Berita

  • Kegiatan Asesmen Lapangan di Lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak oleh Tim Asesor BAN-PT

    Pada tanggal 12-13 Mei 2023 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, dilaksanakan kunjungan Tim Asesor BAN-PT dalam rangka melakukan klarifikasi dan penilaian ulang terhadap hasil penilaian Laporan Akreditasi Perguruan Tinggi yang telah dikirim sebelumnya.

    Beberapa hal yang masuk dalam penilaian akreditasi meliputi: kurikulum dari setiap program pendidikan, jumlah tenaga pendidik, keadaan mahasiswa, koordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana, kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan sistem informasi dari perguruan tinggi.

    Kedatangan TIM Asesor BAN-PT disambut langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr Sunarso, S.T.,M.Eng, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Unit Kerja, beserta seluruh civitas akademik kampus.

    Dalam kegiatan asesmen lapangan di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak kali ini delegasi Tim Asesor BAN-PT terdiri dari Dr Elka Anakotta, M.Si. dari IAKN Ambon, Dr. Daniel Ronda, M.Th. dari STT Jaffray Makassar didampingi oleh staf BAN-PT dalam seluruh kegiatan Asesmen Lapangan perguruan tinggi.

    Asesmen Lapangan adalah proses pelaksanaan penilaian akreditasi progam studi atau perguruan tinggi yang dilakukan oleh asesor dengan mengunjungi lokasi Perguruan Tinggi (face to face mode) dengan jadwal dan agenda kegiatan sesuai dengan ketentuan instrumen akreditasi yang digunakan.

    Pada sesi pembukaan asesmen Akreditasi Perguruan Tinggi, dilaksanakan pengenalan panel asesor kepada seluruh tim akreditasi, pengenalan jajaran pimpinan STAKat Pontianak serta dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Surat  Pernyataan Asesmen Lapangan. Dalam pembukaan ini juga dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi khususnya mengenai rencana pengembangan, sistem tatapamong, sistem pengelolaan,  capaian  yang dilaporkan dan rencana pengembangan.

    Pada sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, kegiatan asesmen ini dilakukan untuk beberapa tujuan antara lain konfirmasi pelaksanaan, hasil dan efektivitas proses SPMI meliputi seluruh siklus PPEPP. Selain itu dilaksakan juga pengecekan dokumen standar, manual, instrument/tools, dan laporan berkala hasil SPMI.

    Kegiatan asesmen oleh asesor BAN-PT dilakukan untuk mengkonfirmasi data dan informasi yang diajukan perguruan tinggi sebagai dasar dalam penilaian kriteria akreditasi perguruan tinggi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga untuk menjamin bahwa proses akreditasi dilakukan secara independen, akurat, obyektif, transparan, akuntabel, ketidakberpihakan, kredibel, menyeluruh, efektif, dan efisien (PerBan-PT Nomor 2 Tahun 2017). Asesor melakukan Klarifikasi Data, yang terdiri dari; Laporan Kinerja, Evaluasi Diri, dan data pendukung. Sesuai matriks penilaian BANPT (9 Kriteria).

     Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (12-13 Mei 2023) ini dilaksanakan dalam beberapa sesi antara lain sesi dengan pimpinan STAKat Negeri Pontianak, Biro dan Lembaga, sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal, sesi dengan tim akreditasi, sesi dengan (middle) manajemen STAKat Negeri Pontianak, sesi dengan pengguna dan alumni, serta sesi dengan mahasiswa.

    Adapun pada hari terakhir kegiatan asesmen dilaksanakan penyampaian feedback dimana didalamnya dilakukan Penyampaian Berita Acara dari Asesor ke Pimpinan  STAKat Pontianak  dan Pengecekkan Berita Acara Asesmen Lapangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Asesemen Lapangan yang dilakukan oleh Ketua STAKat Negeri Pontianak.

    Sementara itu dalam mengakhiri kegiatan asesmen, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng  menyampaikan rasa terimakasih kepada delegasi tim asesor yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan asesmen yang juga merupakan rangkaian pelaksanaan akreditasi yang melekat dengan fungsi evaluasi diri.

    “Kehadiran tim asessor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta didik,” Harapnya.

     

    Penulis:

    Tetty Novitasari Simbolon

  • Memaknai Perayaan Dies Natalis STAKat Negeri Pontianak Ke-6

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak menggelar dies natalies ke-6 di Gedung Praktik Liturgi, Selasa 17 Januari 2023. 

