Berita

  • Tes SKD CPNS Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 Digelar Selama 3 Hari Berjalan Lancar Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

    PONTIANAK- Institut Agama Islam Negeri Pontianak menjadi titik lokasi (tilok) berlangsungnya tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2021 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan Senin, 25 Oktober 2021 hingga Rabu, 27 Oktober 2021.

    Anton Kusbiyantoro selaku  koordinator tim pelaksana SKD CAT BKN memaparkan, total ada 428 peserta yang terdaftar dan mengikuti SKD di tilok IAIN Pontianak. Para peserta ini berasal dari IAIN Pontianak, STAKatN Pontianak dan juga Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Barat.  Dari total peserta tersebut dibagi menjadi 40 peserta setiap sesinya dimana total ada 4 sesi perhari dan acara tes SKD dilaksanakan dalam 3 hari berturut-turut.

    “Total semua formasi itu ada 428 peserta yang kemudian dibagi menjadi 4 sesi perharinya. Kami laksanakan seperti ini karena prokes (protokol kesehatan) jadi harus dibatasi” imbuhnya.

    Kegiatan SKD ini dibuka dengan kata sambutan dari pimpinan satker masing-masing. Dalam sambutannya, Dr Sunarso, S.T., M.Eng selaku ketua STAKatN Pontianak menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang telah lulus sampai pada tahap ini karena begitu kuatnya persaingan yang ada. Tidak lupa juga beliau mengingatkan semua peserta untuk memberikan yang terbaik karena hanya tinggal beberapa langkah lagi yang peserta perlu lalui untuk menjadi seorang CPNS.

    Khusus untuk di STAKatN Pontianak terdapat 55 peserta yang bersaing merebutkan 4 formasi. Formasi tersebut adalah Analis data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan, Pengelola bahan akademik dan pengajaran, Dosen Bahasa Indonesia serta Dosen Pastoral.

    Mengingat penyebaran covid 19 yang masih aktif hingga saat ini, tim panitia secara menyeluruh aktif memantau jalannya prosedur kegiatan. Setiap peserta yang hadir wajib mengikuti ketentuan yang sudah diumumkan sebelumnya. Beberapa proses yang harus dilalui peserta sebelum akhirnya memasuki ruangan ujian antara lain memakai masker, mencuci tangan dan mengecek suhu badan. Tim panitia juga memastikan setiap ruangan bersih dan aman dengan melalukan sterilisasi ruangan sebelum dan sesudah ruangan ujian dipakai. Dari awal kegiatan hingga hari ketiga pelaksanaan SKD ini, semua proses berjalan lancar, aman dan sesuai prokes yang berlaku.

     

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon 

  • Pelatihan Teknis Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Bekerjasama Dengan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

    Pelaksanaan Pelatihan Di Wilayah Kerja ( PDWK ) yang dilaksanakan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak yang berlangsung selama seminggu penuh dimulai dari Senin (27/09) sampai Jumat (01/10) telah berjalan dengan lancar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak  ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi ASN kementerian Agama khususnya di wilayah Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.

     Pelatihan yang dilaksanakan yaitu Penyusunan Standar Operasional Prosedure (SOP). Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari PNS dan PPNPN yang ada di wilayah Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Pelatihan tersebut dibuka oleh Deden Wahyudin selaku Kepala Subbidang Diklat Teknis Administrasi dan Fungsional Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dan didampingi oleh Ketua STAKatN Pontianak beserta pejabat Struktural dan pejabat fungsional lainnya.

     Dalam sambutannya Deden Wahyudin antara lain menyampaikan” Pelatihan penyusunan SOP ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi seluruh ASN Kementerian Agama khususnya di wilayah STAKatN Pontianak agar memahami bagaimana cara SOP dibuat dan disusun dengan baik. Karena SOP itu penting sebagai landasan / pedoman ASN dalam melaksanakan tugas sehari-hari “ 

    “ walaupun kita masih berada dalam suasana pandemi,  namun hal ini semoga tidak mengurangi keseriusan, semangat dan motivasi para peserta semua untuk ikut serta dalam pelatihan inikarena inti dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sebagai semua ASN diwilayah STAKatN  rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” imbuh beliau.

    Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari kegiatan, dan pembelajaran yang diberikan adalah dalam bentuk penyampaian materi, praktik, tugas, maupun ujian akhir pembelajaran. Pembelajaran pada pelatihan ini diberikan oleh Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat Tenaga Administrasi Kementerian Agama RI; Drs. H. Mohammad Tahmid  dan Yulianti Haris dibantu oleh tim panitia pusdiklat tenaga administrasi badan litbang . Pelatihan ini diakhiri dengan kunjungan dari Bapak Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si selaku Kepala Kanwil Kemenag KalbarPelatihan yang juga tak lupa menyampaikan pentingnya moderasi beragama khususnya di wilayah Kementerian Agama. Pelatihan yang telah dilaksanakan ini diharapkan akan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan yaitu peningkatan kualitas dan kompetensi ASN Kementerian Agama yang mampu melaksanakan tugas dengan penuh kompetensi dan profesional.

     

    Foto : Panitia Pelaksana

    Penulis : Tetty Novitasari Simbolon

     

  • Pelaksanaan Vaksinasi di Kampus STAKat Negeri Pontianak dan Audiensi bersama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

    Menindaklanjuti kegiatan vaksinasi dosis pertama yang telah berhasil dilaksanakan pada Kamis, 19 Agustus 2021, telah dilaksanakan kegiatan vaksinasi dosis kedua (sinovac) pada Kamis, 16 Agustus 2021 yang merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kubu Raya dengan Polda Kalimantan Barat dengan target sasaran sebanyak 400 peserta.

    Pelaksanaan vakasinasi ini diharapkan akan membantu kampus untuk melaksanakan pembelajaran secara blended. Bupati Muda mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mengejar herd immunity dengan melaksanakan vaksinasi di beberapa lokasi setiap harinya.

    Selain pemberian vaksin, kegiatan tersebut dibarengi dengan audiensi bersama para dosen pengajar di kampus dengan harapan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat bersinergi dengan STAKat Negeri Pontianak dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

    “Saya sudah diskusi dengan pengolah kampus, banyaklah cerita baik itu yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa, kegiatan penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat (PPM),” kata Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Jumat.

    Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa Stakat Negeri Pontianak, terutama untuk kegiatan magang di sanggar kegiatan belajar (SKB), di tempat kesehatan dan lain sebagainya.

    “Jadi banyaklah hal yang bisa dikerjasamakan, sehingga saya berharap kampus ini dapat berjalan dengan lancar, baik pengolahannya maupun infrastruktur karena jalan di sini sudah cukup baik, keamanannya juga baik. Jadi kita kawal semuanya, supaya semua proses yang dilakukan akan kelihatan,” tuturnya.

    Menurut Muda, sebagai salah satu kampus negeri yang terletak di Kubu Raya, Stakat Negeri Pontaiank memiliki banyak keunggulan dan potensi yang akan menghasilkan ide-ide yang baik untuk kemajuan masyarakat.

    Di tempat yang sama, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Sunarso menyatakan menyambut baik dialog bersama Bupati Kubu Raya, tentang peluang bekerja sama untuk membangun SDM di Kubu Raya.

    “Kami juga berkontribusi terhadap pembangunan SDM di Kubu Raya. Akan tetapi tidak bisa kami lakukan sendiri karena perguruan tinggi tidak ada sinergi dengan pemerintah dan itu tidak akan berhasil, karena dengan sinergi yang baik, kami ingin benar berkontribusi untuk SDM tersebut,” tuturnya.

    Dukungan yang pertama ialah secara administratif yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan, sarana dan prasarana juga salah satu dukungan yang sudah terwujud berkat Pemerintah Daerah (Pemda).

    “Kami berharap dengan pemda mudah-mudahan dapat memperluas area kampus ini,” katanya.

    Harapan lainnya yaitu keinginan kerjasama dalam bentuk kegiatan kemahasiswaan terkait isu kampus merdeka membutuhkan bahwa mahasiswa STAKat Negeri Pontianak juga belajar secara langsung.

    Menutup rangkaian kegiatan vaksinasi dan audiensi bersama Bupati Kubu raya, ketua STAKat Negeri Pontianak menyampaikan harapannya akan kampus merdeka dimana mahasiswa STAKatN bisa belajar dimana pun tidak hanya di kampus.

     

    Penulis: Tetty Novitasari Simbolon