Wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1 Prodi Keagamaan Katolik

Kubu Raya – Terdata sejak penutupan PMB gelombang pertama pada 31 Mei 2024 lalu, ada 306 orang yang mendaftarkan diri di STAKat Negeri Pontianak. Setelah seleksi berkas, sekitar 258 orang dipilih untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Sejak pukul 8 pagi, sejumlah dosen melaksanakan seleksi berupa wawancara secara online yang dilaksanakan selama 3 hari, yakni 05 s.d. 07 Juni 2024 di Gedung St. Hieronimus dan St. Agustinus.

Sebelumnya, pihak panitia telah memberikan beberapa hal untuk dipersiapkan calon mahasiswa baru dalam tes wawancara ini. Materi wawancara diantaranya tentang konsep diri, motivasi diri, bagaimana kehidupan menggereja calon mahasiswa, serta wawasan kebangsaan.

Saat ini, penerimaan mahasiswa baru hanya untuk Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Magister Teologi Katolik, namun beriringan dengan transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi Institut maka kedepannya akan dilakukan seleksi terhadap calon mahasiswa 3 Prodi baru yakni Pastoral Konseling, Teologi dan Pastoral untuk program sarjana.

Penulis : Angel M.

Similar Posts

  • Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PKK

    Kubu Raya – Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak mengadakan Asesmen Lapangan Re-Akreditasi Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik pada 22 s.d. 23 Maret 2024. Re-Akreditasi selama dua hari ini diasesmen oleh Romo Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, S.J. dan Dr. Benny Suwito, M.Hum., Lic.Theol.

                Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa pelaksanaan re-akreditasi ini bertujuan untuk membuka peluang bagi umat Katolik untuk memiliki daya saing. Kehadiran Pemerintah di bidang Pendidikan Agama Katolik sangat krusial terutama untuk kemajuan umat. “Kami berharap STAKat Negeri Pontianak dapat menjadi kampus yang tidak hanya baik sekali melainkan unggul.”, imbuhnya.

                Setelah pembukaan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak, asesor langsung mengarahkan kegiatan Re-Akreditasi untuk masuk dalam sesi bersama Unit Pengelola Program Studi, Pengelola Sistem Informasi, Pengelola Keuangan, dan P2M. Hari ke-2 ditutup dengan sesi bersama Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa serta kunjungan ke hampir seluruh ruangan dan Lab yang ada di STAKat Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.

  • RAPAT KERJA STAKAT NEGERI PONTIANAK

    Kubu Raya- 30 orang pegawai Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak mengikuti kegiatan tahunan yakni Rapat Kerja. Kegiatan yang diketuai oleh Cenderato, M.Pd. ini berlangsung dari 17 hingga 20 April 2024 di Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak.

    Dr. Sunarso, S.T., M.Eng selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menyampaikan bahwasannya tujuan dari kegiatan Rapat Kerja adalah untuk menyusun program dan langkah pelaksanaan kegiatan 2024 dan evaluasi kinerja tahun 2024. Kegiatan rapat kerja ini juga sekaligus membuat Rencana Induk Pengembangan (RIP), Renstra dan Rencana Operasional (Renop).

    Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menambahkan untuk perencanaan di tahun ini akan dimulai dengan penyusunan Perjanjian Kinerja (Perkin) 2024. Ketua juga mengingatkan tentang rencana transformasi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menjadi Institut yang telah menjadi Pakta Integritas Dirjen Bimas Katolik bersama dengan Menteri Agama. Maka kegiatan ini juga menfokuskan langkah-langkah untuk mencapai persyaratan yang dibutuhkan untuk transformasi.

    Kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat) hari tersebut telah menghasilkan rekomendai kerje, target kerja per unit, Renstra dan RIP. “Diharapkan masing-masing unit sudah membuat Perkin yang jelas untuk disepakati bersama sehingga dapat menjadi acuan kinerja dan evaluasi di tahun 2025. Dengan begitu penyusunan anggaran tahun 2025 dapat menjadi lebih mudah dan perencanaan menjadi lebih realistis”, tutur Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

    Penulis : Angel. M

  • Penandatangan MoU dan MoA: Kerjasama Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dan Institut Agama Kristen Negeri Palangkaraya Menguatkan Sinergi Perguruan Tinggi

    Dalam rangka menguatkan sinergi perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, Ketua STAKat Negeri Pontianak berserta jajaran melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA bersama dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangkaraya pada Rabu, 24 Januari 2024 di ruang rapat STAKat Negeri Pontianak.

    Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. berharap dengan adanya Mou dan MoA pada lingkungan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dapat menciptakan berbagai bentuk kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing.  

    “Yang penting kita bisa bersilaturahmi disini, dimulai dengan penandatanganan MOU dan dilanjutkan dengan diskusi aksi kedepannya seperti adanya kerjasama dalam pertukaran mahasiswa atau kegiatan seminar, penelitian bersama atau pelatihan bersama.”ungkapnya dalam sambutan.

    Rektor IAKN Palangkaraya, Telhalia, M.Th.,D.Th. menyampaikan bahwasanya kesempatan hari ini adalah salah satu kegiatan yang menjadi prioritas terutama dalam hal kemitraan dan kerjasama yang menyangkut Dharma Perguruan Tinggi.

    Semoga kedepannya STAKat Negeri Pontianak dan IAKN Palangkaraya dapat “Tumbuh Bersama. Maju Bersama,” tutur Telhalia dalam menutup sambutannya.

     

     

    Penulis: Angel Melinda

    Editor: Tetty Novitasari Simbolon

     

     

  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional: Kebersamaan antar pegawai

    Senin, 20 Mei 2024 seluruh pegawai STAKat Negeri Pontianak mengikuti upacara bendera di lapangan kampus dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

    Upacara dipimpin oleh Ketua, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. dalam amanatnya beliau mengingatkan kembali akan sejarah kebangkitan nasional yakni berdirinya Boedi Utomo tahun 1908 yang merupakan organisasi yang didirikan oleh Wahidin Sudirohusodo dengan tujuan mengangkat derajat bangsa terutama melalui pendidikan.

    Dalam hal ini, Ketua menekankan tentang kebersamaan antar pegawai dan juga dengan gereja seperti motto perayaan 100 KWI “Berjalan Bersama” agar seluruh civitas akademika di STAKat Negeri Pontianak dapat terus memberikan pelayanan terbaik nya. STAKat Negeri Pontianak juga memiliki semangat kebersamaan yang selalu menjadi jargon dalam setiap event nya yakni “Maju bersama, tumbuh bersama”. Maka Ketua menilai ini sangat cocok untuk perjalanan transformasi STAKat Negeri Pontianak.

    “Mari kita bersama sama meningkatkan layanan terbaik untuk mahasiswa yang adalah calon pemimpin bangsa”, tutup Ketua.

    Penulis : Angel M.

  • Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak dalam Dies Natalis Ke 7

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak  menggelar dies natalies ke-7 bertempat di Gedung Praktik Liturgi, Rabu, 17 Januari 2024 dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak”. 

    Serangkaian acara dilaksanakan dalam memperingati Dies Natalies STAKat Negeri Pontianak yang ke-7. Kegiatan bakti sosial seperti donor darah, kunjugan ke panti serta beberapa acara lomba dilaksanakan mulai tanggal 8 s.d 14 Januari 2024 dan ditutup dengan acara puncak pada 17 Januari 2024. Serangkaian acara lomba yang dilaksanakan meliputi lomba volley campur, tenis meja, vocal group, menghias tumpeng, katekese audiovisual hingga membuat poster Dies Natalis. Tidak hanya itu, kegiatan jalan santai untuk memperat tali persaudaraan seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak juga dilaksakan pada 15 Januari 2024 dan dilanjutkan dengan kegiatan orasi ilmiah yang dipimpin oleh Pastor Prof. Dr. William Chang, OFM Cap yang berlangsung pada tanggal 16 Januari 2024.