    Acara dies natalies ke-6 ini diawali dengan diadakannya lomba-lomba yang melibatkan seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak. Beberapa acara lomba yang diselenggarakan antara lain membuat dan menghias nasi tumpeng, bola dangdut, paduan suara, stand up comedy, make-up berpasangan dan katekese audio visual.  Tidak hanya itu, seluruh warga STAKat Negeri Pontianak juga melaksanakan jalan santai pada Senin, 16 Januari 2023.

    Puncak perayaan acara Dies Natalis tahun 2023 dilaksanakan tepat pada hari ulang tahun STAKat Negeri Pontianak yang jatuh pada tanggal 17 Januari. Acara puncak Dies Natalis dimulai dengan acara Misa Dan Pembinaan Rohani yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, dilanjutkan dengan pemberkatan Gedung Praktik Liturgi, penandatanganan Prasasti dan pemotongan tumpeng oleh seluruh pengelola STAKat Negeri Pontianak.  

    Ketua STAKatN Pontianak, Dr Sunarso ST M Eng mengatakan dengan dies natalies ke-6 ini harapnya dapat meningkatkan kebersamaan seluruh warga kampus (dosen, karyawan dan mahasiswa).

    “Dengan kebersamaan tersebut, kita bersama-sama membangun STAKatN Pontianak. Sesuai dengan program Kementerian Agama menjadikan tahun 2021/2022 sebagai tahun kerukunan, maka di tahun ini , kita akan terus melanjutkan kebersamaan kerukunan warga kita, tentunya dengan menciptakan kerukunan kita memiliki modal yang kuat untuk maju berkontribusi untuk kementerian agama,” tuturnya.

    Turut hadir dalam acara puncak ini adalah beberapa mitra dan juga tamu undangan. Dra. Yosepha Hasnah, M.Si selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Ir. Magdalena, M.M., selaku Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkayang., Meiske Anggrainy,S.Sos, M.M, selaku Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Martinus Sudarno, S.H., selaku Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Drs. Yosef., M.Th., selaku Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Prov. Kalbar dan juga beberapa tamu penting lainnya.

    Dalam perayaan dies natalies ini, Sunarso juga menuturkan dalam waktu dekat STAKatN Pontianak akan meningkatkan akreditasi kampus sehingga dapat akan menambah program studi.

    “Jangka pendek kita yaitu untuk meningkatkan akreditasi kampus dari baik menjadi baik sekali. . Kita juga akan menambah program studi dan ingin memperluas lahan kampus. Tak hanya itu saja, dalam empat atau lima tahun kedepan, kita ingin STAKatN Pontianak menjadi institut dan setelah itu untuk menaikan levelnya menjadi universitas,” terangnya.

    Tidak lupa dalam kata penutupnya, Sunarso mengajak seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak untuk mensyukuri bahwa keberadaan STAKat Negeri Pontianak adalah berkat dan rumah seluruh warga STAKat Negeri Pontianak sehingga menjadi tanggung jawab seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak  untuk inilah rumah kita, saya ingin menghajak kits asemua bersama-sama membangun STAKat Negeri Pontianak menjadi lebih baik.  

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

  • Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di wilayah STAKat Negeri Pontianak

     

    Kubu Raya, 28 Desember 2022 – Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak siap melaksanakan reformasi birokrasi yang merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional, sesuai dengan prinsip – prinsip Good Governance. Reformasi Birokrasi secara resmi diterbitkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional 2010 – 2025 mengenai pedoman pelaksanaan program reformasi birokrasi Nasional. Di dalam peraturan tersebut terangkum tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

    Sebagai langkah awal mendukung upaya tersebut, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di STAKat Negeri Pontianak. Acara pencanangan pembangunan ZI di wilayah STAKat Negeri Pontianak yang merupakan sebuah pilot project dilaksanakan di Aula Gedung Santo Agustinus pada Rabu, 28 Desember 2022.

    Dalam sambutan pembukaannya, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, ST.,M.Eng menyampaikan “Pelaksanaan ZI ini menyangkut banyak unsur. Tidak hanya tentang pelayanan akademik, tapi juga menyangkut administrasi, keuangan, sarana dan prasana, dan lain sebagainya”, tutur beliau.

