Pelaksanaan Vaksinasi di Kampus STAKat Negeri Pontianak dan Audiensi bersama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

Menindaklanjuti kegiatan vaksinasi dosis pertama yang telah berhasil dilaksanakan pada Kamis, 19 Agustus 2021, telah dilaksanakan kegiatan vaksinasi dosis kedua (sinovac) pada Kamis, 16 Agustus 2021 yang merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kubu Raya dengan Polda Kalimantan Barat dengan target sasaran sebanyak 400 peserta.

Pelaksanaan vakasinasi ini diharapkan akan membantu kampus untuk melaksanakan pembelajaran secara blended. Bupati Muda mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mengejar herd immunity dengan melaksanakan vaksinasi di beberapa lokasi setiap harinya.

Selain pemberian vaksin, kegiatan tersebut dibarengi dengan audiensi bersama para dosen pengajar di kampus dengan harapan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat bersinergi dengan STAKat Negeri Pontianak dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya sudah diskusi dengan pengolah kampus, banyaklah cerita baik itu yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa, kegiatan penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat (PPM),” kata Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Jumat.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa Stakat Negeri Pontianak, terutama untuk kegiatan magang di sanggar kegiatan belajar (SKB), di tempat kesehatan dan lain sebagainya.

“Jadi banyaklah hal yang bisa dikerjasamakan, sehingga saya berharap kampus ini dapat berjalan dengan lancar, baik pengolahannya maupun infrastruktur karena jalan di sini sudah cukup baik, keamanannya juga baik. Jadi kita kawal semuanya, supaya semua proses yang dilakukan akan kelihatan,” tuturnya.

Menurut Muda, sebagai salah satu kampus negeri yang terletak di Kubu Raya, Stakat Negeri Pontaiank memiliki banyak keunggulan dan potensi yang akan menghasilkan ide-ide yang baik untuk kemajuan masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Sunarso menyatakan menyambut baik dialog bersama Bupati Kubu Raya, tentang peluang bekerja sama untuk membangun SDM di Kubu Raya.

“Kami juga berkontribusi terhadap pembangunan SDM di Kubu Raya. Akan tetapi tidak bisa kami lakukan sendiri karena perguruan tinggi tidak ada sinergi dengan pemerintah dan itu tidak akan berhasil, karena dengan sinergi yang baik, kami ingin benar berkontribusi untuk SDM tersebut,” tuturnya.

Dukungan yang pertama ialah secara administratif yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan, sarana dan prasarana juga salah satu dukungan yang sudah terwujud berkat Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kami berharap dengan pemda mudah-mudahan dapat memperluas area kampus ini,” katanya.

Harapan lainnya yaitu keinginan kerjasama dalam bentuk kegiatan kemahasiswaan terkait isu kampus merdeka membutuhkan bahwa mahasiswa STAKat Negeri Pontianak juga belajar secara langsung.

Menutup rangkaian kegiatan vaksinasi dan audiensi bersama Bupati Kubu raya, ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapannya akan kampus merdeka dimana mahasiswa STAKatN bisa belajar dimana pun tidak hanya di kampus.

 

Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

 

 

Similar Posts

  • Pemilove : Upaya Pemantik Kesadaran dalam Menciptakan Pemilu Damai

    Kubu Raya – Senin, 12 Februari 2024 segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengikuti kegiatan Doa Bersama secara Online/Daring untuk Pemilu Damai. Kegiatan Doa Bersama ini diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada pukul 14.00 WIB. Adapun Doa Lintas Agama ini di doakan oleh perwakilan Bimas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Puspimdik Kong Hu Chu.

    Dalam kegiatan Dirjen Bimas Islam menyampaikan sambutannya, “Kegiatan doa bersama diikuti oleh 300 peserta para remaja dan santri pemilih pemula. Kepemudaaan lintas iman, tokoh masyarakat dan organisasi dari 6 agama di Indonesia.” Dirjen Bimas Islam juga menilai betapa pentingnya keterlibatan mereka dalam pemilu 2024 dan berharap pemilu berjalan dengan lancar, damai dan penuh cinta.