    Puncak perayaan acara Dies Natalis Ke 7 dilaksanakan tepat pada hari ulang tahun STAKat Negeri Pontianak yaitu pada tanggal 17 Januari. Acara puncak Dies Natalis dimulai dengan acara Misa Dan Pembinaan Rohani yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

    Acara puncak perayaan Dies Natalis ke-7 ini terasa special karena dihadiri oleh Dirjen Bimas Katolik RI, Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si, Direktur Pendidikan Bimas Katolik RI, Bapak Dr. Salman Habeahan, S.Ag.,M.M., beserta tim Bimas Katolik dalam upaya tumbuh bersama Maju Bersama Menuju Transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi institut.  

    “Saya berharap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi keagamaan Katolik negeri pertama dapat menjadi role model dan dapat berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia.” Ungkap Dirjen Bimas Katolik dalam sambutannya.

    Lebih lanjut Bapak Drs. Suparman, S.E.,M.Si  menekankan pentingnya terobosan pengembangan cyber di lingkungan STAKat Negeri Pontianak.  

    “Saya berharap pendidikan jarak jauh dapat dikelola dengan baik sehingga mahasiswa/i STAKat Negeri Pontianak dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Kami juga terus bekerja sama dengan gereja sehingga terbentuklah pendidikan yang berbasis gereja dimana tercipta kualitas mahasiswa Katolik yang memiliki pengetahuan yang tinggi yang juga didukung oleh moralitas yang baik.”

    Senada dengan harapan Bapak Dirjen, Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Gereja Katolik dan pemerintah dalam membentuk pendidikan Katolik di Indonesia.

    “Saya sangat setuju bahwa harus tercipta kerjasama antara pemerintah dan gereja Katolik. Saya harap STAKat Negeri Pontianak sebagai sekolah tinggi agama Katolik pertama dan satu-satunya di Indonesia dapat menjadi role model dimana Gereja Katolik tidak perlu ragu lagi untuk bekerja sama dengan pemerintah.” Ungkap Mgr. Agustinus Agus.

    Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng selaku Ketua STAKat Negeri Pontianak secara khusus menyampaikan kesan dan harapannya akan STAKat Negeri Pontianak dalam ulangtahunnya yang ke -7.

    “Dies ke 7 kali ini adalah momen kesempatan unik bagi STAKat Negeri Pontianak untuk bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut. Meski kami paham tentunya masih banyak yang harus kami benahi.”

    Menanggapi terobosan dalam teknologi dan informasi digital, Ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan bahwa peningkatan kualitas akademik serta teknologi dan informasi digital menjadi poin penting untuk diterapkan dan ditingkatkan.

    “Kami sudah menerapkan penggunaan teknologi dan informasi digital dari tahun lalu dan terus kami tingkatkan setiap tahunnya.”

    Tidak lupa dalam kata penutupnya, Sunarso mengajak seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak untuk terus berusaha yang terbaik memperbaiki dan meningkatkan kualitas.

    “STAKat Negeri Pontianak adalah rumah dan kita harus terus berjuang dalam meningkatkan kualitas sehingga dalam waktu tidak lama lagi kita dapat bertransformasi menjadi institut.”

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

     

  • Perayaan Ekaristi Missio Canonica Dan Wisuda Ke-2 Program Sarjana Dan Magister Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar wisuda 120 wisudawan di Aula Gardenia Resort, Jumat (16/12/2022).

    Ketua STAKatN Pontianak, Dr Sunarso ST M Eng berharap 120 wisudawan yang diwisuda mereka bisa menjadi ini duta STAKatN Pontianak di tengah masyarakat.

    “Tentu dengan melaksanakan tugas sebagai katekis, bisa meletakkan kabar bahagia di tengah-tengah masyarakat dan menghantarkan kedamaian. Apalagi sekarang di Kementerian Agama sedang digalakkan tahun toleransi dan moderasi beragama. Kita berharap bahwa mereka yang sudah kita berikan bekal di STAKAtN Pontianak bisa menjadi agen untuk bisa membawa perdamaian,” ujar Sunarso.

    Sunarso mengatakan katekis diharapkan bisa memberikan contoh bagaimana hidup saling menghargai, saling berdampingan dan menghargai satu sama lain.

