PPID STAKAT DALAM SELF ASSESMENT QUESTIONARE

Sekretariat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia dalam kegiatan Self Assesment Questionare di UIN Alaudin Makassar pada 6-7 Agustus 2025. Ini bertujuan untuk membantu Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama dalam pengisian SAQ e-monev KIP pada bulan September 2025 mendatang.

Rektor UIN Alaudin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejatinya informasi itu telah dilaksanakan hanya saja banyak yang tidak terdokumentasi dengan baik. Saat ini, terdata masih banyak Perguruan Tinggi Keagamaan yang masih belum informatif. Itulah mengapa, STAKat Negeri Pontianak juga berusaha untuk memenuhi keterbukaan informasi publik berdasarkan Perki Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Standar Layanan Informasi Publik, Informasi publik mengingat keterbukaan informasi publik ini menjadi hal yang penting sebagai bagian dari transparansi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Reno selaku Staf Ahli Keterbukaan Informasi Publik RI menerangkan bahwa, Perguruan Tinggi wajib mengumumkan hal-hal yang berkaitan dengan mahasiswa sebagai core dari layanan pendidikan.

Similar Posts

  • Perayaan Natal Bersama, Pastur Mikael Dou Lodo: “Natal artinya lahir baru.”

    Jumat, 05 Januari 2024 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak merayakan Natal Bersama Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 sekaligus Jumat Pertama Bulan.

    Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gedung Praktik Liturgi secara daring dan luring yang dipimpin oleh Pastur Mikael Dou Lodo, CP bersama Pastur Mayong Andreas Acin, OFMCap., Pastur Laurentius Prasetyo, CDD dan Pastur Gregorius Kukuh Nugroho, CM.

    “Natal bukan hanya sekedar kumpul keluarga tetapi harus mengalami Natal, artinya lahir baru. Tidak ada dendam, tidak ada iri hati. Kehidupan baru dari kelahiran”, ujar Pastur Mikael dalam homili. Pastur juga mengingatkan akan perendahan diri Allah, yang berkenan lahir di tempat yang bukan untuk manusia, maka sebagai manusia kita juga perlu mencontoh teladan Yesus Kristus agar selalu dengan total memberikan sukacita, kedamaian dan harapan bagi sesama serta turut berdoa untuk saudara-saudara di Betlehem yang tidak bisa merayakan Natal karena perang, namun semoga mereka bisa merayakan dalam hati masing-masing.

    Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.

  • Dies Natalis Ke-8 STAKat Negeri Pontianak: Membangun Sinergi untuk Transformasi Berkelanjutan

    Menyambut Acara Puncak

    Dies Natalis Ke-8 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dimeriahkan dengan pelbagai rangkaian acara selama satu minggu sebelum acara puncak. Kegiatan yang di ketuai oleh Suko, M.Pd. ini melibatkan seluruh civitas akademika agar semuanya dapat merasakan suka cita dies natalis ini. Diawali dengan berbagai lomba selama dua hari seperti estafet getah, estafet air, kereta bola, memasukan bola dalam gelas, dilanjutkan juga dengan kegiatan kerja bakti dan jalan santai pada 15 Januari 2025. Tidak lupa juga salah satu wujud syukur, kampus mengadakan aksi kemanusiaan berupa donor darah, anjangsana, hingga kunjungan ke panti asuhan St. Hieronimus, MSA Pontianak. Dalam kunjungan ke panti asuhan, dana maupun barang-barang keperluan panti dikumpulkan bersama mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.