    Selanjutnya sambutan dari Bapak Wakil Menteri Kementerian Agama Republik Indonesia, “Kita memohon kekuatan, ridho dan perkenan dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar Pemilu berjalan dengan damai dan baik. Dalam rangka menuju Indonesia Indonesia emas 2040, bonus demografi dapat menjadi hal yg baik namun juga buruk jika kita tidak mengenalkan komintmen kebangsaan kepada anak muda. Maka kita adakan acara Pemilove untuk pemantik kesadaran pada para pemuda/I untuk menyampaikan hak pilihnya pada 14 Februari 2024. Diharapkan juga melalui doa lintas agama ini semoga kita dapat memiliki pemimpin baru yang akan membawa perahu besar nusantara di tahun 2040”.

    Kegiatan Pemilove ini juga turut dimeriahkan oleh penyanyi Olivia Pardede, Finalis Indonesian Idol Musim X dan bintang tamu lainnya yakni Habib Ja’far dan Onadio Leonardo

     

    Penulis: Angel Melinda

     

     

  • Capacity Building: Maju dan Tumbuh Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama. Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak” di Rumah retret St. John Paul II Anjongan, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf serta 7 orang mahasiswa ini berlangsung selama 27 – 29 Mei 2024. Digelar selama 3 hari, pantia ice breaking yang merupakan pegawai STAKat Negeri Pontianak bersama dengan narasumber, Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM memberikan begitu banyak permainan dan materi yang menarik.

    Capacity building ini diketuai oleh Joko Dwitanto, S.T., M.M. dalam sambutannya Joko menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia melalui penguatan institusi. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak yang turut hadir memberikan pengarahan serta membuka kegiatan. “Momen ini diharapkan dapat merilekskan sejenak pikiran serta merenungkan seberapa jauh kebersamaan dan menghidupinya di kampus STAKat.”

    Ketua, Dr. Sunarso, S.T. M.Eng. mengatakan kerjasama dan support antara dosen-karyawan-mahasiswa sangat diperlukan. Contoh paling nyata kerjsama nya adalah dalam hal akreditasi. “Kita semua harus saling support, sebab mahasiswa-dosen-karyawan memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal akreditasi, jika akreditasi baik sekali maka mahasiswa akan lebih berpeluang untuk mengikuti CPNS. Begitu juga pegawai, kaitannya dengan jumlah mahasiwa yang tertarik ke STAKat”, tutur Ketua.

    Sebagai Perguruan Tinggi Katolik yang menjunjung nilai-nilai kekatolikan, hari pertama kegiatan diadakan Misa yang dibawakan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kotbah nya, Mgr. Agus mendukung penuh Kerjasama antara gereja dan STAKat Negeri Pontianak terutama perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut serta menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

    Penulis: Angel M.

  • Dies Natalis Ke-8 STAKat Negeri Pontianak: Membangun Sinergi untuk Transformasi Berkelanjutan

    Menyambut Acara Puncak

    Dies Natalis Ke-8 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dimeriahkan dengan pelbagai rangkaian acara selama satu minggu sebelum acara puncak. Kegiatan yang di ketuai oleh Suko, M.Pd. ini melibatkan seluruh civitas akademika agar semuanya dapat merasakan suka cita dies natalis ini. Diawali dengan berbagai lomba selama dua hari seperti estafet getah, estafet air, kereta bola, memasukan bola dalam gelas, dilanjutkan juga dengan kegiatan kerja bakti dan jalan santai pada 15 Januari 2025. Tidak lupa juga salah satu wujud syukur, kampus mengadakan aksi kemanusiaan berupa donor darah, anjangsana, hingga kunjungan ke panti asuhan St. Hieronimus, MSA Pontianak. Dalam kunjungan ke panti asuhan, dana maupun barang-barang keperluan panti dikumpulkan bersama mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.

