Kegiatan Asesmen Lapangan di Lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak oleh Tim Asesor BAN-PT

Pada tanggal 12-13 Mei 2023 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, dilaksanakan kunjungan Tim Asesor BAN-PT dalam rangka melakukan klarifikasi dan penilaian ulang terhadap hasil penilaian Laporan Akreditasi Perguruan Tinggi yang telah dikirim sebelumnya.

Beberapa hal yang masuk dalam penilaian akreditasi meliputi: kurikulum dari setiap program pendidikan, jumlah tenaga pendidik, keadaan mahasiswa, koordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana, kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan sistem informasi dari perguruan tinggi.

Kedatangan TIM Asesor BAN-PT disambut langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr Sunarso, S.T.,M.Eng, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Unit Kerja, beserta seluruh civitas akademik kampus.

Dalam kegiatan asesmen lapangan di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak kali ini delegasi Tim Asesor BAN-PT terdiri dari Dr Elka Anakotta, M.Si. dari IAKN Ambon, Dr. Daniel Ronda, M.Th. dari STT Jaffray Makassar didampingi oleh staf BAN-PT dalam seluruh kegiatan Asesmen Lapangan perguruan tinggi.

Asesmen Lapangan adalah proses pelaksanaan penilaian akreditasi progam studi atau perguruan tinggi yang dilakukan oleh asesor dengan mengunjungi lokasi Perguruan Tinggi (face to face mode) dengan jadwal dan agenda kegiatan sesuai dengan ketentuan instrumen akreditasi yang digunakan.

Pada sesi pembukaan asesmen Akreditasi Perguruan Tinggi, dilaksanakan pengenalan panel asesor kepada seluruh tim akreditasi, pengenalan jajaran pimpinan STAKat Pontianak serta dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Surat  Pernyataan Asesmen Lapangan. Dalam pembukaan ini juga dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi khususnya mengenai rencana pengembangan, sistem tatapamong, sistem pengelolaan,  capaian  yang dilaporkan dan rencana pengembangan.

Pada sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, kegiatan asesmen ini dilakukan untuk beberapa tujuan antara lain konfirmasi pelaksanaan, hasil dan efektivitas proses SPMI meliputi seluruh siklus PPEPP. Selain itu dilaksakan juga pengecekan dokumen standar, manual, instrument/tools, dan laporan berkala hasil SPMI.

Kegiatan asesmen oleh asesor BAN-PT dilakukan untuk mengkonfirmasi data dan informasi yang diajukan perguruan tinggi sebagai dasar dalam penilaian kriteria akreditasi perguruan tinggi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga untuk menjamin bahwa proses akreditasi dilakukan secara independen, akurat, obyektif, transparan, akuntabel, ketidakberpihakan, kredibel, menyeluruh, efektif, dan efisien (PerBan-PT Nomor 2 Tahun 2017). Asesor melakukan Klarifikasi Data, yang terdiri dari; Laporan Kinerja, Evaluasi Diri, dan data pendukung. Sesuai matriks penilaian BANPT (9 Kriteria).

 Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (12-13 Mei 2023) ini dilaksanakan dalam beberapa sesi antara lain sesi dengan pimpinan STAKat Negeri Pontianak, Biro dan Lembaga, sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, sesi dengan tim akreditasi, sesi dengan (middle) manajemen STAKat Negeri Pontianak, sesi dengan pengguna dan alumni, serta sesi dengan mahasiswa.

Adapun pada hari terakhir kegiatan asesmen dilaksanakan penyampaian feedback dimana didalamnya dilakukan Penyampaian Berita Acara dari Asesor ke Pimpinan  STAKat Pontianak  dan Pengecekkan Berita Acara Asesmen Lapangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Asesemen Lapangan yang dilakukan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak.

Sementara itu dalam mengakhiri kegiatan asesmen, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng  menyampaikan rasa terimakasih kepada delegasi tim asesor yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan asesmen yang juga merupakan rangkaian pelaksanaan akreditasi yang melekat dengan fungsi evaluasi diri.

“Kehadiran tim asessor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta didik,” Harapnya.