    STAKatN Pontianak ujarnya, memang merupakan perguruan tinggi Katolik negeri satu-satunya dan baru pertama di Indonesia.

    Sebelum dilaksanakan acara wisuda, STAKatN Pontianak menggelar Missio Canonica yang dilaksanakan di gereja Katedral Pontianak, Kamis 15 Desember 2022.

    Misio Canonica dipimpin oleh Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Acara Missio Canonica ini merupakan sebuah peristiwa penting karena pada acara ini terdapat proses pemberian kuasa mengajar mengenai Gereja berdasarkan wewenang Uskup kepada kaum awam.

    Dalam Misio Canonica ini ke 120 wisudawan/wati dilantik dan diutus untuk mengemban tugas sebagai katekis.

    Para calon katekis kemudian mendaraskan doa penyerahan dan mengakui bahwa mereka sungguh percaya kepada semua ajaran resmi Gereja, berjanji setia dan taat kepada pimpinan resmi Gereja dan bersedia melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada mereka, di hadapan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

    Kemudian Uskup menyerahkan kitab suci dan salib dan mengutus mereka, “Saya atas nama Gereja Mengutus kamu ke tengah umat Allah dan dunia.”

    STAKatN Pontianak terletak di Jalan Parit Haji Mukhsin II Km 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

    Awalnya bernama Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, dan beralamat di Jalan Adisucipto Km 9 Sungai Raya, Kubu Raya.

    Dalam sejarahnya Sekolah Tinggi ini didirikan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak tanggal 26 Mei 2006 dan bernaung di bawah Departemen Agama RI dengan izin operasional Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor: DJ/HK.00.5/99/2006 tanggal 12 Juli 2006.

    Kehadiran STAKatN Pontianak membuat generasi tersebut kata Sunarso memperoleh kesempatan untuk belajar.

    “Disampingnya itu, kita tentunya dengan dukungan pemerintah berusaha membangun kampus yang tidak hanya nanti dari sisi sarana prasarana baik dan layanan teknologi informasi terintegrasi yang memudahkan pelayanan, tapi juga dengan kehidupan kampus yang benar-benar seperti visi STAKatN untuk membentuk komunitas yang berilmu dan beriman katolik,” ujarnya.

    STAKatN Pontianak senantiasa menanamkan kepada mahasiswa selain harus menguasai ilmu dan teknologi tetapi juga harus didasarkan pada iman Katolik yang secara universal mengajarkan sebagai umat Allah, makhluk Tuhan, untuk saling mencintai tambahnya.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Agustinus mengatakan inti dari agama adalah agar orang takut dengan Tuhan.

    Namun pada kenyataannya sekarang orang takut tidak punya uang dan takut tidak punya jabatan.

    Tugas guru agama kata dia membuat orang takut akan Tuhan.

    Jika seseorang takut kepada Tuhan, beliau mengatakan Tuhan akan mencintai kita dan Tuhan akan memberikan kesejahteraan.

    Dominikus Bobi, S.Pd dengan IPK 3,89 menjadi lulusan terbaik dalam wisuda Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Jumat (16/12).

    Ia bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan keluarga serta orang-orang terdekat yang selalu men-support-nya selama menyelesaikan studi.

    Baginya gelar lulusan terbaik bukan apa-apa karena semua wisudawan sama-sama berperan sebagai utusan-utusan gereja melakukan tugas yang sama dan memajukan gereja dan bangsa

    Domi pun memberikan tips, bagaimana ia memperoleh IPK nyaris sempurna.

    Ia berpesan kepada adik-adik tingkat untuk banyak membaca buku.

    Lalu, belajar jangan hanya terpaku pada satu media atau satu sumber. Karena mahasiswa boleh memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini seperti YouTube dan sebagainya.

    “Ke depan pasti kami harus menjadi pelayan terbaik untuk masyarakat, kami memberikan teladan yang baik, sikap yang baik bagi orang-orang disekitarnya sebagai lulusan STAKAtN Pontianak,” tutupnya.

     

    Humas: Tetty Simbolon