    Juga dalam sambutannya, ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapan kepada seluruh pimpinan untuk dapat mengimplementasikan ZI pada unit kerja masing-masing. Semua unit kerja diminta memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan.

    “Meskipun pencanangan ZI ini masih dalam bentuk pilot project, sejatinya seluruh unit kerja di lingkungan STAKat Negeri Pontianak harus berusaha mengimplementasikannya dengan target akhir STAKat Negeri Pontianak memperoleh predikat WBK/WBBM”, tegas beliau.

    Dalam acara pencanangan tersebut juga turut hadir Reflen Nainggolan, S.H, selaku Kasat Binmas Polres Kubu Raya, AKP, Martinus Sudamo, S.H. selaku Anggota DPRD Prov. KalBar, TH.C. Leydianto, S.I.P.,M.Si., selaku Kaban Kesbangpol KKR, dan Drs. Yosep selaku Pembimas Katolik Kanwil Kemenag KalBar.

     

    Penulis: Tetty Simbolon

     

  • Perayaan Ekaristi Missio Canonica Dan Wisuda Ke-2 Program Sarjana Dan Magister Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar wisuda 120 wisudawan di Aula Gardenia Resort, Jumat (16/12/2022).

    Ketua STAKatN Pontianak, Dr Sunarso ST M Eng berharap 120 wisudawan yang diwisuda mereka bisa menjadi ini duta STAKatN Pontianak di tengah masyarakat.

    “Tentu dengan melaksanakan tugas sebagai katekis, bisa meletakkan kabar bahagia di tengah-tengah masyarakat dan menghantarkan kedamaian. Apalagi sekarang di Kementerian Agama sedang digalakkan tahun toleransi dan moderasi beragama. Kita berharap bahwa mereka yang sudah kita berikan bekal di STAKAtN Pontianak bisa menjadi agen untuk bisa membawa perdamaian,” ujar Sunarso.

    Sunarso mengatakan katekis diharapkan bisa memberikan contoh bagaimana hidup saling menghargai, saling berdampingan dan menghargai satu sama lain.

    STAKatN Pontianak ujarnya, memang merupakan perguruan tinggi Katolik negeri satu-satunya dan baru pertama di Indonesia.

    Sebelum dilaksanakan acara wisuda, STAKatN Pontianak menggelar Missio Canonica yang dilaksanakan di gereja Katedral Pontianak, Kamis 15 Desember 2022.

    Misio Canonica dipimpin oleh Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Acara Missio Canonica ini merupakan sebuah peristiwa penting karena pada acara ini terdapat proses pemberian kuasa mengajar mengenai Gereja berdasarkan wewenang Uskup kepada kaum awam.

    Dalam Misio Canonica ini ke 120 wisudawan/wati dilantik dan diutus untuk mengemban tugas sebagai katekis.

    Para calon katekis kemudian mendaraskan doa penyerahan dan mengakui bahwa mereka sungguh percaya kepada semua ajaran resmi Gereja, berjanji setia dan taat kepada pimpinan resmi Gereja dan bersedia melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada mereka, di hadapan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

    Kemudian Uskup menyerahkan kitab suci dan salib dan mengutus mereka, “Saya atas nama Gereja Mengutus kamu ke tengah umat Allah dan dunia.”

    STAKatN Pontianak terletak di Jalan Parit Haji Mukhsin II Km 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

    Awalnya bernama Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, dan beralamat di Jalan Adisucipto Km 9 Sungai Raya, Kubu Raya.

    Dalam sejarahnya Sekolah Tinggi ini didirikan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak tanggal 26 Mei 2006 dan bernaung di bawah Departemen Agama RI dengan izin operasional Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor: DJ/HK.00.5/99/2006 tanggal 12 Juli 2006.

    Kehadiran STAKatN Pontianak membuat generasi tersebut kata Sunarso memperoleh kesempatan untuk belajar.

    “Disampingnya itu, kita tentunya dengan dukungan pemerintah berusaha membangun kampus yang tidak hanya nanti dari sisi sarana prasarana baik dan layanan teknologi informasi terintegrasi yang memudahkan pelayanan, tapi juga dengan kehidupan kampus yang benar-benar seperti visi STAKatN untuk membentuk komunitas yang berilmu dan beriman katolik,” ujarnya.

