Peranan Sarjana Katolik dalam Merajut Kebhinekaan

“Seorang Sarjana Katolik harus memiliki dasar yang kuat dalam nilai-nilai Katolik saat terjun dalam masyarakat” demikian ungkap Maria Goretty di temu Alumni STAKatN Pontianak, 12-14 November 2021. Tokoh Perempuan Katolik yang saat ini menjabat sebagai DPD-RI Kalbar untuk ke empat kalinya, diundang untuk memberikan penguatan akademik bagi para alumnus.

Alumni STAKatN Pontianak pada umumnya menjadi katekis di berbagai daerah. Menurut Maria, katekis itu selalu dipandang oleh umat sebagai tokoh lokal. Mereka identik dengan pengetahuan keagamaan yang mendalam dan teladan dalam beriman. Akan tetapi, ketokohan ini harus dipahami sebagai panggilan yang diterima oleh katekis yaitu panggilan untuk melayani. Artinya, mereka yang terpilih menjadi katekis mememilik tanggung jawab untuk menghadirkan diri secara untuk melanani umat, melayani masyarakat.

Panggilan yang diterima oleh alumni ini menjadi semakin penting dalam konteks persoalan nasional yang sedang kita hadapi. Mengutip perkataan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Maria menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan. Ada banyak piihak yang mencoba menggerogoti nilai-nilai Pancasila: keyakinan pada Tuhan, kemanusian, persatuan dalam keragaman, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Para alumnus harus siap untuk terjun meresponnya baik secara komunal maupun individual.

Agar alumni siap, Maria memberikan point penting. Point pertama, alumni harus kuat dalam kekatolikan. Kuat dalam kekatolikan artinya menghidupi nilai-nilai kekatolikan secara kuat. Nilai ini harus menjadi semangat dasar bagi alumni dalam tindakan dan laku mereka. Kedua, alumni harus siap masuk dalam isu-isu nasional. Sikap diam dan cuek terhadap persoalan di masyarakat bukanlah ciri khas seorang sarjana Katolik, melainkan aktif memberikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Ketiga, memaknai kebinekaan sebagai anugerah. Keragaman adalah Identitas otentik negara Indonesia. Alumni dipanggil untuk senantiasa merefleksikan fakta ini. Keempat, membangun generasi katolik sejati yang jujur, berjiwa kerja dan selalu siap melayani. Kelima, siap dibenci demi nilai-nilai ajaran katolik.

 

 

Penulis: Subandri Simbolon

Similar Posts

  • Capacity Building: Maju dan Tumbuh Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama. Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak” di Rumah retret St. John Paul II Anjongan, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf serta 7 orang mahasiswa ini berlangsung selama 27 – 29 Mei 2024. Digelar selama 3 hari, pantia ice breaking yang merupakan pegawai STAKat Negeri Pontianak bersama dengan narasumber, Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM memberikan begitu banyak permainan dan materi yang menarik.

    Capacity building ini diketuai oleh Joko Dwitanto, S.T., M.M. dalam sambutannya Joko menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia melalui penguatan institusi. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak yang turut hadir memberikan pengarahan serta membuka kegiatan. “Momen ini diharapkan dapat merilekskan sejenak pikiran serta merenungkan seberapa jauh kebersamaan dan menghidupinya di kampus STAKat.”

    Ketua, Dr. Sunarso, S.T. M.Eng. mengatakan kerjasama dan support antara dosen-karyawan-mahasiswa sangat diperlukan. Contoh paling nyata kerjsama nya adalah dalam hal akreditasi. “Kita semua harus saling support, sebab mahasiswa-dosen-karyawan memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal akreditasi, jika akreditasi baik sekali maka mahasiswa akan lebih berpeluang untuk mengikuti CPNS. Begitu juga pegawai, kaitannya dengan jumlah mahasiwa yang tertarik ke STAKat”, tutur Ketua.

    Sebagai Perguruan Tinggi Katolik yang menjunjung nilai-nilai kekatolikan, hari pertama kegiatan diadakan Misa yang dibawakan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kotbah nya, Mgr. Agus mendukung penuh Kerjasama antara gereja dan STAKat Negeri Pontianak terutama perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut serta menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

    Penulis: Angel M.

  • Perayaan Ekaristi Missio Canonica Dan Wisuda Ke-2 Program Sarjana Dan Magister Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar wisuda 120 wisudawan di Aula Gardenia Resort, Jumat (16/12/2022).

