-PT dalam seluruh kegiatan Asesmen Lapangan perguruan tinggi.
Asesmen Lapangan adalah proses pelaksanaan penilaian akreditasi progam studi atau perguruan tinggi yang dilakukan oleh asesor dengan mengunjungi lokasi Perguruan Tinggi (face to face mode) dengan jadwal dan agenda kegiatan sesuai dengan ketentuan instrumen akreditasi yang digunakan.
Pada sesi pembukaan asesmen Akreditasi Perguruan Tinggi, dilaksanakan pengenalan panel asesor kepada seluruh tim akreditasi, pengenalan jajaran pimpinan STAKat Pontianak serta dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Surat Pernyataan Asesmen Lapangan. Dalam pembukaan ini juga dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi khususnya mengenai rencana pengembangan, sistem tatapamong, sistem pengelolaan, capaian yang dilaporkan dan rencana pengembangan.
Pada sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, kegiatan asesmen ini dilakukan untuk beberapa tujuan antara lain konfirmasi pelaksanaan, hasil dan efektivitas proses SPMI meliputi seluruh siklus PPEPP. Selain itu dilaksakan juga pengecekan dokumen standar, manual, instrument/tools, dan laporan berkala hasil SPMI.
Kegiatan asesmen oleh asesor BAN-PT dilakukan untuk mengkonfirmasi data dan informasi yang diajukan perguruan tinggi sebagai dasar dalam penilaian kriteria akreditasi perguruan tinggi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga untuk menjamin bahwa proses akreditasi dilakukan secara independen, akurat, obyektif, transparan, akuntabel, ketidakberpihakan, kredibel, menyeluruh, efektif, dan efisien (PerBan-PT Nomor 2 Tahun 2017). Asesor melakukan Klarifikasi Data, yang terdiri dari; Laporan Kinerja, Evaluasi Diri, dan data pendukung. Sesuai matriks penilaian BANPT (9 Kriteria).
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (12-13 Mei 2023) ini dilaksanakan dalam beberapa sesi antara lain sesi dengan pimpinan STAKat Negeri Pontianak, Biro dan Lembaga, sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, sesi dengan tim akreditasi, sesi dengan (middle) manajemen STAKat Negeri Pontianak, sesi dengan pengguna dan alumni, serta sesi dengan mahasiswa.
Adapun pada hari terakhir kegiatan asesmen dilaksanakan penyampaian feedback dimana didalamnya dilakukan Penyampaian Berita Acara dari Asesor ke Pimpinan STAKat Pontianak dan Pengecekkan Berita Acara Asesmen Lapangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Asesemen Lapangan yang dilakukan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak.
Sementara itu dalam mengakhiri kegiatan asesmen, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng menyampaikan rasa terimakasih kepada delegasi tim asesor yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan asesmen yang juga merupakan rangkaian pelaksanaan akreditasi yang melekat dengan fungsi evaluasi diri.
“Kehadiran tim asessor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta didik,” Harapnya.
Penulis:
Tetty Novitasari Simbolon
Jumat, 05 Januari 2024 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merayakan Natal Bersama Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 sekaligus Jumat Pertama Bulan.
Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gedung Praktik Liturgi secara daring dan luring yang dipimpin oleh Pastur Mikael Dou Lodo, CP bersama Pastur Mayong Andreas Acin, OFMCap., Pastur Laurentius Prasetyo, CDD dan Pastur Gregorius Kukuh Nugroho, CM.
“Natal bukan hanya sekedar kumpul keluarga tetapi harus mengalami Natal, artinya lahir baru. Tidak ada dendam, tidak ada iri hati. Kehidupan baru dari kelahiran”, ujar Pastur Mikael dalam homili. Pastur juga mengingatkan akan perendahan diri Allah, yang berkenan lahir di tempat yang bukan untuk manusia, maka sebagai manusia kita juga perlu mencontoh teladan Yesus Kristus agar selalu dengan total memberikan sukacita, kedamaian dan harapan bagi sesama serta turut berdoa untuk saudara-saudara di Betlehem yang tidak bisa merayakan Natal karena perang, namun semoga mereka bisa merayakan dalam hati masing-masing.
Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.
Penulis : Angel M.
https://www.stakatnpontianak.ac.id/- Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak (STAKatN Pontianak) menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2022 mulai tanggal 05 – 08 April 2022 yang berlangsung di Hotel Orchard, Gajahmada, Pontianak.