    Orasi Ilmiah

                Tak hanya itu, untuk memajukan keilmuan mahasiswa/i jSekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak maupun peserta yang hadir tentu saja kampus mengadakan orasi ilmiah. Kegiatan ini turut mengundang Romo Albertus Bagus Laksana, SJ yang merupakan Rektor Universitas Sanata Dharma. Dalam kesehariannya beliau mengajar beberapa matakuliah seperti, Teologi Agama-Agama dan Komparatif, Yesus Kristus, Tritunggal dan Keselamatan, serta beberapa mata kuliah keagamaan lainnya. “Sinergi dan Transformasi Pendidikan Tinggi Katolik di Indonesia: Arah, Peluang, dan Tantangan” menjadi materi yang dibawakan oleh Romo Bagus. Materi ini membuka wawasan peserta akan kebijakan Pendidikan Tinggi, bagaimana arah Perguruan Tinggi zaman ini, bagaimana melahirkan lulusan yang unggul, dan pemaparan akan situasi Pendidikan Tinggi Indonesia yang sebenarnya hal ini tidak hanya membuka pandangan peserta saja melainkan juga STAKat sebagai Perguruan Tinggi untuk lebih bersemangat membangun lulusan yang mampu bersaing di era global melalui dukungan moril dan keterbukaan terhadap pengembangan skill atau kemampuan kerja lainnya terutama dalam digitalisasi. Dalam beberapa kesempatan, Ketua STAKat Negeri Pontianak selalu mengutarakan bahwa lembaga selalu mendukung mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademis tetapi juga non akademis demi mengasah kemampuan peserta didik.

                Selain Romo Bagus, Orasi Ilmiah juga mengundang Prof. Eusabinus Bunau, S.Pd., M.Si., Ph.D. yang merupakan dosen FKIP UNTAN. Beliau memilih judul materi “Isu-Isu Pendidikan Nasional dan Sinergitas Antara STAKATN Pontianak, Gereja, dan Pemerintah Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” yang menurut beliau ‘pas’ dengan tema dies natalis kali ini yaitu “Membangun Sinergi Menuju Transformasi Berkelanjutan”.

    Acara Puncak dengan Misa Syukur dan Ramah Tamah

                Acara puncak dies natalis ke-8 dengan agenda Misa syukur diselenggarakan pada 17 Januari 2025 di Gedung Praktik Liturgi. Misa dipersembahkan oleh Mgr. Agustinus Agus bersama konselebran RP. Athanasius Nandung, OFMCap. selaku Romo rekan Paroki St Sesilia Keuskupan Agung Pontianak dimana STAKat Negeri Pontiak masuk wilayah paroki tersebut, serta beberapa romo yang berkarya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak RP. Gregorius Kukuh Nugroho, CM., RP Mayong Andreas Acin, OFMCap., RP Laurentius Prasetyo, CDD, RP Mikael Dou Lodo, CP., dan RP Dilan, CP. Selain itu, beberapa tamu undangan turut hadir seperti Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, M.Si., Pembimas Katolik Provinsi Kalimantan Barat Yosef Somen, S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekkaryani, Komunitas Susteran SFD, alumni serta stakeholder lainnya.

                Dalam homilinya. Mgr. Agus menyambut hari ulang tahun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dengan pesan kepada seluruh civitas akademika agar mampu bekerjasama membawa umat dalam perjumpaan dengan Yesus seperti dalam bacaan Injil Markus 2: 1-4 teman-teman orang lumpuh yang membawa temannya kepada Yesus agar dapat sembuh.