    Orasi Ilmiah

                Tak hanya itu, untuk memajukan keilmuan mahasiswa/i jSekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak maupun peserta yang hadir tentu saja kampus mengadakan orasi ilmiah. Kegiatan ini turut mengundang Romo Albertus Bagus Laksana, SJ yang merupakan Rektor Universitas Sanata Dharma. Dalam kesehariannya beliau mengajar beberapa matakuliah seperti, Teologi Agama-Agama dan Komparatif, Yesus Kristus, Tritunggal dan Keselamatan, serta beberapa mata kuliah keagamaan lainnya. “Sinergi dan Transformasi Pendidikan Tinggi Katolik di Indonesia: Arah, Peluang, dan Tantangan” menjadi materi yang dibawakan oleh Romo Bagus. Materi ini membuka wawasan peserta akan kebijakan Pendidikan Tinggi, bagaimana arah Perguruan Tinggi zaman ini, bagaimana melahirkan lulusan yang unggul, dan pemaparan akan situasi Pendidikan Tinggi Indonesia yang sebenarnya hal ini tidak hanya membuka pandangan peserta saja melainkan juga STAKat sebagai Perguruan Tinggi untuk lebih bersemangat membangun lulusan yang mampu bersaing di era global melalui dukungan moril dan keterbukaan terhadap pengembangan skill atau kemampuan kerja lainnya terutama dalam digitalisasi. Dalam beberapa kesempatan, Ketua STAKat Negeri Pontianak selalu mengutarakan bahwa lembaga selalu mendukung mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademis tetapi juga non akademis demi mengasah kemampuan peserta didik.

                Selain Romo Bagus, Orasi Ilmiah juga mengundang Prof. Eusabinus Bunau, S.Pd., M.Si., Ph.D. yang merupakan dosen FKIP UNTAN. Beliau memilih judul materi “Isu-Isu Pendidikan Nasional dan Sinergitas Antara STAKATN Pontianak, Gereja, dan Pemerintah Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan” yang menurut beliau ‘pas’ dengan tema dies natalis kali ini yaitu “Membangun Sinergi Menuju Transformasi Berkelanjutan”.

    Acara Puncak dengan Misa Syukur dan Ramah Tamah

                Acara puncak dies natalis ke-8 dengan agenda Misa syukur diselenggarakan pada 17 Januari 2025 di Gedung Praktik Liturgi. Misa dipersembahkan oleh Mgr. Agustinus Agus bersama konselebran RP. Athanasius Nandung, OFMCap. selaku Romo rekan Paroki St Sesilia Keuskupan Agung Pontianak dimana STAKat Negeri Pontiak masuk wilayah paroki tersebut, serta beberapa romo yang berkarya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak RP. Gregorius Kukuh Nugroho, CM., RP Mayong Andreas Acin, OFMCap., RP Laurentius Prasetyo, CDD, RP Mikael Dou Lodo, CP., dan RP Dilan, CP. Selain itu, beberapa tamu undangan turut hadir seperti Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, M.Si., Pembimas Katolik Provinsi Kalimantan Barat Yosef Somen, S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekkaryani, Komunitas Susteran SFD, alumni serta stakeholder lainnya.

                Dalam homilinya. Mgr. Agus menyambut hari ulang tahun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dengan pesan kepada seluruh civitas akademika agar mampu bekerjasama membawa umat dalam perjumpaan dengan Yesus seperti dalam bacaan Injil Markus 2: 1-4 teman-teman orang lumpuh yang membawa temannya kepada Yesus agar dapat sembuh.

    “Hal yang diambil dalam bacaan ini adalah kebersamaan dan yang luar biasa adalah iman pada Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan. Iman orang sakit inilah yang menjadi modal dasar untuk sembuh, tidak ada kata putus asa. Iman harus diwujudnyatakan melalui perbuatan dan perjuangan. Maka ketika kalian (mahasiswa/i) ingin lulus cepat maka jangan belajar dengan santai, belajarlah dengan giat serta andalkan Tuhan Yesus, sebab tidak ada artinya jika tidak dekat dengan Tuhan”, ucap Mgr. Agus. Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di area lingkungan kampus.

    Penulis

    Angel M.

  • Tes SKD CPNS Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 Digelar Selama 3 Hari Berjalan Lancar Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

    PONTIANAK- Institut Agama Islam Negeri Pontianak menjadi titik lokasi (tilok) berlangsungnya tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2021 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan Senin, 25 Oktober 2021 hingga Rabu, 27 Oktober 2021.

    Anton Kusbiyantoro selaku  koordinator tim pelaksana SKD CAT BKN memaparkan, total ada 428 peserta yang terdaftar dan mengikuti SKD di tilok IAIN Pontianak. Para peserta ini berasal dari IAIN Pontianak, STAKatN Pontianak dan juga Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Barat.  Dari total peserta tersebut dibagi menjadi 40 peserta setiap sesinya dimana total ada 4 sesi perhari dan acara tes SKD dilaksanakan dalam 3 hari berturut-turut.