Ketua STAKat Negeri Pontianak, Bapak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. dalam sambutannya menyampaikan bahwa raker ini adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk menyusun rencana pelaksanaan kegiatan di STAKatN Pontianak. Kegiatan raker ini dihadiri oleh seluruh pengelola STAKatN Pontianak dengan jumlah total peserta 25 orang. Raker kali ini ditujukan khusus untuk penyempurnaan rencana strategis, penyusunan rencana operasional, dan rencana persiapan revisi anggaran. Penyempurnaan rencana strategis diharapkan berfokus pada rencana peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan tata kelola dan SDM agar STAKatN Pontianak bisa meningkatkan statusnya menjadi institut dalam 4 atau 5 tahun kedepan. Raker ini diharapkan dapat menjadi fondasi STAKatN Pontianak agar dapat memberikan akses pendidikan kepada masyarakat luas terutama bagi masyarakat Katolik.
Dalam sambutannya, Ketua STAKatN Pontianak juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini STAKatN Pontianak memberikan perhatian secara khusus pada persiapan dokumen pengajuan zona integritas yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam rapat koordinasi pejabat bimas katolik pusat dan daerah di Jakarta 2022.
Rapat kerja yang dilaksanakan di selama empat hari ini juga dihadiri oleh (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Bapak Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum, Mgr. Agustinus Agus, selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si. selaku Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Bapak Yuvensius Sepur, S. Fil. selaku Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Direktorat Pendidikan Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama.
Bapak Dirjen dalam sambutannya menekankan dua hal penting yaitu mengenai kebiasaan business as usual dan kebaruan.
“Tidak ada lagi business as usual, tidak ada lagi sistem copas kegiatan. Kita harus terus melakukan terobosan dan inovasi.” ungkap beliau
Tidak hanya mengikuti raker, dalam kunjungannya ke Pontianak, Bapak Dirjen juga menyempatkan untuk melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar di STAKatN Pontianak. Dalam kunjungannya kali ini Bapak Dirjen mengingatkan pentingnya berbagai macam kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan kreasi baru yang tetap dapat mempertahankan kekhasan kekatolikan. STAKatN Pontianak diharapkan menjadi semakin unggul dan semakin cepat untuk menjadi institut dalam empat atau lima tahun kedepan sehingga STAKatN Pontianak bisa menjadi role model untuk sekolah tinggi lainnya di seluruh Indonesia.
Mengakhiri kata sambutannya, tak lupa Bapak Dirjen juga menyampaikan harapannya agar raker ini dapat menjadi awal bangkitnya STAKatN Pontianak untuk mengambil tempat dalam percaturan dunia pendidikan tinggi yang dinamis demi masa depan yang penuh keberhasilan dan tentunya berkelanjutan.
Penulis : Tetty Novitasari Simbolon
Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi resiko kanker serviks dan kanker payudara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak ikut serta dalam pelaksanaan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis (Periksa Payudara Klinis) secara gratis di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Baratpada Rabu 10Agustus 2022.Tes IVA dan Sadinis, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh DWP Kemenag RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-77. Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat besar,untuk seluruh Indonesia ada 16.335 peserta yang sudah mendaftar, sementara untuk Kalimantan Barat ada sekitar 300 orang peserta yang mendaftar.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan DWP di 34 Kanwil Kemenag Provinsi, sejumlah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Di Pontianak, DWP Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, DWP Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dan DWP STAKatNegeri Pontianak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, melaksanakan kegiatan di Aula Kanwil Kemenag Kalbar. Pembukaan kegiatan dilaksanakan melalui Zoom oleh DWP Kemenag RI yang disaksikan bersama-sama oleh DWP di seluruh daerah. Setelah upacara pembukaan, kegiatan tes IVA danSadanis dilaksanakan di Mess Kanwil Kemenag Kalbar. Patut disyukuri bahwa dari hasil pemeriksaan para peserta dinyatakan sehat dari kanker serviks dan kanker payudara.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Hary Agung Tjahyadi,sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan tes IVA dan Sadanis tersebut.“Diharapkan Tes IVA dan Sadanis ini rutin dilakukan paling tidak 6 bulan sekali atau satu tahun sekali,semoga lain kali bisa dilakukan terus,” ucap Bapak Hary Agung Tjahya didalam sambutannya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Bapak Syahrul Yadi, yang menegaskan pentingnya tes IVA dan Sadanis untuk medeteksi secara dini kanker serviks dan kanker payudara, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi resiko yang diakibatkannya. Selain itu, beliau mengapresiasi kerja sama yang baik antara DWP Kanwil Kemenag Kalbar, DWP IAIN Pontianak, dan DWP STAKat Negeri Pontianak, dan berpesan agar kerja sama tersebut ditingkatkan di masa yang akan datang.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Ahaiyati Sunarso selaku Ketua DWP STAKat Negeri Pontianak yang baru saja terbentuk, menyatakan bahwa kegiatan Tes IVA dan Sadanis merupakan kegiatan yang perlu diapresiasi karena merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kaum wanita. Melalui kegiatan tes IVA dan Sadanis, gejala kanker serviks dan kanker payudara dapat dideteksi pada tahap awal sehingga dapat dilakukan tindakan penyembuhan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, dan diharapkan dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut.
Penulis: Tetty Novitasari Simbolon