    STAKatN Pontianak senantiasa menanamkan kepada mahasiswa selain harus menguasai ilmu dan teknologi tetapi juga harus didasarkan pada iman Katolik yang secara universal mengajarkan sebagai umat Allah, makhluk Tuhan, untuk saling mencintai tambahnya.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Mewakili Gubernur Kalbar, Hermanus mengapresiasi 120 wisudawan STAKAtN Pontianak yang baru diwisuda.

    Ia mengatakan wisuda bukanlah bagian dari akhir tapi justru merupakan sebuah awal bagi para wisudawan wisudawati untuk melangkah dan bisa berkiprah dalam rangka membangun bangsa dan negara.

    Hermanus berharap kedepannya perguruan-perguruan tinggi termasuk STAKatN Pontianak ini diharapkan dapat terus-menerus mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berakhlak.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengatakan calon guru-guru agama menentukan masa depan bangsa.

    Agustinus mengatakan inti dari agama adalah agar orang takut dengan Tuhan.

    Namun pada kenyataannya sekarang orang takut tidak punya uang dan takut tidak punya jabatan.

    Tugas guru agama kata dia membuat orang takut akan Tuhan.

    Jika seseorang takut kepada Tuhan, beliau mengatakan Tuhan akan mencintai kita dan Tuhan akan memberikan kesejahteraan.

    Dominikus Bobi, S.Pd dengan IPK 3,89 menjadi lulusan terbaik dalam wisuda Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Jumat (16/12).

    Ia bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan keluarga serta orang-orang terdekat yang selalu men-support-nya selama menyelesaikan studi.

    Baginya gelar lulusan terbaik bukan apa-apa karena semua wisudawan sama-sama berperan sebagai utusan-utusan gereja melakukan tugas yang sama dan memajukan gereja dan bangsa

    Domi pun memberikan tips, bagaimana ia memperoleh IPK nyaris sempurna.

    Ia berpesan kepada adik-adik tingkat untuk banyak membaca buku.

    Lalu, belajar jangan hanya terpaku pada satu media atau satu sumber. Karena mahasiswa boleh memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini seperti YouTube dan sebagainya.

    “Ke depan pasti kami harus menjadi pelayan terbaik untuk masyarakat, kami memberikan teladan yang baik, sikap yang baik bagi orang-orang disekitarnya sebagai lulusan STAKAtN Pontianak,” tutupnya.

     

    Humas: Tetty Simbolon

  • STAKat Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bersama Tim ZI Biro Ortala dan Tim Bimas Katolik

    Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak bersiap menyongsong Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam rangka reformasi birokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng dalam sambutan pembukaan Focused Group Discussion Strategi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK bersama Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI dan tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik pada Kamis (06/12/22) hingga Jumat (07/12/22) di Ruang Rapat Utama STAKatN Pontianak.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kartika Damawanti, S.Kom, MM. Selaku Kabag Fasilitasi Reformasi Birokrasi dan Pelaporan Biro Ortala Kemenag RI, Ermina Suyanti, S.Sos, M.Si. selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Subbagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Sekretariat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, tim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, para wakil ketua, dosen dan staff STAKatN Pontianak.

    Dalam materinya, Kartika mengatakan tujuan membangun Zona Integritas adalah memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam menuju WBK dan WBBM, serta bagaimana satker bisa memberikan pelayanan seefisien mungkin kepada masyarakat, yang mana tujuan akhirnya untuk lebih meningkatkan pelayanan dan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Kartika juga menyampaikan mengenai penilaian reformasi birokrasi pada Kemenag dilaksanakan melalui PMPRB dan PMPZI demi meningkatkan kualitas tata kelola Kemenag.

    “jadi pada intinya sasaran ZI WBK WBBM itu sendiri mengacu pada permenpan RB Nomor 25 tahun 2020 dengan indikator birokrasi yang bersih, birokrasi yang kapabel, serta pelayanan publik yang prima yang semua pada intinya untuk dapat menghasilkan pemerintahan yang baik,tegas Kartika.

    Ketua STAKatN Pontianak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. juga menambahkan bahwa STAKatN Pontianak terus berusaha memberikan yang terbaik dalam upaya memperoleh predikat Zona Integritas WBK, “Kami mencoba mengembangkan inovasi-inovasi yang berdampak. Selain inovasi yang berdampak, inovasi yang berskala kecil pun akan tetap kami perhatikan. Semua lapisan sivitas akademik STAKatN Pontianak harus paham apa itu Zona Integritas, sehingga pekerjaan ini tidak hanya dipahami dimaknai oleh pimpinan saja, tetapi seluruh warga STAKatN Pontianak, mulai dari dosen, staf sampai tenaga keamanan dan kebersihan. Semoga dengan begitu, tujuan kami untuk menjadi satker dengan Zona Integritas WBK dapat terwujud.”