    “Total semua formasi itu ada 428 peserta yang kemudian dibagi menjadi 4 sesi perharinya. Kami laksanakan seperti ini karena prokes (protokol kesehatan) jadi harus dibatasi” imbuhnya.

    Kegiatan SKD ini dibuka dengan kata sambutan dari pimpinan satker masing-masing. Dalam sambutannya, Dr Sunarso, S.T., M.Eng selaku ketua STAKatN Pontianak menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang telah lulus sampai pada tahap ini karena begitu kuatnya persaingan yang ada. Tidak lupa juga beliau mengingatkan semua peserta untuk memberikan yang terbaik karena hanya tinggal beberapa langkah lagi yang peserta perlu lalui untuk menjadi seorang CPNS.

    Khusus untuk di STAKatN Pontianak terdapat 55 peserta yang bersaing merebutkan 4 formasi. Formasi tersebut adalah Analis data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan, Pengelola bahan akademik dan pengajaran, Dosen Bahasa Indonesia serta Dosen Pastoral.

    Mengingat penyebaran covid 19 yang masih aktif hingga saat ini, tim panitia secara menyeluruh aktif memantau jalannya prosedur kegiatan. Setiap peserta yang hadir wajib mengikuti ketentuan yang sudah diumumkan sebelumnya. Beberapa proses yang harus dilalui peserta sebelum akhirnya memasuki ruangan ujian antara lain memakai masker, mencuci tangan dan mengecek suhu badan. Tim panitia juga memastikan setiap ruangan bersih dan aman dengan melalukan sterilisasi ruangan sebelum dan sesudah ruangan ujian dipakai. Dari awal kegiatan hingga hari ketiga pelaksanaan SKD ini, semua proses berjalan lancar, aman dan sesuai prokes yang berlaku.

     

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon 

  • Prodi Magister Teologi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Mengadakan Workshop Review Kurikulum Demi Mutu Pendidikan yang Lebih Baik

    STAKat Negeri Pontianak, Kubu Raya – Program Studi (prodi) Magister Teologi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar workshop review kurikulum. Kegiatan ini menghadirkan Prof.Dr.Joko Nurkamto, M.Pd, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Bahasa Inggris pada Universitas Sebelas Maret. Workshop ini juga dihadiri oleh Prof.Dr. FX Eko Armada Riyanto, Guru Besar pada Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana yang juga menjabat selaku ketua STFT Widya Sasana.

    Workshop Review kurikulum ini dihadiri oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak, Bapak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng, wakil ketua 1 dan 3, plt Kaprodi magister teologi. Selain itu workshop ini juga dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan prodi magister teologi STAKat Negeri Pontianak serta perwakilan mahasiswa aktif, alumni dan pengguna lulusan.  Workshop ini digelar di Hotel Orchardz A. Yani Pontianak selama tiga hari dimulai dari Senin, 26 -28 Juni 2023.

    Dalam kegiatan ini, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Bapak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. menyampaikan “melalui workshop review kurikulum pada prodi Magister Teologi diharapkan setiap pihak yang terlibat dapat lebih mematangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta dapat menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan yang lebih baik supaya mencapai profile pelajar Pancasila,” jelasnya dalam sesi pembukaan workshop.

    Dalam sesi informatif bersama narasumber, Prof.Dr.Joko Nurkamto, M.Pd. menyampaikan materi mengenai kurikulum dan akreditasi salah satunya mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Dalam sesi ini juga dijabarkan contoh kurikulum yang telah disusun oleh Prof.Dr.Joko Nurkamto, M.Pd selaku kaprodi S2 dimana pada kurikulum tersebut tersedia berbagai topik penelitian.

    “Prodi boleh mengadaptasi (ditambah, dikurangi, digabung, direkonstruksi) sesuai dengan karakteristik prodi yang penting bisa diukur. CPL itu harus bisa diukur,” ungkap Prof.Dr.Joko Nurkamto, M.Pd dalam sesi tanya jawab.