    “Hal yang diambil dalam bacaan ini adalah kebersamaan dan yang luar biasa adalah iman pada Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan. Iman orang sakit inilah yang menjadi modal dasar untuk sembuh, tidak ada kata putus asa. Iman harus diwujudnyatakan melalui perbuatan dan perjuangan. Maka ketika kalian (mahasiswa/i) ingin lulus cepat maka jangan belajar dengan santai, belajarlah dengan giat serta andalkan Tuhan Yesus, sebab tidak ada artinya jika tidak dekat dengan Tuhan”, ucap Mgr. Agus. Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di area lingkungan kampus.

    Penulis

    Angel M.

  • Evaluasi dan Rencana Kinerja Sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Kubu Raya- Jumat, 26 Desember 2023 pegawai fungsional yang membidangi pengadministrasian atau sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan evaluasi Kinerja 2023 dan rencana kerja 2024.

    Beberapa hal disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan, Andreas Alsandriata, S.Ag., M.Si. dalam rapat yakni pembagian kinerja tim keuangan, rencana pembentukan tim arsiparis, dan pembentukan tim humas serta pembagian tugas bagi CPPPK TA 2023. Selain itu, dalam upaya mendukung peningkatan kompetensi pegawai sekretariat Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak demi terwujudnya kinerja yang efektif dan efisien kedepannya pegawai akan didukung untuk mengikuti pelatihan-pelatihan penunjang kinerja, terutama pelatihan IT, pengembangan web dan pelatihan penggunaan aplikasi untuk Perguruan Tinggi.

    “Lembaga mendukung teman-teman sekretariat dalam peningkatan kompetensi maupun kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak”, tutur Andreas.

     

    Penulis       : Angel Melinda

  • Peranan Sarjana Katolik dalam Merajut Kebhinekaan

    “Seorang Sarjana Katolik harus memiliki dasar yang kuat dalam nilai-nilai Katolik saat terjun dalam masyarakat” demikian ungkap Maria Goretty di temu Alumni STAKatN Pontianak, 12-14 November 2021. Tokoh Perempuan Katolik yang saat ini menjabat sebagai DPD-RI Kalbar untuk ke empat kalinya, diundang untuk memberikan penguatan akademik bagi para alumnus.

    Alumni STAKatN Pontianak pada umumnya menjadi katekis di berbagai daerah. Menurut Maria, katekis itu selalu dipandang oleh umat sebagai tokoh lokal. Mereka identik dengan pengetahuan keagamaan yang mendalam dan teladan dalam beriman. Akan tetapi, ketokohan ini harus dipahami sebagai panggilan yang diterima oleh katekis yaitu panggilan untuk melayani. Artinya, mereka yang terpilih menjadi katekis mememilik tanggung jawab untuk menghadirkan diri secara untuk melanani umat, melayani masyarakat.

    Panggilan yang diterima oleh alumni ini menjadi semakin penting dalam konteks persoalan nasional yang sedang kita hadapi. Mengutip perkataan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Maria menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan. Ada banyak piihak yang mencoba menggerogoti nilai-nilai Pancasila: keyakinan pada Tuhan, kemanusian, persatuan dalam keragaman, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Para alumnus harus siap untuk terjun meresponnya baik secara komunal maupun individual.

    Agar alumni siap, Maria memberikan point penting. Point pertama, alumni harus kuat dalam kekatolikan. Kuat dalam kekatolikan artinya menghidupi nilai-nilai kekatolikan secara kuat. Nilai ini harus menjadi semangat dasar bagi alumni dalam tindakan dan laku mereka. Kedua, alumni harus siap masuk dalam isu-isu nasional. Sikap diam dan cuek terhadap persoalan di masyarakat bukanlah ciri khas seorang sarjana Katolik, melainkan aktif memberikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Ketiga, memaknai kebinekaan sebagai anugerah. Keragaman adalah Identitas otentik negara Indonesia. Alumni dipanggil untuk senantiasa merefleksikan fakta ini. Keempat, membangun generasi katolik sejati yang jujur, berjiwa kerja dan selalu siap melayani. Kelima, siap dibenci demi nilai-nilai ajaran katolik.

     

     

    Penulis: Subandri Simbolon