     

    Penulis: Tetty Simbolon

  • Minimalisir resiko kanker serviks dan kanker payudara, DWP Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak Dukung Tes IVA dan SADANIS Serentak

    Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi resiko kanker serviks dan kanker payudara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak ikut serta dalam pelaksanaan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis (Periksa Payudara Klinis) secara gratis di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Baratpada Rabu 10Agustus 2022.Tes IVA dan Sadinis, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh DWP Kemenag RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-77. Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat besar,untuk seluruh Indonesia ada 16.335 peserta yang sudah mendaftar, sementara untuk Kalimantan Barat ada sekitar 300 orang peserta yang mendaftar.

    Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan DWP di 34 Kanwil Kemenag Provinsi, sejumlah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Di Pontianak, DWP Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, DWP Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dan DWP STAKatNegeri Pontianak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, melaksanakan kegiatan di Aula Kanwil Kemenag Kalbar. Pembukaan kegiatan dilaksanakan melalui Zoom oleh DWP Kemenag RI yang disaksikan bersama-sama oleh DWP di seluruh daerah. Setelah upacara pembukaan, kegiatan tes IVA danSadanis dilaksanakan di Mess Kanwil Kemenag Kalbar. Patut disyukuri bahwa dari hasil pemeriksaan para peserta dinyatakan sehat dari kanker serviks dan kanker payudara.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Hary Agung Tjahyadi,sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan tes IVA dan Sadanis tersebut.“Diharapkan Tes IVA dan Sadanis ini rutin dilakukan paling tidak 6 bulan sekali atau satu tahun sekali,semoga lain kali bisa dilakukan terus,” ucap Bapak Hary Agung Tjahya didalam sambutannya.

    Hal yang senada juga disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Bapak Syahrul Yadi, yang menegaskan pentingnya tes IVA dan Sadanis untuk medeteksi secara dini kanker serviks dan kanker payudara, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi resiko yang diakibatkannya. Selain itu, beliau mengapresiasi kerja sama yang baik antara DWP Kanwil Kemenag Kalbar, DWP IAIN Pontianak, dan DWP STAKat Negeri Pontianak, dan berpesan agar kerja sama tersebut ditingkatkan di masa yang akan datang.

    Pada kesempatan yang sama, Ibu Ahaiyati Sunarso selaku Ketua DWP STAKat Negeri Pontianak yang baru saja terbentuk, menyatakan bahwa kegiatan Tes IVA dan Sadanis merupakan kegiatan yang perlu diapresiasi karena merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kaum wanita. Melalui kegiatan tes IVA dan Sadanis, gejala kanker serviks dan kanker payudara dapat dideteksi pada tahap awal sehingga dapat dilakukan tindakan penyembuhan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, dan diharapkan dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut. 

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon

  • Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak 2022

    https://www.stakatnpontianak.ac.id/- Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak (STAKatN Pontianak) menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2022 mulai tanggal 05 – 08 April 2022 yang berlangsung di Hotel Orchard, Gajahmada, Pontianak.

    Ketua STAKat Negeri Pontianak, Bapak Dr. Sunarso, S.T.,M.Eng. dalam sambutannya menyampaikan bahwa raker ini adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk menyusun rencana pelaksanaan kegiatan di STAKatN Pontianak.  Kegiatan raker ini dihadiri oleh seluruh pengelola STAKatN Pontianak dengan jumlah total peserta 25 orang. Raker kali ini ditujukan khusus untuk penyempurnaan rencana strategis, penyusunan rencana operasional, dan rencana persiapan revisi anggaran. Penyempurnaan rencana strategis diharapkan berfokus pada rencana peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan tata kelola dan SDM agar STAKatN Pontianak bisa meningkatkan statusnya menjadi institut dalam 4 atau 5 tahun kedepan. Raker ini diharapkan dapat menjadi fondasi STAKatN Pontianak agar dapat memberikan akses pendidikan kepada masyarakat luas terutama bagi masyarakat Katolik.