    Pada sesi bersama Prof.Dr. FX Eko Armada Riyanto disampaikan secara detail mengenai kurikulum teologi mulai dari teologi dasar, dogmatik dan praktis.

    “Prodi magister teologi ini harus dapat menemukan core value. Dari sini kita dapat mereview  visi misi, memperbaiki profil lulusan dan muatan kurikulum.” saran Prof.Dr. FX Eko Armada Riyanto.

    Terakhir, ia menegaskan pentingnya dokumen kebijakan yang dapat menunjukkan keterkaitan kelas, muatan kurikulum dengan outcome yang berhubungan dengan kreatifitas dosen.

    Pada hari terakhir pelaksanaan workshop, Ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapannya dalam menindaklanjuti saran dari para narasumber bahwa hasil dari workshop review kurikulum ini dapat membawa hasil positif untuk perbaikan kurikulum prodi magister teologi STAKat Negeri Pontiank.

    “Kualitas lembaga ditentukan juga oleh kinerja para alumni di tempat kerja, lembaga, dan institusi baik swasta maupun pemerintah.” pesannya.

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

  • Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PKK

    Kubu Raya – Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak mengadakan Asesmen Lapangan Re-Akreditasi Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik pada 22 s.d. 23 Maret 2024. Re-Akreditasi selama dua hari ini diasesmen oleh Romo Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, S.J. dan Dr. Benny Suwito, M.Hum., Lic.Theol.

                Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa pelaksanaan re-akreditasi ini bertujuan untuk membuka peluang bagi umat Katolik untuk memiliki daya saing. Kehadiran Pemerintah di bidang Pendidikan Agama Katolik sangat krusial terutama untuk kemajuan umat. “Kami berharap STAKat Negeri Pontianak dapat menjadi kampus yang tidak hanya baik sekali melainkan unggul.”, imbuhnya.

                Setelah pembukaan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak, asesor langsung mengarahkan kegiatan Re-Akreditasi untuk masuk dalam sesi bersama Unit Pengelola Program Studi, Pengelola Sistem Informasi, Pengelola Keuangan, dan P2M. Hari ke-2 ditutup dengan sesi bersama Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa serta kunjungan ke hampir seluruh ruangan dan Lab yang ada di STAKat Negeri Pontianak.

     

    Penulis : Angel M.

  • Dosen STAKat Negeri Pontianak, Oktavianey Ajak Mahasiswa untuk Ciptakan Kampus dengan Kultur Saling Menghargai

    Jumat, 26 Juni 2024 lalu, Dosen STAKat Negeri Pontianak, Oktavianey G.P.H Meman diundang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Interaktif dengan tema Merajut Keragaman Budaya dan Toleransi Beragama dalam Menciptakan Keharmonisan di Kehidupan Kampus .

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM IKIP PGRI Pontianak ini juga dihadiri oleh Prof Dr. H. Zaenuddin, MA selaku Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak untuk memberikan materi. Dalam kesempatan ini, Prof. Zainudin mengajak mahasiswa untuk terus saling bertoleransi dan saling menghargai dan menghormati meski memiliki budaya yang berbeda demi menjaga NKRI.

    Oktavianey selaku narasumber mengatakan bahwa kampus harus menciptakan kultur yang saling menghargai dan sebagai generasi muda sikap itu juga harus disuarakan di media sosial. “Kampus itu tempat kita menerima perbedaan. Teman-teman generasi Z walaupun konsen di sosial media, tetap harus selalu mempromosikan keragaman budaya dan mampu merajut perbedaan budaya di Kalimantan Barat. Semboyan bangsa kita Bhinneka Tunggal Ika bermakna kita berbeda-beda tetapi tetap satu. Kampus tempat kita menimba ilmu untuk saling menghargai, bagaimana kampus menciptakan kultur yang saling menghargai. Agama katolik misalnya mengajarkan tentang diskusi kemanusiaan atau toleransi beragama. Sebagai seorang pendidik kita akan menanami modal toleransi, kejujuran dan sebagainya”, ujar Oktavianey.

    Penulis: Angel M.