 

Penulis:

Tetty Novitasari Simbolon

Similar Posts

  • Sosialisasi dan Pembinaan PPID kepada Tim PPID STAKatN Pontianak

    STAKatN Pontianak menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada Selasa, 30 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh tim PPID dengan fokus utama membahas revisi Surat Keputusan (SK) PPID dan penyempurnaan Daftar Informasi Publik (DIP). Dalam sesi pembahasan teknis, tim PPID mengkaji draft revisi SK PPID yang mencakup penyesuaian struktur organisasi, distribusi tugas dan kewenangan, serta mekanisme koordinasi…

  • Apel Peringatan Hari Amal Bhakti Ke – 78 Kementerian Agama RI Kubu Raya,Rabu 3 Januari 2024

     

    STAKat Negeri Pontianak turut memperingati Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama yang diawali dengan kegiatan apel pada Rabu, 03 Januari 2023. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan kompak menggunakan seragam apel berwarna merah putih. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh mahasiswa/i STAKat Negeri Pontianak.

    Dalam apel, Ketua STAKat Negeri Pontianak yang diwakili oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan meneruskan pesan Menteri Agama Yaqult Cholil Qoumas. Dalam sambutan, disampaikan bahwa sebagai institusi yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan Pendidikan keagamaan, Kementerian Agama  bertugas untuk menjaga kerukunan nasional dan memberikan pelayanan yang adil, transparan, akuntabel untuk seluruh umat serta membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama yang moderat.

    STAKat Negeri Pontianak menerima dengan positif sambutan Menteri Agama dalam peningkatan spirit layanan Umat Beragama khususnya pelayanan kepada mahasiswa/i kampus. Kegiatan perayaan HAB dilanjutkan dengan kerja bakti oleh seluruh mahasiswa/i dan warga STAKat Negeri Pontianak.

     

     

    Penulis       : Angel M

    Penyunting : K. Asih

  • Peranan Sarjana Katolik dalam Merajut Kebhinekaan

    “Seorang Sarjana Katolik harus memiliki dasar yang kuat dalam nilai-nilai Katolik saat terjun dalam masyarakat” demikian ungkap Maria Goretty di temu Alumni STAKatN Pontianak, 12-14 November 2021. Tokoh Perempuan Katolik yang saat ini menjabat sebagai DPD-RI Kalbar untuk ke empat kalinya, diundang untuk memberikan penguatan akademik bagi para alumnus.

    Alumni STAKatN Pontianak pada umumnya menjadi katekis di berbagai daerah. Menurut Maria, katekis itu selalu dipandang oleh umat sebagai tokoh lokal. Mereka identik dengan pengetahuan keagamaan yang mendalam dan teladan dalam beriman. Akan tetapi, ketokohan ini harus dipahami sebagai panggilan yang diterima oleh katekis yaitu panggilan untuk melayani. Artinya, mereka yang terpilih menjadi katekis mememilik tanggung jawab untuk menghadirkan diri secara untuk melanani umat, melayani masyarakat.

    Panggilan yang diterima oleh alumni ini menjadi semakin penting dalam konteks persoalan nasional yang sedang kita hadapi. Mengutip perkataan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Maria menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan. Ada banyak piihak yang mencoba menggerogoti nilai-nilai Pancasila: keyakinan pada Tuhan, kemanusian, persatuan dalam keragaman, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Para alumnus harus siap untuk terjun meresponnya baik secara komunal maupun individual.

    Agar alumni siap, Maria memberikan point penting. Point pertama, alumni harus kuat dalam kekatolikan. Kuat dalam kekatolikan artinya menghidupi nilai-nilai kekatolikan secara kuat. Nilai ini harus menjadi semangat dasar bagi alumni dalam tindakan dan laku mereka. Kedua, alumni harus siap masuk dalam isu-isu nasional. Sikap diam dan cuek terhadap persoalan di masyarakat bukanlah ciri khas seorang sarjana Katolik, melainkan aktif memberikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Ketiga, memaknai kebinekaan sebagai anugerah. Keragaman adalah Identitas otentik negara Indonesia. Alumni dipanggil untuk senantiasa merefleksikan fakta ini. Keempat, membangun generasi katolik sejati yang jujur, berjiwa kerja dan selalu siap melayani. Kelima, siap dibenci demi nilai-nilai ajaran katolik.