    Dalam sambutannya, Ketua STAKatN Pontianak juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini STAKatN Pontianak memberikan perhatian secara khusus pada persiapan dokumen pengajuan zona integritas yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam rapat koordinasi pejabat bimas katolik pusat dan daerah di Jakarta 2022.

    Rapat kerja yang dilaksanakan di selama empat hari ini juga dihadiri oleh (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Bapak Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum, Mgr. Agustinus Agus, selaku Uskup Agung di Keuskupan Agung Pontianak, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si. selaku Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Bapak Yuvensius Sepur, S. Fil. selaku Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Direktorat Pendidikan Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama.

    Bapak Dirjen dalam sambutannya menekankan dua hal penting yaitu mengenai kebiasaan business as usual dan kebaruan.

    “Tidak ada lagi business as usual, tidak ada lagi sistem copas kegiatan. Kita harus terus melakukan terobosan dan inovasi.” ungkap beliau

    Tidak hanya mengikuti raker, dalam kunjungannya ke Pontianak,  Bapak Dirjen juga menyempatkan untuk melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar di STAKatN Pontianak. Dalam kunjungannya kali ini Bapak Dirjen mengingatkan pentingnya berbagai macam kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan kreasi baru yang tetap dapat mempertahankan kekhasan kekatolikan. STAKatN Pontianak diharapkan menjadi semakin unggul dan semakin cepat untuk menjadi institut dalam empat atau lima tahun kedepan sehingga STAKatN Pontianak bisa menjadi role model untuk sekolah tinggi lainnya di seluruh Indonesia. 

    Mengakhiri kata sambutannya, tak lupa Bapak Dirjen juga menyampaikan harapannya agar raker ini dapat menjadi awal bangkitnya STAKatN Pontianak untuk mengambil tempat dalam percaturan dunia pendidikan tinggi yang dinamis demi masa depan yang penuh keberhasilan dan tentunya berkelanjutan.

     

     

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon

  • Peranan Sarjana Katolik dalam Merajut Kebhinekaan

    “Seorang Sarjana Katolik harus memiliki dasar yang kuat dalam nilai-nilai Katolik saat terjun dalam masyarakat” demikian ungkap Maria Goretty di temu Alumni STAKatN Pontianak, 12-14 November 2021. Tokoh Perempuan Katolik yang saat ini menjabat sebagai DPD-RI Kalbar untuk ke empat kalinya, diundang untuk memberikan penguatan akademik bagi para alumnus.

    Alumni STAKatN Pontianak pada umumnya menjadi katekis di berbagai daerah. Menurut Maria, katekis itu selalu dipandang oleh umat sebagai tokoh lokal. Mereka identik dengan pengetahuan keagamaan yang mendalam dan teladan dalam beriman. Akan tetapi, ketokohan ini harus dipahami sebagai panggilan yang diterima oleh katekis yaitu panggilan untuk melayani. Artinya, mereka yang terpilih menjadi katekis mememilik tanggung jawab untuk menghadirkan diri secara untuk melanani umat, melayani masyarakat.

    Panggilan yang diterima oleh alumni ini menjadi semakin penting dalam konteks persoalan nasional yang sedang kita hadapi. Mengutip perkataan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Maria menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan. Ada banyak piihak yang mencoba menggerogoti nilai-nilai Pancasila: keyakinan pada Tuhan, kemanusian, persatuan dalam keragaman, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Para alumnus harus siap untuk terjun meresponnya baik secara komunal maupun individual.

    Agar alumni siap, Maria memberikan point penting. Point pertama, alumni harus kuat dalam kekatolikan. Kuat dalam kekatolikan artinya menghidupi nilai-nilai kekatolikan secara kuat. Nilai ini harus menjadi semangat dasar bagi alumni dalam tindakan dan laku mereka. Kedua, alumni harus siap masuk dalam isu-isu nasional. Sikap diam dan cuek terhadap persoalan di masyarakat bukanlah ciri khas seorang sarjana Katolik, melainkan aktif memberikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Ketiga, memaknai kebinekaan sebagai anugerah. Keragaman adalah Identitas otentik negara Indonesia. Alumni dipanggil untuk senantiasa merefleksikan fakta ini. Keempat, membangun generasi katolik sejati yang jujur, berjiwa kerja dan selalu siap melayani. Kelima, siap dibenci demi nilai-nilai ajaran katolik.

     

     

    Penulis: Subandri Simbolon