    Ketua STAKatN Pontianak, Dr Sunarso ST M Eng berharap 120 wisudawan yang diwisuda mereka bisa menjadi ini duta STAKatN Pontianak di tengah masyarakat.

    “Tentu dengan melaksanakan tugas sebagai katekis, bisa meletakkan kabar bahagia di tengah-tengah masyarakat dan menghantarkan kedamaian. Apalagi sekarang di Kementerian Agama sedang digalakkan tahun toleransi dan moderasi beragama. Kita berharap bahwa mereka yang sudah kita berikan bekal di STAKAtN Pontianak bisa menjadi agen untuk bisa membawa perdamaian,” ujar Sunarso.

    Sunarso mengatakan katekis diharapkan bisa memberikan contoh bagaimana hidup saling menghargai, saling berdampingan dan menghargai satu sama lain.

    STAKatN Pontianak ujarnya, memang merupakan perguruan tinggi Katolik negeri satu-satunya dan baru pertama di Indonesia.

    Sebelum dilaksanakan acara wisuda, STAKatN Pontianak menggelar Missio Canonica yang dilaksanakan di gereja Katedral Pontianak, Kamis 15 Desember 2022.

    Misio Canonica dipimpin oleh Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Acara Missio Canonica ini merupakan sebuah peristiwa penting karena pada acara ini terdapat proses pemberian kuasa mengajar mengenai Gereja berdasarkan wewenang Uskup kepada kaum awam.

    Dalam Misio Canonica ini ke 120 wisudawan/wati dilantik dan diutus untuk mengemban tugas sebagai katekis.

    Para calon katekis kemudian mendaraskan doa penyerahan dan mengakui bahwa mereka sungguh percaya kepada semua ajaran resmi Gereja, berjanji setia dan taat kepada pimpinan resmi Gereja dan bersedia melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada mereka, di hadapan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

    Kemudian Uskup menyerahkan kitab suci dan salib dan mengutus mereka, “Saya atas nama Gereja Mengutus kamu ke tengah umat Allah dan dunia.”

    STAKatN Pontianak terletak di Jalan Parit Haji Mukhsin II Km 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

    Awalnya bernama Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, dan beralamat di Jalan Adisucipto Km 9 Sungai Raya, Kubu Raya.

    Dalam sejarahnya Sekolah Tinggi ini didirikan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak tanggal 26 Mei 2006 dan bernaung di bawah Departemen Agama RI dengan izin operasional Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor: DJ/HK.00.5/99/2006 tanggal 12 Juli 2006.

    Kehadiran STAKatN Pontianak membuat generasi tersebut kata Sunarso memperoleh kesempatan untuk belajar.

    “Disampingnya itu, kita tentunya dengan dukungan pemerintah berusaha membangun kampus yang tidak hanya nanti dari sisi sarana prasarana baik dan layanan teknologi informasi terintegrasi yang memudahkan pelayanan, tapi juga dengan kehidupan kampus yang benar-benar seperti visi STAKatN untuk membentuk komunitas yang berilmu dan beriman katolik,” ujarnya.

    STAKatN Pontianak senantiasa menanamkan kepada mahasiswa selain harus menguasai ilmu dan teknologi tetapi juga harus didasarkan pada iman Katolik yang secara universal mengajarkan sebagai umat Allah, makhluk Tuhan, untuk saling mencintai tambahnya.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Agustinus mengatakan inti dari agama adalah agar orang takut dengan Tuhan.

    Namun pada kenyataannya sekarang orang takut tidak punya uang dan takut tidak punya jabatan.

    Tugas guru agama kata dia membuat orang takut akan Tuhan.

    Jika seseorang takut kepada Tuhan, beliau mengatakan Tuhan akan mencintai kita dan Tuhan akan memberikan kesejahteraan.

    Dominikus Bobi, S.Pd dengan IPK 3,89 menjadi lulusan terbaik dalam wisuda Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Jumat (16/12).

    Ia bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan keluarga serta orang-orang terdekat yang selalu men-support-nya selama menyelesaikan studi.

    Baginya gelar lulusan terbaik bukan apa-apa karena semua wisudawan sama-sama berperan sebagai utusan-utusan gereja melakukan tugas yang sama dan memajukan gereja dan bangsa

    Domi pun memberikan tips, bagaimana ia memperoleh IPK nyaris sempurna.