     

     

    Penulis: Subandri Simbolon

  • Rapat Kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024

    Ketua STAKat Negeri Pontianak menghadiri kegiatan Rapat kerja Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah Tahun 2024 pada 26 sampai 28 Februari 2024 lalu. Dalam kegiatan ini, Ditjen Bimas Katolik mendorong agar seluruh mitra kerja untuk dapat lebih bekerja cerdas untuk menyukseskan komitmen kerja. Rapat kerja tahun 2024 ini menekankan pada transformasi bidang Pendidikan Katolik dan Urusan Agama Katolik.

    Rapat koordinasi bidang Pendidikan yaitu mengenai transformasi Pendidikan dengan melakukan percepatan perubahan STAKat Negeri Pontianak menjadi Institut, Percepatan status SMAK Negeri Ende menjadi SMAK unggul. Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. selalui Ketua STAKat Negeri Pontianak mengatakan bahwa kampus saat ini telah menyelesaikan tahapan pembentukan 3 prodi baru diantaranya Konseling Pastoral, Pastoral dan Teologi sebagai syarat Sekolah Tinggi menjadi Institut. “Mudah-mudahan percepatan transformasi STAKat Negeri Pontianak dapat berjalan di tahun ini”, tutur Ketua STAKat Negeri Pontianak.

    Dalam kegiatan ini pula, Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, S.E., M.Si. mengundang secara khusus mahasiswa UKM Seni Tari dan Musik Tradisional Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Sanggar Widya Pratama Tarigas untuk turut mensuskseskan acara dengan mempersembahkan tari dan musik Dayak kepada para tamu yang menghadiri kegiatan. Hal ini menjadi kebanggan tak hanya bagi UKM Seni dan Tari tapi juga kampus STAKat Negeri Pontianak karena memiliki anak-anak muda yang kreatif dan melestarikan budaya. “Kami sangat berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada anak-anak UKM Seni Tari dan Musik untuk dapat tampil di kegiatan Rapat Kerja. Semoga semua orang yang hadir dapat menikmati tarian dan musik Dayak khas Kalimantan Barat yang kami bawakan”, ujar Florentina, M.Th. selaku Pembina UKM Seni Tari dan Musik.

    Penulis: Angel M.

  • Capacity Building: Maju dan Tumbuh Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengadakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama. Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak” di Rumah retret St. John Paul II Anjongan, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf serta 7 orang mahasiswa ini berlangsung selama 27 – 29 Mei 2024. Digelar selama 3 hari, pantia ice breaking yang merupakan pegawai STAKat Negeri Pontianak bersama dengan narasumber, Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM memberikan begitu banyak permainan dan materi yang menarik.

    Capacity building ini diketuai oleh Joko Dwitanto, S.T., M.M. dalam sambutannya Joko menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia melalui penguatan institusi. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak yang turut hadir memberikan pengarahan serta membuka kegiatan. “Momen ini diharapkan dapat merilekskan sejenak pikiran serta merenungkan seberapa jauh kebersamaan dan menghidupinya di kampus STAKat.”

    Ketua, Dr. Sunarso, S.T. M.Eng. mengatakan kerjasama dan support antara dosen-karyawan-mahasiswa sangat diperlukan. Contoh paling nyata kerjsama nya adalah dalam hal akreditasi. “Kita semua harus saling support, sebab mahasiswa-dosen-karyawan memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal akreditasi, jika akreditasi baik sekali maka mahasiswa akan lebih berpeluang untuk mengikuti CPNS. Begitu juga pegawai, kaitannya dengan jumlah mahasiwa yang tertarik ke STAKat”, tutur Ketua.

    Sebagai Perguruan Tinggi Katolik yang menjunjung nilai-nilai kekatolikan, hari pertama kegiatan diadakan Misa yang dibawakan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kotbah nya, Mgr. Agus mendukung penuh Kerjasama antara gereja dan STAKat Negeri Pontianak terutama perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut serta menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

    Penulis: Angel M.