    Ia berpesan kepada adik-adik tingkat untuk banyak membaca buku.

    Lalu, belajar jangan hanya terpaku pada satu media atau satu sumber. Karena mahasiswa boleh memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini seperti YouTube dan sebagainya.

    “Ke depan pasti kami harus menjadi pelayan terbaik untuk masyarakat, kami memberikan teladan yang baik, sikap yang baik bagi orang-orang disekitarnya sebagai lulusan STAKAtN Pontianak,” tutupnya.

     

    Humas: Tetty Simbolon

  • Pelatihan Teknis Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Bekerjasama Dengan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Pelaksanaan Pelatihan Di Wilayah Kerja ( PDWK ) yang dilaksanakan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak yang berlangsung selama seminggu penuh dimulai dari Senin (27/09) sampai Jumat (01/10) telah berjalan dengan lancar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak  ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi ASN kementerian Agama khususnya di wilayah Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     Pelatihan yang dilaksanakan yaitu Penyusunan Standar Operasional Prosedure (SOP). Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari PNS dan PPNPN yang ada di wilayah Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Pelatihan tersebut dibuka oleh Deden Wahyudin selaku Kepala Subbidang Diklat Teknis Administrasi dan Fungsional Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dan didampingi oleh Ketua STAKatN Pontianak beserta pejabat Struktural dan pejabat fungsional lainnya.

     Dalam sambutannya Deden Wahyudin antara lain menyampaikan” Pelatihan penyusunan SOP ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi seluruh ASN Kementerian Agama khususnya di wilayah STAKatN Pontianak agar memahami bagaimana cara SOP dibuat dan disusun dengan baik. Karena SOP itu penting sebagai landasan / pedoman ASN dalam melaksanakan tugas sehari-hari “ 

    “ walaupun kita masih berada dalam suasana pandemi,  namun hal ini semoga tidak mengurangi keseriusan, semangat dan motivasi para peserta semua untuk ikut serta dalam pelatihan inikarena inti dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sebagai semua ASN diwilayah STAKatN  rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” imbuh beliau.

    Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari kegiatan, dan pembelajaran yang diberikan adalah dalam bentuk penyampaian materi, praktik, tugas, maupun ujian akhir pembelajaran. Pembelajaran pada pelatihan ini diberikan oleh Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat Tenaga Administrasi Kementerian Agama RI; Drs. H. Mohammad Tahmid  dan Yulianti Haris dibantu oleh tim panitia pusdiklat tenaga administrasi badan litbang . Pelatihan ini diakhiri dengan kunjungan dari Bapak Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si selaku Kepala Kanwil Kemenag KalbarPelatihan yang juga tak lupa menyampaikan pentingnya moderasi beragama khususnya di wilayah Kementerian Agama. Pelatihan yang telah dilaksanakan ini diharapkan akan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan yaitu peningkatan kualitas dan kompetensi ASN Kementerian Agama yang mampu melaksanakan tugas dengan penuh kompetensi dan profesional.

     

    Foto : Panitia Pelaksana

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon

     

  • Perayaan Natal Bersama, Pastur Mikael Dou Lodo: “Natal artinya lahir baru.”

    Jumat, 05 Januari 2024 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merayakan Natal Bersama Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 sekaligus Jumat Pertama Bulan.

    Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gedung Praktik Liturgi secara daring dan luring yang dipimpin oleh Pastur Mikael Dou Lodo, CP bersama Pastur Mayong Andreas Acin, OFMCap., Pastur Laurentius Prasetyo, CDD dan Pastur Gregorius Kukuh Nugroho, CM.

    “Natal bukan hanya sekedar kumpul keluarga tetapi harus mengalami Natal, artinya lahir baru. Tidak ada dendam, tidak ada iri hati. Kehidupan baru dari kelahiran”, ujar Pastur Mikael dalam homili. Pastur juga mengingatkan akan perendahan diri Allah, yang berkenan lahir di tempat yang bukan untuk manusia, maka sebagai manusia kita juga perlu mencontoh teladan Yesus Kristus agar selalu dengan total memberikan sukacita, kedamaian dan harapan bagi sesama serta turut berdoa untuk saudara-saudara di Betlehem yang tidak bisa merayakan Natal karena perang, namun semoga mereka bisa merayakan dalam hati masing-masing.

    Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.